Kampanye Prabowo
Berita Politik Indonesia

Kampanye Prabowo Serang Pertemuan IMF di Tengah Bencana Indonesia

Home » Berita Politik Indonesia » Kampanye Prabowo Serang Pertemuan IMF di Tengah Bencana Indonesia

Koalisi oposisi, yang dipimpin Prabowo Subianto mengatakan, Indonesia tidak sepatutnya menyelenggarakan pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali, yang terkesan mewah. Pertemuan itu sendiri akan dihadiri oleh 32.000 orang dari 180 negara. Pihak oposisi merasa, pertemuan itu seperti bermewah-mewah di tengah bencana alam yang baru menimpa pulau Sulawesi, Indonesia.

Baca juga: Jokowi dan Prabowo Mimpi Jika Berpikir Merpati Tak Akan Menangis

Oleh: Straits Times

Seorang juru bicara kampanye Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan bahwa menyelenggarakan pertemuan IMF-Bank Dunia di Bali adalah hal yang memalukan bagi Indonesia, ketika negara ini memiliki kebutuhan yang lebih mendesak untuk mendanai pembangunan kembali daerah pasca bencana gempa di Lombok dan Sulawesi Tengah.

Dahnil mengatakan kepada wartawan pada hari Jumat (5/10) di rumah Prabowo bahwa anggaran untuk pertemuan tersebut, yang menurutnya akan merugikan pemerintah sebesar satu triliun Rupiah atau 91,4 juta dolar AS seharusnya dialihkan untuk membantu memulihkan kedua daerah yang terdampak bencana.

“Ini benar-benar memalukan dan terasa mengganggu bagi koalisi Prabowo. Mengapa? Karena di tengah-tengah bencana, kita justru berpesta di Bali,” kata Dahnil, seperti dikutip oleh situs berita Tempo pada hari Sabtu (6/10).

Pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional – Bank Dunia akan dimulai pada hari Selasa (8/10) dan berakhir pada hari Minggu, 14 Oktober 2018. Pertemuan tersebut akan dihadiri sekitar 32 ribu orang, termasuk menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 180 negara.

Prabowo dan kandidat  wakil presiden yang mendampinginya, Sandiaga Uno, akan turut serta dalam pemilihan presiden bulan April 2019 mendatang melawan kandidat presiden petahana Joko “Jokowi” Widodo dan pasangan wakil presiden yang mendampinginya, Ma’ruf Amin.

Dahnil menggambarkan jumlah yang dibelanjakan untuk mengadakan pertemuan itu terkesan “mewah” dan berpendapat bahwa jumlah itu tidak berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia, demikian dilansir dari Tempo, dan itu diadakan pada saat mata uang Indonesia sedang melemah.

“Pertemuan itu tidak mempengaruhi penguatan Rupiah, juga tidak berpengaruh pada defisit neraca berjalan kita saat ini,” tutur Dahnil.

Baca juga: Jokowi dan Prabowo Janjikan Kampanye Pilpres 2019 yang Damai

Pulau Lombok, di provinsi Nusa Tenggara Barat di sebelah Bali, telah dilanda serangkaian gempa bumi pada bulan Juli dan Agustus2018, termasuk gempa berkekuatan 6,9 SR pada tanggal 5 Agustus 2018, menewaskan lebih dari 500 orang dan meninggalkan puluhan ribu orang menjadi pengungsi tanpa rumah.

Kota Palu-Donggala di Sulawesi Tengah baru saja dilanda gempa berkekuatan 7,4 SR dan tsunami pada tanggal 28 September 2018, dengan lebih dari 1.700 orang tewas, puluhan orang masih hilang, dan sekitar 70.000 orang kehilangan tempat tinggal.

Fuad Bawazier, seorang anggota dewan penasihat dari Partai Gerindra pimpinan Prabowo mengatakan bahwa koalisinya berencana untuk mengeluarkan saran untuk menghentikan pertemuan keuangan, dan mendistribusikan dana yang disimpan untuk para korban bencana. Mantan menteri keuangan itu mengatakan bahwa sangatlah tidak etis bagi Indonesia untuk mengadakan “acara mewah” di tengah bencana ini, demikian menurut Tempo.

Keterangan foto utama: Prabowo Subianto dan kandidat wakil presiden yang mendampinginya Sandiaga Uno yang turut berlaga dalam pemilihan presiden April 2019 mendatang. (Foto: Reuters)

Kampanye Prabowo Serang Pertemuan IMF di Tengah Bencana Indonesia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top