Hizbullah Lebanon
Timur Tengah

Kelompok Hizbullah Menang Pemilu, Kini Kuasai Parlemen Lebanon

Seorang pria memberi isyarat ketika mengendarai sebuah mobil dengan gambar pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah di dalamnya, pada hari pemilihan di Bint Jbeil di Libanon selatan pada hari Minggu, 6 Mei 2018. (Foto: Reuters/Aziz Taher)
Berita Internasional >> Kelompok Hizbullah Menang Pemilu, Kini Kuasai Parlemen Lebanon

Tim pro-Suriah dan pro-Iran di Beirut, yang dikenal sebagai Aliansi 8 Maret, memenangkan 67 dari 128 kursi, meskipun mantan PM Hariri diperkirakan akan tetap sebagai perdana menteri Lebanon. Kelompok Hariri, PM yang berkampanye untuk melindungi Beirut dari pengaruh Iran, hanya mendapat lima dari 11 kursi di Beirut.

    Baca juga: Setelah Menang di Suriah, Akankah Rusia Lawan Amerika Juga di Lebanon?

Oleh: Sami Moubayed (Asia Times)

Kelompok pro-Suriah, pro-Iran di Lebanon, yang dikenal sebagai Aliansi 8 Maret, baru saja menguasai Parlemen Lebanon, memenangkan 67 dari 128 kursi.

Dalam pemilihan penting yang diadakan pada hari Minggu (6/5), pertama kalinya dalam hampir satu dekade, semua sekutu utama Hizbullah berhasil masuk ke dalam dewan deputi, memberi pukulan berat kepada Perdana Menteri Saad al-Hariri yang didukung Saudi.

Perdana menteri berusia 48 tahun yang sudah menjabat dua kali tersebut berkampanye untuk melindungi Beirut dari pengaruh Iran, dengan Menteri Dalam Negerinya Nihad Mashnouk mengatakan kepada pemilih bahwa dengan memilih Hariri dan kelompoknya, mereka akan memilih “Arabisme atas Persia.”

Untuk menang di ibu kota Lebanon, Hariri membutuhkan 50 persen suara pemilih di Beirut, yang jelas tidak didapatkannya pada hari Minggu.

PM Lebanon Saad al-Hariri memberi isyarat setelah memilih di Beirut pada hari Minggu. Dia diperkirakan akan mempertahankan jabatan sebagai perdana menteri meskipun kehilangan kendali parlemen. (Foto: Reuters/Jamal Saidi)

PM Lebanon Saad al-Hariri memberi isyarat setelah memilih di Beirut pada hari Minggu. Dia diperkirakan akan mempertahankan jabatan sebagai perdana menteri meskipun kehilangan kendali parlemen. (Foto: Reuters/Jamal Saidi)

Hasil Menyedihkan

Jika angka tersebut tercapai, berarti sekitar 105.000 suara Muslim Sunni akan mendukungnya, tetapi banyak warga yang memilih tinggal di rumah, tidak terkesan dengan daftar kandidat atau dengan Hariri sendiri, yang menghabiskan dua tahun penuh hidup dalam pengasingan di Arab Saudi, membiarkan konstituennya bergulat dengan kekhawatiran mereka sendiri, seperti inflasi yang melumpuhkan, limpahan sampah, dan pelanggaran keamanan yang disebabkan oleh “rentetan” konflik Suriah.

Akibatnya, kelompok Hariri hanya mendapat lima dari 11 kursi di Beirut, dengan empat di antaranya akan menjadi sekutu Hizbullah, satu untuk Partai Sosial Progresif pimpinan Druze Walid Jumblatt, dan satu untuk pendatang baru terkemuka, independen Beiruti jutawan Fouad Makhzoumi.

Makhzoumi adalah teman baik dari Saudi, dan begitu juga mantan perdana menteri Najib Mikati, yang mendapatkan semua kursi di Tripoli di Lebanon utara, menandakan bahwa favoritisme lama Saudi Arabia untuk Hariri telah berkurang. Meskipun ia tetap sekutu Saudi di Lebanon, ia tidak lagi satu-satunya sekutu Saudi di negara itu.

Orang-orang garis keras di Arab Saudi merasa kesal dengan kesediaan Hariri untuk bekerja dengan Hizbullah agar dapat mencapai jabatan perdana menteri dua tahun lalu, memberikan dua portofolio kepada para anggota partai.

Mereka memaksanya untuk mengundurkan diri selama kunjungan ke Arab Saudi November lalu, di tengah spekulasi bahwa dia diculik dan dipaksa untuk mundur dari kehendaknya. Tetapi segera setelah kembali ke Beirut, dia menarik pengunduran dirinya dan memperbaiki hubungan dengan Hizbullah.

Apa yang Hariri raih adalah sebuah terobosan kecil di distrik Baalbak-Hermel di Bekka utara, markas Hizbollah tradisional, di mana ia berhasil merebut kursi Muslim dari kendali Hizbullah, bersama dengan kursi Kristen, yang didapatkan oleh sekutunya Samir Gagegea dari Pasukan Lebanon (LF), sebuah partai yang seluruhnya-Maronite yang berafiliasi dengan Hariri’s Future Movement.

