Pengungsi Rohingya
Berita Politik Indonesia

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Selesaikan Isu Rohingya

Presiden Indonesia Joko Widodo. (Foto: via Anadolu Agency)
Berita Internasional >> Jokowi: Indonesia Siap Bantu Selesaikan Isu Rohingya

Presiden Indonesia Joko Widodo mengatakan dalam KTT ASEAN ke-33 pada Kamis (15/11), bahwa Indonesia dan ASEAN siap membantu menyelesaikan isu Rohingya. Menurut Amnesti Internasional, lebih dari 750 ribu pengungsi Rohingya —sebagian besar anak-anak dan perempuan—melarikan diri dari Myanmar ke negara tetangga Bangladesh, setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut pada bulan Agustus 2017.

Baca juga: PBB: Genosida Rohingya Masih Berlangsung

Oleh: Adem Salvarcioglu (Anadolu Agency)

Indonesia dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) siap membantu menyelesaikan masalah Rohingya, kata Presiden Indonesia Joko Widodo pada Kamis (15/11).

“Indonesia siap! Saya yakin, ASEAN juga siap membantu pemerintah Myanmar untuk menciptakan kondisi yang kondusif di Negara Bagian Rakhine, di mana kebebasan bergerak harus dihormati,” kata kantor berita Antara, mengutip Joko Widodo.

Ucapan Jokowi tersebut datang setelah pertemuan dengan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence di sela-sela KTT ASEAN ke-33 di Singapura.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi—yang juga menghadiri pertemuan tersebut—mengatakan: “Kami menyampaikan bahwa kami membutuhkan dukungan AS untuk Pusat AHA (Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan pada Manajemen Bencana), sehingga kami dapat melaksanakan tugas atau mandat yang diberikan oleh para pemimpin ASEAN untuk memainkan peran di Negara Bagian Rakhine.”

Sebelumnya, pemerintah Bangladesh menunda jadwal pertama pemulangan Rohingya ke Myanmar, setelah protes oleh para pengungsi.

Rohingya—yang digambarkan oleh PBB sebagai orang-orang yang paling teraniaya di dunia—telah menghadapi ketakutan yang meningkat, seiring puluhan ribu orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada tahun 2012.

Sejak 25 Agustus 2017, hampir 24 ribu Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar, menurut laporan oleh Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA).

Lebih dari 34 ribu orang Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114 ribu lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, yang berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap.”

Sekitar 18 ribu wanita dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar, dan lebih dari 115 ribu rumah Rohingya dibakar dan 113 ribu lainnya dirusak, tambahnya.

Menurut Amnesti Internasional, lebih dari 750 ribu pengungsi Rohingya —sebagian besar anak-anak dan perempuan—melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke negara tetangga Bangladesh, setelah pasukan Myanmar melancarkan tindakan keras terhadap komunitas Muslim minoritas tersebut pada bulan Agustus 2017.

Baca juga: ASEAN akan Membantu, tapi Myanmar Harus Bertanggung Jawab atas Rohingya

PBB telah mencatat pemerkosaan massal, pembunuhan—termasuk terhadap bayi dan anak kecil—pemukulan brutal, dan penghilangan, yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar. Dalam laporannya, penyelidik PBB mengatakan bahwa pelanggaran tersebut mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Keterangan foto utama: Presiden Indonesia Joko Widodo. (Foto: via Anadolu Agency)

Jokowi: Indonesia Siap Bantu Selesaikan Isu Rohingya

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top