Kedutaan Amerika di Yerusalem: Adakah Negara Lain yang Berencana Pindah Juga?
Timur Tengah

Kedutaan Amerika di Yerusalem: Adakah Negara Lain yang Berencana Pindah Juga?

Bendera Israel dan Amerika disaring di dinding Kota Tua Yerusalem, pada 13 Mei 2018, pada malam pembukaan kedutaan AS di Yerusalem. (Foto: Flash90/Yonatan Sindel)
Home » Featured » Timur Tengah » Kedutaan Amerika di Yerusalem: Adakah Negara Lain yang Berencana Pindah Juga?

Keputusan Washington untuk memindahkan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan mengakui kota itu sebagai ibu kota Israel, membalikkan kebijakan AS selama berpuluh-puluh tahun.

    Baca juga: Pembukaan Kedubes Amerika di Yerusalem: Negara Mana Saja yang Hadir?

Oleh: BBC

Klaim: Negara-negara Amerika Latin dan Eropa juga ingin memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

Putusan: Guatemala mengatakan akan memindahkan kedutaannya ke Yerusalem, dan ada laporan bahwa negara lain mungkin akan mengikuti.

Pada program BBC Radio Four’s Today, Duta Besar Israel untuk Kerajaan Inggris, Mark Regev mengatakan bahwa setelah keputusan Amerika Serikat (AS), terdapat negara-negara Amerika Latin dan Eropa yang juga akan memindahkan kedutaan mereka ke Yerusalem.

“Saya percaya beberapa akan segera melakukannya,” kata Mark Regev.

Meskipun terdapat banyak kritik internasional tentang keputusan Presiden Trump, namun beberapa negara telah mendukung langkah itu, dan mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengubah lokasi markas diplomatik mereka.

Jadi, siapa mereka?

Dari kiri, Menteri Keuangan Steve Mnuchin penasihat senior Gedung Putih dan putri Presiden Trump, Ivanka Trump, membuka prasasti peresmian selama pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Menahem Kahana)

Dari kiri, Menteri Keuangan Steve Mnuchin penasihat senior Gedung Putih dan putri Presiden Trump, Ivanka Trump, membuka prasasti peresmian selama pembukaan kedutaan AS di Yerusalem, 14 Mei 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Menahem Kahana)

Pada sidang umum PBB pada Desember 2017, sembilan negara—termasuk AS dan Israel—memilih untuk menentang resolusi yang, pada dasarnya, menyerukan kepada AS untuk menarik pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

(Daftar lengkapnya adalah Amerika Serikat, Israel, Guatemala, Honduras, Kepulauan Marshall, Mikronesia, Nauru, Palau, dan Togo.)

Negara-negara termasuk Inggris, China, Prancis, dan Rusia, dan negara-negara di Timur Tengah, termasuk Mesir dan Arab Saudi, memberikan suara yang mendukung resolusi tersebut.

AS secara resmi membuka kedutaan baru pada tanggal 14 Mei, bertepatan dengan peringatan 70 tahun pembentukan Israel.

Palestina mengklaim Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara Palestina di masa depan, dan melihat langkah AS sebagai dukungan terhadap kendali Israel atas seluruh kota tersebut.

Negara-negara yang memiliki kedutaan besar di Yerusalem, pindah ke Tel Aviv setelah Israel mengeluarkan undang-undang pada tahun 1980 yang secara resmi menjadikan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Israel menduduki bagian timur kota tersebut dalam perang Timur Tengah tahun 1967 dan, pada dasarnya, mencaploknya, dalam sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas menyebut kedutaan baru tersebut “sebuah pendudukan AS di Yerusalem Timur.”

Trump ‘Bahayakan Nyawa Banyak Orang dan Tak Akan Dapat Keuntungan Apapun’ dengan Akui Yerusalem Ibu Kota Israel

Sebuah foto yang diambil pada 20 Januari menunjukkan bagian luar gedung Kedutaan Besar AS di Tel Aviv, Israel. (Foto: AFP/Getty Images)

Pada tanggal 5 Maret, Presiden Guatemala Jimmy Morales mengumumkan bahwa dia akan memindahkan kedutaan negaranya pada tanggal 16 Mei.

Di Facebook, ia menulis: “Saya memutuskan untuk mengembalikan Kedutaan Besar Guatemala ke kota Yerusalem, dua hari setelah Amerika Serikat memindahkan kedutaan besarnya.”

    Baca juga: Kontroversi Seputar Pembukaan Kedubes Amerika: Israel Tewaskan 55 Warga Palestina

“Ini adalah keputusan berdaulat, dan sebagai keputusan yang berdaulat, kami mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.”

Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan bahwa Paraguay berencana untuk pindah pada akhir bulan ini, menurut Reuters.

Sebuah laporan di Times of Israel mengatakan bahwa bersama dengan Paraguay, negara Amerika Latin lainnya, Honduras, menetapkan “prinsipnya” untuk memindahkan kedutaannya. Artikel itu merujuk pada laporan Radio Angkatan Darat yang mengutip “sumber diplomatik senior Israel.”

Terjadi protes di luar Kedutaan Besar Israel di Los Angeles. (Foto: AFP)

Terjadi protes di luar Kedutaan Besar Israel di Los Angeles. (Foto: AFP)

Dukungan Eropa

Setelah pengumuman Presiden Trump pada tahun lalu, Republik Ceko mengatakan bahwa Yerusalem adalah “ibu kota Negara Israel, di perbatasan tahun 1967.”

Ini mengacu pada garis gencatan senjata pra-1967, di mana Israel menguasai Yerusalem Barat, sementara Yordania menguasai Yerusalem Timur.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Ceko bulan lalu, mengatakan bahwa pemerintah Ceko akan membuka konsulat kehormatan di Yerusalem pada bulan Mei, dan Pusat Ceko baru pada akhir tahun ini, keduanya di Yerusalem Barat.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa pihaknya menghormati kebijakan Uni Eropa yang “menganggap Yerusalem sebagai ibu kota masa depan baik Negara Israel maupun Negara Palestina di masa depan.”

Ada pula laporan dukungan terhadap pemindahan tersebut, dari bagian pemerintah di Romania.

Menurut surat kabar Israel Haaretz, 32 negara dari 86 negara, menerima undangan untuk merayakan pembukaan kedutaan baru tersebut. Mereka termasuk empat negara Uni Eropa—Hungaria, Republik Ceko, Austria, dan Romania.

Sebelum penarikan besar-besaran kedutaan besar asing pada tahun 1980, Yerusalem menjadi tuan rumah belasan kedutaan. El Salvador dan Kosta Rika adalah dua negara terakhir yang memindahkan markas diplomatik mereka kembali ke Tel Aviv.

Keterangan foto utama: Bendera Israel dan Amerika disaring di dinding Kota Tua Yerusalem, pada 13 Mei 2018, pada malam pembukaan kedutaan AS di Yerusalem. (Foto: Flash90/Yonatan Sindel)

Kedutaan Amerika di Yerusalem: Adakah Negara Lain yang Berencana Pindah Juga?
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top