militer israel
Timur Tengah

Kepala Militer Baru Israel Janji Pimpin Pasukan yang ‘Mematikan’

Kepala Staf Baru Israel Letjen Aviv Kochavi (tengah), meninjau seorang penjaga kehormatan di Tel Aviv, Israel, pada Selasa, 15 Januari 2019. Kochavi berjanji pada Selasa (15/1) untuk memimpin "tentara yang mematikan, efisien, dan inovatif" saat menghadapi tantangan besar di sepanjang perbatasannya. (Foto: AP/Ariel Schalit)
Berita Internasional >> Kepala Militer Baru Israel Janji Pimpin Pasukan yang ‘Mematikan’

Kepala militer baru Israel Letnan Jenderal Kochavi berjanji akan memimpin pasukan yang ‘mematikan, efisien, dan inovatif’, dalam upacara pelantikannya pada Selasa (15/1) di Tel Aviv. Kochavi menjadi kepala militer ke-22 Israel, menggantikan Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, yang pensiun setelah 40 tahun pelayanan.

Baca Juga: Miliki Militer Kelas Dunia, Apakah Israel Siap Tempur?

Oleh: Aron Heller (Associated Press)

Kepala militer baru Israel yang mulai menjabat pada Selasa (15/1), berjanji untuk memimpin “tentara yang mematikan, efisien, dan inovatif” di masa depan, seiring mereka menghadapi tantangan besar di sepanjang perbatasannya.

Pelantikan Letnan Jenderal Kochavi dilakukan tidak lama setelah pengumuman militer, bahwa mereka telah berhasil menyelesaikan operasinya untuk menghancurkan jaringan terowongan lintas perbatasan yang digali oleh kelompok militan Hizbullah, yang membentang dari Lebanon ke Israel, dan seiring mereka tampaknya mengakhiri ambiguitas atas ratusan serangan yang telah dilakukannya terhadap pasukan Iran di Suriah dalam beberapa tahun terakhir.

Kochavi dipromosikan dari mayor jenderal pada upacara hari Selasa (15/1) di markas militer di Tel Aviv, menjadi kepala militer ke-22 di negara itu. Dia menggantikan Letnan Jenderal Gadi Eisenkot, yang pensiun setelah 40 tahun pelayanan. Panglima militer Israel biasanya melayani hingga empat tahun.

“Saya berjanji untuk mendedikasikan seluruh energi saya pada pendekatan yang menuntut dan kritis untuk memperkuat pertahanan kami, dan menyesuaikannya dengan tantangan saat ini dan masa depan, dengan berfokus pada peningkatan kemampuan menyerang kami melawan musuh-musuh kami dan menempatkan pasukan yang mematikan, efisien, dan inovatif, yang mempertahankan tujuan dan keunikannya,” katanya.

Dalam minggu terakhirnya menjabat, Eisenkot mengawasi penemuan apa yang dikatakan militer adalah terowongan Hizbullah keenam dan terakhir yang menembus Israel. Dia juga mengungkapkan bahwa Israel telah menyerang ribuan target Iran sebagai bagian dari perubahan kebijakan untuk melibatkan Iran secara langsung, dan bukan hanya proksi Hizbullah yang lebih kecil di Lebanon dan Hamas di Gaza.

Israel telah lama menyerukan tindakan keras terhadap Hizbullah yang didukung Iran—sebuah milisi bersenjata lengkap yang berfungsi sebagai pasukan mini dan diyakini memiliki gudang dengan sekitar 150 ribu roket yang dapat menjangkau hampir seluruh Israel.

Dalam beberapa tahun terakhir, Hizbullah telah terlibat dalam pertempuran di Suriah atas nama pemerintah Presiden Suriah Bashar Assad. Tetapi dengan perang yang mereda, para pejabat keamanan Israel khawatir bahwa Hizbullah memfokuskan kembali perhatiannya pada Israel.

Walau Diancam, Tentara Israel Tetap Agresif Lawan Iran di Suriah

Kepala Staf IDF, Gadi Eisenkot, mengunjungi brigade Golani, pada tanggal 7 April 2016. (Foto: Unit Juru Bicara IDF)

Pada upacara di Tel Aviv, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji akan mencegah Iran mendirikan pijakan militer di Suriah pasca-perang sipil, di depan pintu Israel.

Baca Juga: Serang Hizbullah, Israel Beri Peringatan pada Libanon

“Di depan kami berdiri satu unsur utama yaitu Iran dan proksi terornya. Kami telah bertindak dengan cara yang bertanggung jawab dan bijaksana dalam menggagalkan upaya orang-orang yang berusaha untuk menyakiti kami,” katanya. “Saya mendengar kemarin juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan: ‘Iran tidak memiliki kehadiran militer di Suriah, kami hanya menasihati.’ Yah, saya menyarankan mereka untuk keluar dari sana dengan cepat karena kami akan melanjutkan kebijakan agresif kami di sana, seperti yang telah kami janjikan dan kami lakukan, tanpa henti dan tanpa rasa takut.”

Kochavi dan Eisenkot akan bersaing serah terima dengan kunjungan ke Tembok Barat Yerusalem, makan siang dengan presiden, dan pertemuan bersama staf umum.

Kochavi yang berusia 54 tahun sebelumnya menjabat sebagai komandan intelijen militer, kepala komando utara, dan yang terbaru sebagai wakil kepala staf Eisenkot. Dia juga memerintahkan divisi Gaza selama penarikan Israel pada tahun 2005 dari Jalur Gaza.

Sebagai komandan brigade pasukan terjun payung pada awal tahun 2000-an, ia dikreditkan dengan mengembangkan taktik menggunakan palu untuk menghancurkan dinding antara rumah-rumah di kamp-kamp pengungsi Palestina di Tepi Barat, dan untuk menyerang para penembak jitu dari tempat yang menguntungkan di mana mereka bisa menembak pasukan Israel di jalanan.

Keterangan foto utama: Kepala Staf Baru Israel Letjen Aviv Kochavi (tengah), meninjau seorang penjaga kehormatan di Tel Aviv, Israel, pada Selasa, 15 Januari 2019. Kochavi berjanji pada Selasa (15/1) untuk memimpin “tentara yang mematikan, efisien, dan inovatif” saat menghadapi tantangan besar di sepanjang perbatasannya. (Foto: AP/Ariel Schalit)

Kepala Militer Baru Israel Janji Pimpin Pasukan yang ‘Mematikan’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top