Cawapres Jokowi
Berita Politik Indonesia

Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Home » Berita Politik Indonesia » Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

Calon petahana di Pemilihan Presiden 2019 nanti, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan siapa yang akan mendampinginya untuk periode kedua nanti. Cawapres Jokowi adalah Ma’ruf Amin, seorang ulama berusia 75 tahun telah menjadi pilihan Jokowi. Sementara itu dari kubu oposisi, calon wakil presiden yang akan mendampingi Prabowo dalam melawan Jokowi-Ma’ruf Amin masih belum diumumkan, walau wakil gubernur Jakarta Sandiaga Uno “99 persen” diyakini akan terpilih.

Oleh: Toma Allard, Maikel Jefriando (Reuters)

Baca Juga: Gerindra: Mundur Jadi Wagub DKI, Sandiaga Uno Maju Jadi Cawapres Prabowo

Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) telah memilih ulama berusia 75 tahun, Ma’Ruf Amin, sebagai calon wakil presidennya untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Ini adalah tanda bahwa ia ingin mengukuhkan kredensial ke-Islam-annya.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin ini kemungkinan besar akan ditantang oleh mantan jenderal Prabowo Subianto.

Di hari dramatis yang dipenuhi oleh manuver dan intrik politik, Wakil Gubernur Jakarta, Sandiaga Uno, diidentifikasi “99 persen” yakin oleh pejabat senior dari partai Prabowo, Gerinda, sebagai pendampingnya di Pilpres 2019.

Namun pengungkapan Ma’fur Amin jadi Cawapres Jokowi bisa jadi mendorong pemikiran ulang, ujar Yusuf Martak, seorang ulama dari Gerakan Nasional Pengawal Fatma, grup Islam yang mendampingi Prabowo.

Indonesia, negara demokrasi ketiga terbesar sekaligus mayoritas muslim terbesar di dunia, akan melakukan Pemilihan Presiden pada bulan April 2019.

Kontes ini, setidaknya dalam urusan kandidat presiden, sepertinya akan menjadi pengulangan dari pemilihan 2014. Ketika Jokowi yang bukan orang politik mengalahkan Prabowo, yang memiliki hubungan mendalam dengan bisnis dan elit militer di Indonesia.

Jokowi adalah seorang populis moderat yang bisa dibilang sukses dengan agenda reformasinya. Prabowo adalah seorang nasionalis yang berkarisma, dengan ikatan kuat dengan para Islamis yang sering berdemo melawan pihak asing.

Amin masuk dalam daftar 10 kemungkinan kandidat untuk Jokowi, tapi pemilihannya adalah suatu kejutan. Terutama untuk mantan hakim agung Mahfud MD, yang sebelumnya dikonfirmasi akan menjadi cawapres Jokowi hanya beberapa jam sebelumnya.

Amin adalah ketua berpengaruh dari Majelis Ulama Indonesia, dan pernah mengeluarkan pernyataan menyerang sekutu politik Jokowi, mantan Gubernur Jakarta yang beretnis China Kristen, Basuki Tjahaja Purnama, sebagai penista agama karena mengejek Al Quran ditengah-tengah kampanye pemilihan yang berapi-api.

Kandidat Prabowo, Anies Baswedan, memenangkan pemilihan tersebut. Sesuatu yang dihujat oleh para analis dan advokat sayap kanan, karena mengipasi isu perpecahan.

Amin telah menjadi penasihat presiden dan telah bertugas sebagai anggota legislatif di masa lalu.

“Mungkin akan timbul pertanyaan dari penduduk Indonesia kenapa Profesor Dr. Ma’ruf Amin yang dipilih. Karena dia adalah figur religius yang bijaksana,” ujar Jokowi.

“Saya rasa kami saling melengkapi, nasionalis dan relijius.”

“Jenderal Kardus”

Benturan Sosok Populis dan Otokrat Kedua Kandidat dalam Pilpres 2014

Kandidat presiden dan jenderal purnawirawan Prabowo Subianto dalam sebuah kesempatan kampanye. (Foto: Sigit Pamungkas/Reuters)

Arief Poyuono, wakil ketua Gerindra, mengatakan pada Reuters bahwa pemilihan Sandiaga Uno adalah “99 persen kemungkinan”. Ketika ditanya apa keraguan 1 persennya, dia menjawab “Tuhan”.

Namun, pemilihan Sandiaga berisiko menyebabkan perpecahan koalisi.

Pejabat senior dari salah satu partai koalisi oposisi–wakil sekjen partai Demokrat Andi Arief–menjabarkan Prabowo sebagai “jenderal kardus” dan “pengecut” dalam serangkaian komentar mengecek yang ia unggah lewat media sosial Rabu (8/8) malam.

Bagi para pejabat Demokrat, pemilihan Sandiaga adalah suatu pengkhianatan. Baru minggu lalu, partai Demokrat, yang dikepalai oleh mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dan partai Gerindra Prabowo mengumumkan koalisi.

Baca Juga: Picu Perpecahan, Jokowi Tidak Sepatutnya ‘Ajak Berantem’ Relawan

Agus Yudhoyono, mantan prajurit berusia 39 tahun dan putra sang mantan presiden, diharapkan akan menjadi kandidat cawapres Prabowo setelah pengumuman tersebut.

“Sejak dulu saya ragu apakah gelegar suaranya sama dengan mentalnya. Dia bukan strong leader, dia chicken,” cuit Arief.

Prabowo mendatangi rumah tetua Yudhoyono pada Kamis (9/8). Meninggalkan pertemuan itu, Prabowo menolak mendiskusikan hasil pertemuan.

Ketika ditanya apakah dia akan mendeklarasikan Sandiaga sebagai calon wakilnya, Prabowo mengatakan, “Prosesnya masih berlangsung. Santai.”

Sekretaris Jenderal Gerindra, Ahmad Muzani, yang menemani Prabowo ketika menemui SBY, mengatakan bahwa suasana pertemuan itu bersahabat. Walau mereka tidak berhasil mencapai keputusan, siapa yang akan menjadi kandidat wakil presiden.

Sandiaga tidak merespons telepon dan pesan dari Reuters, tapi media lokal mengutipnya mengatakan pada hari Kamis, bahwa dia belum berhenti menjabat sebagai wakil gubernur.

“Saya masih bertugas,” ujarnya pada Detik.com. “Belum ada surat pengunduran diri yang dirancang.”

Sandiaga Uno, seorang pengusaha kaya dari sektor swasta, adalah anggota partai Gerindra. Dia dilaporkan bertemu dengan Prabowo di rumahnya pada hari Rabu (8/8).

Sandiaga Uno memegang peranan penting dalam kampanye yang menyingkirkan Gubernur Basuki (Ahok). Setelah kemenangannya, Sandiaga mengatakan, dia menyesalakan bahwa isu ras dan agama mendominasi kampanye pemilihan.

Puyuono dari Gerindra mengatakan, tim Prabowo-Uno membuat kelompok oposisi memiliki kandidat baik dari Jawa dan di luar kepulauan paling padat di Indonesia tersebut.

Sandiaga Uno memiliki darah Gorontalo di Sulawesi.

Kebanyakan masyarakat Indonesia dari luar pulau Jawa membenci dominasi Jawa pada bidang politik dan ekonomi.

Laporan tambahan oleh Christina Munthe, Wilda Asmarini, dan Gayatri Suroyo; Penyunting Nick Macfie.

Ma’ruf Amin: Ulama Cawapres Jokowi di Pilpres 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top