harga bbm naik
Berita Politik Indonesia

Jokowi Tiba-Tiba Ubah Kebijakan Kenaikan Harga BBM

Berita Internasional >> Jokowi Tiba-Tiba Ubah Kebijakan Kenaikan Harga BBM

Presiden Jokowi tiba-tiba membatalkan kenaikan harga BBM ritel. Jokowi memerintahkan pembekuan harga itu mengingat risiko inflasi dan kebutuhan untuk melindungi daya beli masyarakat, kata Fajar Harry Sampurno, seorang deputi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Presiden meminta menteri ekonomi utamanya termasuk keuangan, BUMN dan energi untuk mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan harga bahan bakar ini, katanya.

Oleh: Viriya Singgih dan Eko Listiyorini (Bloomberg)

Presiden Joko Widodo pada hari Rabu (10/10) memerintahkan kementerian energinya untuk membatalkan kenaikan harga BBM ritel beberapa jam setelah pengumumannya.

Tapi dengan minyak mentah bergerak ke harga yang lebih tinggi dan mata uang merosot ke tingkat terendahnya selama dua dekade, langkah Jokowi ini hanya menunda sesuatu yang tak terelakkan.

Jokowi, yang mencalonkan diri untuk dipilih kembali dalam pemilu presiden tahun depan, meminta PT Pertamina untuk tidak melanjutkan kenaikan 6,9 persen pada harga eceran premium RON-88, bensin yang paling banyak digunakan, menurut pengumuman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Apa yang akan menjadi peningkatan pertama dalam lebih dari dua tahun, akan ditunda sampai pengecer negara siap, kata Agung Pribadi, juru bicara kementerian itu, kepada wartawan.

Baca Juga: Kesenjangan Keterampilan Tenaga Kerja Bisa Jegal Langkah Jokowi Menangkan Pilpres 2019

Jokowi memerintahkan pembekuan harga itu mengingat risiko inflasi dan kebutuhan untuk melindungi daya beli masyarakat, kata Fajar Harry Sampurno, seorang deputi di Kementerian Badan Usaha Milik Negara. Presiden meminta menteri ekonomi utamanya termasuk keuangan, BUMN dan energi untuk mengkoordinasikan masalah yang berkaitan dengan harga bahan bakar ini, katanya.

Dengan melonjaknya minyak mentah ke harga tertinggi dalam empat tahun, Jokowi, yang awal tahun ini memerintahkan pembekuan harga bahan bakar dan listrik hingga akhir 2019, sedang berjuang menghadapi tagihan subsidi energi yang membengkak dan melebarnya defisit transaksi berjalan.

Meningkatnya harga BBM akan membuatnya rentan terhadap serangan dari oposisi, yang telah menyalahkan kebijakan ekonominya atas kemerosotan rupiah ke level terendah sejak krisis keuangan Asia tahun 1997-1998.

Diskusi seputar kenaikan harga BBM adalah sinyal bahwa Jokowi berkomitmen untuk melakukan reformasi bahkan saat menjelang pemilu, menurut PT Bahana Sekuritas. Meningkatkan harga bahan bakar untuk memangkas subsidi energi pemerintah adalah salah satu pokok dari reformasi Jokowi.

“Kami percaya bahwa kenaikan harga bahan bakar ini lebih merupakan sinyal kebijakan bahwa pemerintah di bawah Presiden Jokowi masih berkomitmen pada reformasi sebagai alat pemilu,” Satria Sambijantoro, seorang ekonom di Bahana mengatakan dalam sebuah email. “Alasan ekonomi masih bisa menang melawan pertimbangan politik kapanpun itu.”

Indonesia, yang memenuhi sekitar 50 persen kebutuhan minyak mentahnya melalui impor, pada bulan Agustus memerintahkan produsen domestik untuk menjual produksinya ke Pertamina untuk mengurangi impor yang mahal. Dengan pelebaran kesenjangan antara bensin bersubsidi dan nonregulasi, semakin banyak konsumen akan beralih ke bahan bakar yang lebih murah, membebani negara pengilang dan pengecer, menurut Bahana Sekuritas.

“Kemungkinan akan kenaikan harga bahan bakar lebih lanjut tidak boleh dikesampingkan” termasuk diesel, kata Sambijantoro. “Kami berharap kebijakan tersebut memiliki dampak terbatas pada indeks harga konsumen mengingat rendahnya lingkungan inflasi Indonesia saat ini,” katanya.

Indeks harga konsumen naik 2,88 persen bulan lalu, laju paling lambat sejak Agustus 2016, data resmi menunjukkan. Angka itu di bawah titik tengah pita target inflasi Bank Indonesia 2,5 persen hingga 4,5 persen.

Baca Juga: Pilpres 2019: Pertarungan Islam Konservatif vs Islam Moderat?

Keterangan foto utama: Presiden Republik Indonesia Joko ‘Jokowi’ Widodo. (Foto: Dimas Ardian/Bloomberg)

Jokowi Tiba-Tiba Ubah Kebijakan Kenaikan Harga BBM

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top