Sisa delapan kursi di Baalbak-Hermel didapatkan oleh Hizbullah, berkat 230.000 pemilih Syiah yang keluar untuk memilih calon mereka pada hari pemilihan.

Peringatan Pembelian Suara oleh Saudi

Hizbullah telah meletakkan beban penuh di belakang pemilihan Baalbak-Hermel, yang ditangani secara pribadi oleh Hasan Nasrallah, yang memperingatkan akan adanya dana dari Saudi untuk mencoba membeli pemilih pada hari Minggu, terutama setelah duta besar Arab Saudi untuk Lebanon, Walid al-Boukhari, mengunjungi wilayah itu pada akhir Maret.

Itu menjadi bumerang bagi Hizbollah dan sebagai hasilnya, jumlah pemilih di sana sangat tinggi—mencapai 52 persen. Di Sidon yang merupakan tempat asal Hariri, misalnya, jumlahnya mencapai 32 persen, sedangkan di Tripoli, hanya 28 persen.

Di sisi berlawanan dari spektrum politik, Pasukan Lebanon menang pada hari Minggu, meningkatkan porsi parlemen mereka dari delapan menjadi 15 kursi di 13 distrik.

Mereka berkampanye untuk menentang nasionalisme Kristen Lebanon, mengatakan bahwa mereka menentang berkuasanya Hizbullah, mencatat bahwa senjata seharusnya hanya berada di tangan negara, dan sangat kritis terhadap intervensi Hizbullah dalam konflik Suriah, dengan mengatakan itu telah menarik ISIS dan kelompok jihad lainnya masuk ke dalam negeri.

    Baca juga: Siap Hadapi Perang Lainnya, Akankah Israel dan Lebanon Berperang dalam Waktu Dekat?

Pemimpin mereka Samir Gagegea telah menghabiskan 11 tahun di penjara selama tahun-tahun pengawasan Suriah di Lebanon, hanya untuk dibebaskan kembali pada tahun 2005, setelah pembunuhan mantan perdana menteri Rafik al-Hariri.

Dahulu seorang dokter yang beralih menjadi panglima perang dan kemudian politisi, Gagegea kini membangun dirinya sebagai pemimpin blok parlemen yang mengesankan yang niscaya akan menantang Hizbullah di dalam pemerintahan—terlepas dari siapa yang mengendalikan mayoritas absolut.

Kemenangannya juga merupakan kemunduran bagi Presiden Michel Aoun, pemimpin Kristen lainnya yang juga menentang Tentara Suriah di Lebanon dan menghabiskan bertahun-tahun lama di pengasingan sebelum kembali ke negaranya, juga pada tahun 2005, setelah penarikan paksa Suriah.

Aoun sejak itu memperbaiki hubungannya dengan Suriah dan menciptakan aliansi taktis dengan Hizbullah, melihat bahwa karena lengan mereka, pengaruh dan supremasi numerik, mereka adalah satu-satunya yang mampu menjadikannya presiden—sebuah ambisi yang ia miliki sejak tahun 1980-an.

Dia berjanji untuk melindungi dan merangkul persenjataan mereka, dan mereka berjanji untuk menjadikannya presiden, yang mereka lakukan pada akhir tahun 2016.

Kebangkitan Aoun untuk memenuhi ambisi pribadinya, tetapi membuatnya kehilangan banyak suara di antara orang Kristen Lebanon, yang beralih ke Gagegea dan mendapatkan jaminan terakhirnya. kemenangan pada hari Minggu, dengan mengorbankan Gerakan Patriotik Bebas Aoun (FPM).

Syok untuk Israel

Hasil pemilihan umum mengejutkan semua pemangku kepentingan, terutama bagi Israel. Beberapa jam setelah hasil diumumkan, Menteri Pendidikan Naftali Bennet mengatakan: “Lebanon = Hezbollah” mencatat bahwa Tel Aviv tidak akan membedakan antara negara berdaulat Lebanon dan partai yang sekarang mengontrol Cabang Legislatifnya.

Suriah dan Iran senang, tidak diragukan lagi, tetapi mereka mungkin masih harus berurusan dengan Hariri, yang kemungkinan akan tetap menjadi perdana menteri, karena di bawah konstitusi PM tidak perlu mengendalikan blok besar di parlemen untuk memegang puncak kantor.

Karena kurangnya alternatif Sunni yang lebih baik, Presiden Aoun mungkin akan memanggilnya untuk menciptakan kabinet baru, tetapi dia akan jauh lebih lemah daripada sebelumnya, kehilangan bagian kursi di parlemen.

Keterangan foto utama: Seorang pria memberi isyarat ketika mengendarai sebuah mobil dengan gambar pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah di dalamnya, pada hari pemilihan di Bint Jbeil di Libanon selatan pada hari Minggu, 6 Mei 2018. (Foto: Reuters/Aziz Taher)

Kelompok Hizbullah Menang Pemilu, Kini Kuasai Parlemen Lebanon

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top