Rompi Kuning
Eropa

Keringanan Pajak: Jawaban Macron atas Protes Rompi Kuning Prancis

Berita Internasional >> Keringanan Pajak: Jawaban Macron atas Protes Rompi Kuning Prancis

Setelah protes rompi kuning berlangsung secara besar-besaran dan rusuh di Prancis selama empat minggu, Presiden Emmanuel Macron akhirnya memberikan tanggapan. Berbicara dengan suara lembut dan nada lunak, Macron memohon dalam pidato singkat di televisi agar situasi kembali tenang. Dalam pidatonya itu, ia juga menjanjikan keringanan pajak dan peningkatan upah minimum. 

Baca juga: Protes Rompi Kuning: Menteri Prancis Tegur Trump Agar Tak Ikut Campur

Oleh: CBS/AP

Presiden Prancis Emmanuel Macron memecah keheningannya pada hari Senin (10/12) atas protes-protes luar biasa yang mengguncang Prancis dan kepresidenannya selama beberapa pekan belakangan ini. Macron menjanjikan keringanan pajak secara luas bagi para pekerja dan pensiunan, dan mengakui tanggung jawabnya sendiri yang telah mengobarkan kemarahan bangsa.

Berbicara dengan suara lembut dan nada lunak, Macron memohon dalam pidato singkat di televisi agar situasi kembali tenang setelah protes rompi kuning terjadi selama hampir empat minggu, yang dimulai di provinsi-provinsi terabaikan untuk menentang kenaikan pajak bahan bakar dan berlanjut ke kerusuhan di Paris.

“Kita berada di momen bersejarah bagi negara kita,” kata pemimpin Prancis tersebut dari istana presiden Elysee di ibukota Prancis, Paris. “Kita tidak akan melanjutkan arah normal dari kehidupan kita” setelah semua yang terjadi.

Para pengunjuk rasa menuntut agar Macron berbicara secara terbuka mengenai kekhawatiran mereka, tetapi tidak jelas apakah tanggapan yang dia tawarkan akan cukup untuk memadamkan ketidakpuasan. Beberapa perwakilan protes mengatakan bahwa lebih banyak demonstrasi akan diadakan pada hari Sabtu mendatang, menyusul aksi di Paris yang berubah menjadi kekerasan selama dua akhir pekan sebelumnya.

Macron mendeklarasikan “keadaan darurat ekonomi dan sosial,” memerintahkan pemerintah dan parlemen Prancis untuk segera mengambil langkah-langkah untuk mengubah peraturan pajak dan kebijakan lain yang menghantam kondisi finansial kelas pekerja Prancis.

Macron menanggapi beberapa tuntutan para demonstran dengan menjanjikan langkah-langkah yang meliputi:

  • Peningkatan sebesar 100 Euro yang didanai pemerintah dalam upah minimum dimulai pada awal tahun baru.
  • Penghapusan pajak atas upah lembur di tahun 2019.
  • Meminta perusahaan yang menghasilkan laba untuk memberikan bonus akhir tahun bebas pajak kepada karyawan.
  • Memangkas kenaikan pajak pada dana kecil pensiunan, mengakui bahwa hal itu “tidak adil.”

“Saya mengambil bagian dari tanggung jawab saya atas kemarahan yang membakar Prancis,” kata Macron, pengakuan yang tidak biasa bagi seorang presiden yang dituduh tidak peka dan tidak mengetahui situasi terkini. “Saya mungkin telah menyakiti orang-orang dengan kata-kata saya.”

Namun, pemimpin sentris tersebut bersikeras bahwa “penderitaan” para demonstran sama tuanya dengan dirinya, 40 tahun, dan bertepatan dengan Prancis yang berjuang dalam beberapa dekade terakhir untuk mengikuti arus globalisasi. Macron mencela terjadinya kekerasan terkait protes yang menyebabkan ratusan orang mengalami cedera, lebih dari 1.000 penangkapan, dan penjarahan toko-toko di beberapa lingkungan terkaya di Paris.

Pihak berwenang tidak akan menunjukkan “belas kasihan” kepada orang-orang di balik vandalisme dan kerusuhan, kata Macron, menambahkan bahwa “tidak ada kemarahan dalam bentuk apapun yang membenarkan” tindakan menyerang polisi atau menjarah toko.

