Eropa

Jangan Takut pada Militer Rusia

Home » Featured » Eropa » Jangan Takut pada Militer Rusia

Vostok 2018, permainan perang atau latihan militer Rusia sudah dimulai, yang melibatkan 300.000 tentara, 36.000 tank, 80 kapal, dan 1.000 pesawat. Latihan selama seminggu itu, hanya untuk unjuk kekuatan. Rusia tidak dalam posisi untuk mengobarkan konflik nyata.

Baca juga: Militer Rusia vs Militer Amerika: Mana yang Lebih Baik?

Oleh: Mark Galeotti (The Atlantic)

Ukuran latihan militer Rusia, Vostok (atau “Timur”), yang dimulai kemarin, sangatlah dramatis: 300.000 tentara, 36.000 tank dan kendaraan lainnya, 80 kapal, dan 1.000 pesawat yang beroperasi di lebih dari setengah negara. Ukuran itu lebih besar dua kali lipat dari ukuran angkatan bersenjata Inggris.

Ukuran itu juga dua kali lipat ukuran dari permainan perang Vostok yang terakhir di tahun 2014. Seakan-akan jumlah itu masih tidak cukup, sekitar 3.200 pasukan China dan 30 pesawat juga terlibat, bersama dengan sejumlah kecil pasukan Mongolia.

Vostok akan mengambil bentuk pertempuran selama seminggu antara dua pihak, yang bertempur di darat, di udara, dan di perairan Timur Jauh Rusia. Latihan tersebut mencakup pementasan lompat parasut, “operasi anti-teroris,” dan penembakan jatuh rudal jelajah. Latihan ini akan diakhiri dengan peninjauan kekuatan di lapangan, yang menampilkan baris demi baris tank, pasukan, dan perangkat keras lain-lain.

Di satu sisi, itulah intinya. Vostok bukan sekadar latihan militer besar—ini adalah operasi besar-besaran untuk peperangan psikologis dan langkah pertama geopolitik, yang dilakukan oleh Rusia setelah ia memperoleh kembali semangat bela diri dan kemampuannya untuk melakukan dan mengkoordinasi operasi yang rumit.

Itu berarti, ada perbedaan antara memamerkan perangkat keras Anda dan menguji taktik baru Anda, dengan perang sebenarnya. Kita seharusnya tidak berasumsi bahwa Rusia sebenarnya ingin melawan beberapa konflik besar. Bahkan, walaupun skala Vostok menunjukkan bahwa Rusia telah mendapatkan kembali kapasitas untuk operasi skala kontinental, Rusia hampir tidak mampu untuk menghadapi peperangan nyata. Akan sulit untuk mengumpulkan pasukan semacam ini selama masa perang, ketika jalur kereta api dan pusat komunikasi akan menjadi target utama.

Latihan ini adalah bagian dari apa yang saya sebut sebagai “diplomasi heavy-metal“: penggunaan militer Rusia untuk melakukan intimidasi dan menyesatkan Barat. Kami telah melihat diplomasi yang tidak diplomatis semacam ini di Eropa, di mana Rusia telah menanggapi perdebatan di Swedia dan Finlandia, yang bergabung dengan NATO, dengan permainan perang yang mensimulasikan invasi Rusia.

Kami juga melihat diplomasi semacam ini di dalam permainan angka yang dimainkan Vladimir Putin. Dalam permainan perang Zapad tahun lalu, Rusia menurunkan angka tentara yang berpartisipasi agar tidak melebihi batas di mana negara-negara Barat akan dapat mengirim inspektur di bawah peraturan Organisasi Keamanan dan Kerjasama Eropa. Kali ini, orang-orang Rusia tampaknya gemar memainkan angka-angka itu.

Tetapi angka 300.000 yang terdengat sangat banyak ini melibatkan banyak perhitungan yang dibuat-buat—dalam praktiknya, angka sebenarnya mungkin hanya mendekati 150.000, yang masih merupakan jumlah yang mengesankan. Menilai dari contoh-contoh masa lalu seperti Zapad, banyak dari tentara ini tidak mungkin meninggalkan barak mereka. Mereka akan “terlibat” dalam latihan di pos komando, bukan di lapangan.

Lebih penting lagi, seperti yang dikatakan analis pertahanan Michael Kofman: Bahkan jika, katakanlah, hanya satu resimen dari brigade sebenarnya yang terlibat dalam Vostok, maka Rusia akan memasukkan seluruh brigade dalam perhitungannya.

