Gubernur Papua
Berita Politik Indonesia

Jelang Natal, Gubernur Papua Serukan Penghentian Perburuan Pemberontak

Berita Internasional >> Jelang Natal, Gubernur Papua Serukan Penghentian Perburuan Pemberontak

Jelang Natal, Gubernur Papua Lukas Enembe menghimbau agar perburuan yang sedang dilakukan militer di Nduga, Papua, dihentikan. Enembe mengatakan, perburuan itu telah membuat para warga trauma dan melarikan diri ke hutan. Pihak militer telah menolak seruan Enembe.

Baca juga: Para Pemimpin Papua Tuntut Diakhirinya Operasi Militer Indonesia

Oleh: Reuters

Gubernur Provinsi Papua telah menyerukan diakhirinya perburuan para pemberontak separatis yang telah menewaskan setidaknya 16 orang pekerja bulan ini. Gubernur mengatakan, warga desa mengalami trauma akibat perburuan itu, dan bahwa mereka ingin merayakan Natal dengan damai.

Militer menolak permohonan itu untuk menghentikan pencarian dan mengatakan, gubernur bisa dijatuhi hukuman jika mendukung pemberontak.

“Kami meminta Presiden Jokowi agar segera menarik pasukan,” ujar Gubernur Papua Lukas Enembe kepada para wartawan hari Kamis (20/12), mengacu pada Presiden Joko Widodo pada nama panggilannya.

“Kehadiran militer Indonesia dan Polisi Nasional di NDuga telah membuat masyarakat trauma…membuat mereka melarikan diri ke hutan,” tambah Enembe.

Sayap militer dari Organisasi Pembebasan Papua telah mengklaim bertanggung jawab membunuh setidaknya 16 orang pekerja di atas jembatan yang sedang mengerjakan proyek jalan yang berprofil tinggi. Mereka juga menewaskan seorang tentara di area Nduga.

Setidaknya 300 penduduk desa dilaporkan telah melarikan diri ke hutan untuk bersembunyi dari penggerebekan militer.

Papua telah diwabahi oleh konflik separatis sejak bekas koloni jajahan Belanda yang diinkorporasikan ke Indonesia setelah referendum yang didukung oleh PBB, dan dikritik secara luas pada tahun 1969.

Enembe mengatakan, masyarakat seharusnya diizinkan merayakan Natal dalam damai.

“Kami telah memberikan penghormatan kami kepada korban di masa lalu dan saat ini, tapi sudah cukup. Tidak boleh lagi ada korban sipil,” ujarnya.

Juru bicara untuk Presiden Jokowi tidak bisa langsung memberikan komentar sehubungan hal ini, tapi pihak militer telah menolak seruan Enembe.

Juru bicara militer provinsi Muhammad Aidi mengatakan, pasukan keamanan sedang mencari sisa-sisa tubuh empat korban serangan di jembatan tersebut, dan mereka tidak akan pergi.

“Jika gubernur, Lukas Enembe, memberikan dukungan kepada perjuangan OPM dan menolak kebijakan program strategis nasional, dia telah melanggar undang-undang negara dan harus dihukum,” ujar Aidi.

Baca juga: Pertempuran TNI dan Separatis Papua, Ratusan Penduduk Desa Lari ke Hutan

Enembe tidak mengatakan, tindakan apa yang menurutnya sebaiknya dilakukan terhadap mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan itu. Namun ia mengatakan pada serangan-serangan sebelumnya, kelompok pemberontak langsung meninggalkan area setelah melakukan serangan.

DPRD Papua akan memeriksa kejadian itu bersama dengan Komnas HAM, ujarnya.

Para pemberontak telah menolak seruan untuk menyerahkan diri dan meminta dilangsungkannya sebuah referendum untuk masa depan area itu.

Jokowi ingin mengembangkan area Papua yang miskin tersebut dan memanfaatkan kekayaan alamnya dan telah mencoba untuk mengurangi ketegangan. Jokowi juga telah membahas beberapa kekhawatiran sehubungan HAM di area itu sambil meningkatkan investasi untuk proyek-proyek seperti jalan raya Trans Papua.

OPM mengatakan, mereka menganggap para pekerja itu sebagai anggota militer dan korban dalam perang mereka melawan pemerintah.

Dilaporkan oleh Bernadette Christina Munthe dan Agustinus Beo Da Costa; Ditulis oleh Fergus Jensen; Disunting oleh Robert Birsel.

Keterangan foto utama: Tentara Indonesia membawa senapan seiring mereka berjalan menuju helikopter untuk terbang ke distrik Nduga di Wamena, Papua, Indonesia, 5 Desember 2018. (Foto: Antara Foto/Iwan Adisaputra via Reuters)

Jelang Natal, Gubernur Papua Serukan Penghentian Perburuan Pemberontak

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top