KBRI Seoul Rayakan Kemerdekaan Indonesia dan Tingkatkan Kerjasama dengan Korea Selatan
Berita Politik Indonesia

KBRI Seoul Rayakan Kemerdekaan Indonesia dan Pererat Kerjasama dengan Korea Selatan

Berita Internasional >> KBRI Seoul Rayakan Kemerdekaan Indonesia dan Pererat Kerjasama dengan Korea Selatan

KBRI Seoul merayakan hari kemerdekaan Indonesia pada Kamis (28/9) lalu. Perayaan tersebut baru dilaksanakan pada bulan September untuk memaksimalkan kehadiran masyarakat. Selain menghidupkan kembali semangat kemerdekaan Indonesia, acara ini juga dimanfaatkan untuk mempererat kerjasama antara Indonesia dengan Korea Selatan.

Oleh: Joel Lee (The Korea Herald)

KBRI Seoul Rayakan Kemerdekaan Indonesia dan Tingkatkan Kerjasama dengan Korea Selatan

Duta Besar RI untuk Korea Selatan Umar Hadi (tengah, di sebelah atas dengan topi) berpose dengan diplomat dan staf KBRI pada perayaan Hari Nasional yang memperingati proklamasi kemerdekaan pada Kamis (28/9). (Foto: KBRI)

KBRI Seoul merayakan peringatan 72 tahun kemerdekaan negara Indonesia pekan lalu, untuk memperingati semangat menentukan nasib bangsa sendiri, hidup berdampingan dengan damai, dan keadilan sosial yang telah menumbuhkan kerjasama dengan rekan-rekan utama di seluruh dunia, dan Korea Selatan pada khususnya.

Hari perayaan nasional untuk merayakan proklamasi kemerdekaan Indonesia dari penjajahan Belanda jatuh pada tanggal 17 Agustus, namun misi diplomatik tersebut menyelenggarakan perayaan pada tanggal 28 September untuk memaksimalkan kehadiran masyarakat, ujar kedutaan tersebut kepada The Korea Herald. Indonesia menyatakan haknya untuk memperoleh kedaulatan pada tahun 1945, yang menandakan dimulainya kekuatan diplomatik dan pasukan pertahanan bersenjata melawan Belanda dan warga sipil pro-Belanda, yang secara resmi mengakui kemerdekaan negara tersebut pada tahun 1949.

“17 Agustus adalah hari yang penting bagi bangsa Indonesia, ketika seluruh masyarakat kami dibebaskan dari perbudakan kependudukan asing,” kata Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Umar Hadi dalam sebuah pidato di Hotel Lotte pada Kamis (28/9). “Deklarasi ini menyampaikan pesan kuat bahwa kolonialisme tidak memiliki tempat di dunia. Semangat kemerdekaan juga telah mengilhami upaya dekolonisasi di seluruh dunia. ”

Konstitusi Indonesia secara eksplisit mengamanatkan komitmen bangsa untuk berpartisipasi penuh dan berkontribusi terhadap tatanan dunia yang berdasarkan kebebasan serta perdamaian dan keadilan sosial, ia menekankan, dan menambahkan bahwa negaranya telah secara aktif mengambil bagian dalam berbagai operasi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1957.

Saat ini, ada sekitar 2.800 personel militer, polisi dan pasukan sipil Indonesia yang turut dalam misi penjaga perdamaian PBB dan jumlahnya diperkirakan mencapai empat ribu personel pada tahun 2019, menurut duta besar tersebut.

“Komitmen terhadap kebebasan, perdamaian dan keadilan sosial ini merupakan pilar utama kebijakan luar negeri kita,” tegas Hadi. “Indonesia sangat mendukung kesederhanaan dan toleransi. Kita adalah bukti bahwa demokrasi, Islam dan modernitas bisa berkembang bersama. ”

Membahas Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN), di mana Indonesia adalah negara terbesar dalam hal ukuran ekonomi dan populasi—lebih dari $ 1 triliun dan 261 juta jiwa—duta besar tersebut berpendapat bahwa ASEAN telah menjadi organisasi regional yang berpengaruh yang mempromosikan perdamaian dan kemakmuran “bukan secara kebetulan, tapi sudah direncanakan,” atas dasar kepemimpinan yang bertanggung jawab secara kolektif.