Ini membantu menjelaskan bagaimana tentara Rusia dapat meyakinkan penduduk yang marah atas kenaikan usia pensiun yang diusulkan bahwa tidak ada uang tambahan yang akan dihabiskan untuk permainan perang. Memindahkan sepertiga dari seluruh angkatan bersenjata Rusia di sekitar Siberia dan Rusia Timur Jauh tidaklah murah.

Intinya adalah bahwa Rusia tidak memiliki uang tunai dan kemampuan transportasi untuk memindahkan banyak pasukan tanpa menyebabkan gangguan. Tetapi Rusia senang melihat dunia menelan angka 300.000 itu, karena, seperti seekor hewan yang menggelembungkan badannya atau memamerkan giginya ketika berhadapan dengan pemangsa, Rusia ingin terlihat sekuat mungkin.

Sebagai negara yang otoriter, Rusia menghabiskan lebih dari yang seharusnya pada sektor militernya—lebih dari sepertiga dari total anggaran federal yang ditujukan untuk keamanan. Putin jelas telah berhasil mengubah kekuatan militer yang telah terdemoralisasi saat kekuatan itu diwariskan kepadanya, sekarang kekuatan militernya telah menjadi tentara yang cakap dan kompeten.

Namun Putin sadar bahwa indikator obyektif tidak akan membantu membuat Rusia, dengan ekonomi yang lebih kecil dari Texasharus diperlakukan sebagai salah satu kekuatan besar dunia. Sebaliknya, ia mengandalkan gertakan, teater dan pertunjukan bayangan. Dia ingin memproyeksikan citra negara yang berbahaya namun percaya diri, negara yang harus ditenangkan, tidak ditantang.

Baca juga: Latihan Militer Rusia ‘Ancam Perang dengan Georgia’

Oleh karena itu, gambar-gambar yang segera kita lihat yang menunjukkan barisan tank yang bergemuruh di padang rumput, roket, drone, dan senjata api mengaum di atas kepala adalah bagian dan paket kampanye untuk membuat Rusia (tampak) hebat lagi. Kampanye itu juga mencakup klaim Putin bahwa Rusia akan segera menyebarkan rudal jelajah bertenaga nuklir. (Prototipe telah diuji empat kali dalam satu tahun terakhir dan selalu jatuh.) Menjadi kuat itu bagus, tetapi lebih penting untuk terlihat kuat.

Vostok juga merupakan langkah awal geopolitik. Intinya adalah mengirim pesan ke China bahwa Rusia akan mempertahankan perbatasannya. Terlibatnya satu kontingen China yang relatif kecil di edisi tahun ini bukanlah sinyal dari aliansi militer, seperti yang beberapa orang lihat, tetapi hal itu tentu saja untuk menarik perhatian Barat.

Sulit untuk melarikan diri dari simbolisme ketika pasukan Rusia dan China berlatih bersama, Putin dan Xi Jinping sebelumnya telah mengadakan KTT dan menjanjikan kerja sama bisnis dan politik yang lebih dekat. Pada saat Amerika Serikat dan Eropa berusaha mengisolasi Rusia secara diplomatis, ini jelas dimaksudkan sebagai pesan bahwa Putin masih mampu membuat hubungan dengan negara-negara yang tidak mau mengikuti Barat selain Suriah, Nikaragua, atau Venezuela.

Tetapi seperti yang telah dikemukakan oleh Alexander Gabuev dari Pusat Carnegie Moskow, Rusia juga mengirim pesan yang lebih dalam ke Amerika Serikat: Kami tidak ingin mengunci diri kami ke sebuah aliansi yang lebih kuat, lebih kaya, dan lebih kuat secara militer dengan China. Itu adalah perbudakan. Jika Anda mendorong kami terlalu jauh, kami tidak punya alternatif.

Jadi sembari NATO memperhatikan Vostok untuk mencari tahu tentang kemampuan militer Rusia, penting juga untuk memperhatikan semua subteks dari latihan militer itu.

 

MARK GALEOTTI adalah Anggota Jean Monnet di European University Institute dan Senior Non-Resident Fellow di Institute of International Relations Prague.

 

Keterangan foto utama: Tentara Rusia berpartisipasi dalam latihan Vostok 2018 di Siberia. (Foto: AP/Layanan Kementerian Pertahanan Rusia Press Service)

Jangan Takut pada Militer Rusia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top