relawan Jokowi
Titik Harian

Jokowi ‘Ajak Berantem’ Relawan Tak Picu Perpecahan, Tapi Hanya Menyemangati

Joko Widodo merayakan dalam parade kemenangan di Jakarta pada Oktober 2014. (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)
Home » Titik Harian » Jokowi ‘Ajak Berantem’ Relawan Tak Picu Perpecahan, Tapi Hanya Menyemangati

‘Ajakan berantem’ oleh Presiden Jokowi memicu kontroversi, setelah beberapa pihak menyebutnya sebagai pemicu perpecahan. Namun ternyata ada beberapa pihak yang mendukung Jokowi, dengan mengatakan bahwa ‘ajakan berantem’ tersebut hanya untuk menyemangati relawan Jokowi, bukan menyuruh untuk benar-benar berkelahi.

Baca Juga: Pemilu 2019: Akankah Agama Digunakan untuk Keuntungan Politik?

‘Ajakan berantem’ oleh Presiden Indonesia Joko Widodo memicu perdebatan, di mana beberapa pihak menyebutnya sebagai pemicu perpecahan. Namun, beberapa tokoh politik mengimbau untuk tidak salah menafsirkan kata-kata Preside, dan menyebutnya bukan sebagai ajakan berkelahi, melainkan untuk menyemangati para relawan Jokowi.

Hal tersebut diutarakan oleh Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto. Menurutnya, pernyataan Jokowi itu bukan berarti relawan diminta berkelahi, namun hanya untuk bersiap siaga. Ia juga menilai kesiapan berkelahi yang diperintahkan Jokowi bukan dalam artian fisik, melainkan verbal.

“Ya namanya memberikan semangat, yang penting kan tidak sampai ribut. Memang tradisi konflik dalam kultur Jawa yang dipakai Pak Jokowi, konflik tertinggi itu kan bukan berantem, tapi kalau tidak saling berbicara,” kata Hasto, dikutip dari kompas.com.

Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan juga mengimbau untuk tidak salah menafsirkan pesan Presiden Jokowi. Menurutnya, itu adalah bentuk menyemangati para relawan. “Itu kan konteksnya adalah menyemangati para sukarelawan. Itu jangan disalahtafsirkan. Itu sepenuhnya untuk menyemangati kok,” kata Daniel kepada detikcom.

“Karena kan penekanan dari Pak Jokowi jelas, karena seluruh sukarelawan memenangkan hati rakyat tugas utamanya sampai ke desa. Tentu dengan cara-cara yang baik, bukan dengan berantem,” ujarnya menambahkan.

Sekjen Partai Nasional Demokrat (NasDem) Jhonny G Platte juga menilai bahwa Presiden Jokowi justru berpesan agar Pemilu 2019 dipenuhi kegembiraan.

“Pak Jokowi itu justru berpesan supaya pemilu nanti itu dilaksanakan dengan penuh kegembiraan, keramahtamahan agar partisipasi rakyat tinggi,” kata Jhonny kepada detikcom.

Jhonny menafsirkan maksud dari pesan Jokowi, ‘berani jika diajak berantem’, untuk menyemangati relawan agar jangan takut dengan ujaran kebencian, fitnah, dan celaan.

“Untuk mengungkap kegembiraan, jangan ada rasa takut atau harus berani. Berani berhadapan dan diperjuangkan supaya pemilu kita gembira. Kalau itu ditafsirkan dengan kekerasan, maka mindset mereka kekerasan, cara berpikir setelah itu kekerasan sehingga seakan usulan Pak Jokowi ditanggapi sebagai kekerasan,” ujar Jhonny.

Sebelumnya, dalam forum temu relawan di Sentul, Bogor, pada Sabtu (4/8), Presiden Jokowi meminta para relawannya berkampanye dengan damai namun tak boleh takut jika diajak berkelahi.

“Jangan bangun permusuhan, jangan membangun ujaran kebencian, jangan membangun fitnah, tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang. Tapi, kalau diajak berantem juga berani,” ujar Jokowi.

“Tapi jangan ngajak loh. Saya bilang tadi, tolong digarisbawahi. Jangan ngajak. Kalau diajak, tidak boleh takut,” kata Jokowi melanjutkan.

Dari berbagai sumber.

Keterangan foto utama: Joko Widodo merayakan dalam parade kemenangan di Jakarta pada Oktober 2014. (Foto: Getty Images/Ulet Ifansasti)

Jokowi ‘Ajak Berantem’ Relawan Tak Picu Perpecahan, Tapi Hanya Menyemangati

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top