Negara kepulauan dari sekitar 17 ribu pulau yang mencakup tiga zona waktu tersebut memiliki ekonomi ketujuh terbesar di dunia dalam hal keseimbangan daya beli, menurut Pandangan Ekonomi Dunia Dana Moneter Internasional. Salah satu pasar berkembang yang terkemuka di dunia, PriceWaterhouseCoopers telah memproyeksikan ekonominya untuk mencapai status terbesar keempat di dunia pada tahun 2030.

Hadi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak dapat berlanjut tanpa investasi di berbagai infrastruktur, kekayaan yang terdistribusi secara merata, dan menyingkirkan korupsi serta mendorong tatanan pemerintahan yang baik—yang merupakan prioritas kebijakan utama pemerintah saat ini di bawah kepemimpinan Joko “Jokowi” Widodo.

Rayakan Kemerdekaan, KBRI Seoul Tingkatkan Kerjasama dengan Korea Selatan

Para seniman Indonesia yang mengisi acara di Hari Perayaan Nasional kemerdekaan Indonesia di Hotel Lotte, Seoul, pada Kamis (28/9), yang menandakan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: KBRI)

“Republik Korea Selatan adalah salah satu rekan ekonomi terpenting bagi kami,” Duta Besar tersebut menekankan, mencatat bahwa “perbaikan signifikan” telah dilakukan di hampir semua sektor, terutama setelah kedua negara menjadi rekan strategis sejak tahun 2006.

Jakarta dan Seoul menjalin hubungan diplomatik sejak tahun 1973. Volume perdagangan bilateral mencapai hampir $15 miliar pada tahun lalu, dimana Indonesia menjadi rekan dagang terbesar ke-14 Korea Selatan dan Korea Selatan menjadi rekan dagang terbesar keenam di Indonesia.

“Mengingat perubahan dinamis yang terjadi di seluruh dunia, kedua negara ini memikul tanggung jawab untuk memainkan peran lebih besar dalam mempromosikan perdamaian dan pembangunan berkelanjutan di tingkat regional dan global,” tegasnya. “Untuk tujuan tersebut, kemitraan strategis kami, yang didasarkan pada tujuan yang berorientasi terhadap aksi dan berpandangan ke depan, siap untuk maju lebih jauh dalam beberapa dekade mendatang.”

Wakil Pemimpin CJ Sohn Kyung-shik, yang berbicara di acara tersebut, mengatakan bahwa Indonesia adalah “negara yang memiliki potensi besar, dengan sumber daya alamnya yang kaya serta populasi yang besar.”

“Indonesia mengubah potensinya menjadi prestasi yang luar biasa, dan mulai membuat langkah kuat untuk menjadi salah satu pembangkit ekonomi di Asia,” katanya. “Indonesia juga negara yang baik untuk berbisnis. Pemerintah mendorong investasi asing dan mempertahankan stabilitas politik. ”

Banyak perusahaan Korea Selatan yang beroperasi di pasar Indonesia, Sohn menekankan, dengan menyebutkan bahwa Grup CJ telah berhasil memperluas operasi dalam sektor bioteknologi, pakan ternak, bioskop, waralaba dan logistik, sejak meluncurkan bisnisnya di Indonesia pada tahun 1988.

 

Bersama Joel Lee

Rayakan Kemerdekaan, KBRI Seoul Tingkatkan Kerjasama dengan Korea Selatan

Para seniman Indonesia mengisi acara pada Hari Perayaan Naional yang diadakan di Lotte Hotel, Seoul pada Kamis (28/9) yang menandakan proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. (Foto: KBRI)

KBRI Seoul Rayakan Kemerdekaan Indonesia dan Pererat Kerjasama dengan Korea Selatan

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top