Keputusan Trump untuk Hancurkan Kesepakatan Iran Merupakan Serangan terhadap Eropa
Amerika

Keputusan Trump untuk Hancurkan Kesepakatan Iran adalah Serangan terhadap Eropa

Home » Featured » Amerika » Keputusan Trump untuk Hancurkan Kesepakatan Iran adalah Serangan terhadap Eropa

Keputusan Trump untuk mencoba menghancurkan kesepakatan nuklir Iran, dalam pelaksanaannya, kurang lebih sama seperti serangan besar-besaran terhadap kedaulatan negara lain—terutama di Eropa dan Uni Eropa. Mereka kehilangan hak mereka untuk memutuskan kebijakan dan tindakan mereka karena perintah brutal dari negara asing. Ini benar-benar tidak dapat diterima dari sudut pandang Eropa. Hal ini menyebabkan Eropa hanya mematuhi dan menerapkan kebijakan yang mereka tidak setujui.

    Baca juga: Asumsi Berbahaya Di Balik Mundurnya Trump dari Kesepakatan Nuklir Iran

Oleh: Carl Bildt (The Washington Post)

Beberapa gagasan sama sucinya dalam kerja sama internasional Presiden Trump seperti konsep kedaulatan nasional. Strategi Keamanan Nasionalnya mewakili tentang “visi yang indah—dunia yang kuat, berdaulat, dan negara merdeka,” dan Trump sendiri sangat ingin mengulangi beberapa bentuk “kedaulatan” sesering yang dia bisa. Kedaulatan untuk Trump tampaknya berarti bahwa Amerika Serikat dapat melakukan apa pun yang diinginkan tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Ini adalah perwujudan utama dari “Amerika Pertama.” Pada kenyataannya, aktor lain memiliki hak atas kedaulatan mereka, yang dinyatakan dengan bangga oleh Strategi Keamanan Nasional.

Namun keputusan Trump untuk mencoba menghancurkan kesepakatan nuklir Iran, dalam pelaksanaannya, kurang lebih sama seperti serangan besar-besaran terhadap kedaulatan negara lain—terutama di Eropa. Presiden itu kini telah mengatur sanksi ekonomi maksimum untuk diterapkan. Tetapi dengan beberapa pengecualian (Boeing adalah salah satu yang signifikan), sanksi ini tidak benar-benar mempengaruhi bisnis atau kegiatan Amerika. Amerika telah—dengan berbagai cara—terblokir dari berbisnis dengan Iran.

Sebaliknya, beban sanksi menyerang dan mempengaruhi bisnis di Eropa secara langsung. Misalnya, dalam sebuah unggahan di Twitter, Duta Besar Amerika Serikat (AS) yang baru untuk Jerman, dengan cepat memberi perintah kepada perusahaan Jerman tentang bagaimana mereka seharusnya menyikapi hal ini. Ini kurang lebih seperti serangan besar-besaran terhadap kedaulatan negara-negara Eropa dan Uni Eropa. Mereka kehilangan hak mereka untuk memutuskan kebijakan dan tindakan mereka karena perintah brutal dari negara asing—dan diduga bersahabat. Ini benar-benar tidak dapat diterima dari sudut pandang Eropa, ini juga pelanggaran terhadap nasihat Trump sendiri. Hal ini menyebabkan Eropa hanya mematuhi dan menerapkan kebijakan yang mereka tidak setujui.

Kami telah mengalami ini sebelumnya. Suatu waktu, Amerika Serikat mencoba untuk menerapkan apa yang disebut sanksi sekunder untuk perusahaan-perusahaan Eropa yang melakukan bisnis dengan Kuba, salah satunya. Tetapi Uni Eropa menanggapi dengan menggunakan peraturan pemblokiran, yang melarang perusahaan mengikuti perintah dari Amerika Serikat. Akhirnya, solusi untuk menyelamatkan harga diri di perselisihan tersebut ditemukan, dan Amerika Serikat harus mundur.

    Baca juga: Apa Itu Kesepakatan Nuklir Iran: Mengapa Trump Ingin Menghancurkannya?

Ekonomi Eropa pasti bisa bertahan tanpa perdagangan dengan Iran, tetapi kedaulatan Eropa dalam urusan luar negeri hampir tidak dapat bertahan dengan kepatuhan pasif pada perintah baru dari Gedung Putih. Kepatuhan membuat sedikit orang akan mempercayai Uni Eropa sebagai aktor berdaulat dalam kebijakan luar negeri dan keamanan. Saya kira akan ada sedikit kesedihan di Gedung Putih jika itu terjadi. Para pejabat tinggi di sana terkenal membenci upaya negara-negara Eropa untuk mencoba bekerja bersama dalam kerangka Uni Eropa.

Di luar perbedaan pendapat yang mendalam tentang kebijakan yang berkaitan dengan iklim, perdagangan, dan Iran, akan sangat tidak bijaksana apabila meremehkan kerusakan jangka panjang terhadap hubungan transatlantik yang disebabkan oleh serangan Washington terhadap Eropa. Suara-suara kuat sekarang menuntut Eropa untuk membela kedaulatannya agar lebih konfrontatif terhadap Trump. Ini sulit, dan tidak mungkin berhasil sepenuhnya, tetapi sangat mungkin untuk dilakukan. Saya jelas tidak setuju dengan kebijakan Trump tentang kesepakatan nuklir Iran, tetapi saya bahkan lebih menentang serangannya terhadap kedaulatan Eropa.

Carl Bildt adalah mantan Perdana Menteri Swedia dan kolumnis yang berkontribusi untuk The Post.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Presiden Donald Trump menunjukkan memorandum kepresidenan yang ditandatangani di Gedung Putih, setelah mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran, pada tanggal 8 Mei 2018. (Foto: Xinhua/Getty Images/ Ting Shen)

Keputusan Trump untuk Hancurkan Kesepakatan Iran adalah Serangan terhadap Eropa
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top