Keheningan panjang Macron sejak protes pertama bulan November 2018 telah memperburuk kemarahan itu. Banyak pengunjuk rasa berharap hanya mendengar pengunduran diri Macron pada hari Senin (10/12). Sebaliknya, dia tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah. Macron membela kemandirian politiknya dan menggambarkan pengabdiannya untuk melayani Prancis. Tidak ada pemilihan presiden atau parlemen Perancis yang dijadwalkan hingga tahun 2022.

Grafiti yang dicoretkan di seluruh ibu kota Prancis, menyatakan kritik terhadap Macron, mencerminkan sentimen nasional bahwa mantan bankir itu sombong dan tidak memiliki keprihatinan atas kondisi publik. Namun ia bertekad untuk terus berusaha membuat ekonomi Prancis menjadi lebih kompetitif secara global.

Sebelum pidatonya yang disiarkan di televisi, Macron bertemu dengan para politisi lokal dan nasional serta serikat pekerja dan pimpinan bisnis untuk mendengarkan keprihatinan mereka, tetapi tanpa adanya perwakilan dari gerakan protes yang tersebar dan tanpa pemimpin.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berbicara selama pidato khusus untuk seluruh bangsa, yang merupakan komentar publik pertamanya setelah empat minggu aksi protes “rompi kuning” nasional (gilet jaune), hari Senin, 10 Desember 2018, di Istana Elysee, di Paris, Prancis. (Foto: Getty Images)

Peringkat persetujuan Macron

Banyak orang yang menyerukan agar Macron mundur, menurut koresponden CBS News Charlie D’Agata. Peringkat persetujuannya telah anjlok hingga sekitar 20 persen.

Kini para siswa bergabung dalam aksi protes. Kementerian Pendidikan Prancis melaporkan gangguan di sekitar 120 sekolah di seluruh negeri pada hari Senin (10/12), termasuk puluhan sekolah yang diblokade oleh para siswa.

CBS News mengunjungi Université Paris Nanterre, di mana para pelajar memblokade bangunan dan menggelar aksi walkout massal, tepat di tengah ujian akhir. Mereka memprotes reformasi pendidikan yang termasuk kenaikan biaya, terutama untuk mahasiswa asing. Mereka mengatakan kepada bahwa hal itu tidak adil, sekaligus kekhawatiran mereka bahwa itu akan mengarah pada kenaikan biaya sekolah bagi pelajar Prancis. Mereka menarik pagar hingga memblokadi pintu serta memulai keributan dengan penjaga keamanan sekolah.

Aksi para pelajar tidak banyak melibatkan blokade fisik, tapi cukup untuk mengirim pesan bahwa kampus akan ditutup untuk sementara.

Efek protes terhadap musim belanja liburan

Perwakilan bisnis kecil menyesalkan demonstrasi yang berdampak pada bisnis ritel dan perusahaan lain pada puncak musim belanja Natal.

Menteri Keuangan Prancis  Bruno Le Maire mengatakan langkah-langkah baru harus fokus untuk membantu kelas pekerja Prancis.

“Kami siap melakukan gerakan apapun yang berhasil,” katanya di radio RTL. “Yang penting sekarang adalah mengakhiri krisis serta mengembalikan kedamaian dan persatuan di Prancis.”

Dampak protes sejauh ini bisa merugikan 0,1 persen dari produk domestik bruto Prancis pada kuartal terakhir tahun 2018, Le Maire memperingatkan.

“Artinya akan ada lebih sedikit pekerjaan, yakni penurunan kesejahteraan bagi seluruh negeri,” katanya.

Lebih banyak demonstrasi rompi kuning yang direncanakan

Protes rompi kuning dimulai pada bulan November 2018 untuk menentang kenaikan pajak bahan bakar, yang diturunkan Macron sejak pekan lalu, tetapi menumpuk menjadi sejumlah tuntutan yang terkadang bertentangan. Akhir-akhir ini, gerakan tersebut juga menuntut pengunduran diri Macron.

“Macron hanya ada untuk orang kaya, bukan untuk semua orang Prancis,” keluh pensiunan berusia 68 tahun Jean-Pierre Meunuer pada protes hari Sabtu (8/12) di Paris.

Dengan demonstrasi baru yang direncanakan pada setiap hari Sabtu, beberapa petugas polisi yang menghabiskan beberapa akhir pekan di kerumunan dan patroli anti huru-hara menyerukan pembayaran lembur bebas pajak bagi mereka sendiri.

Baca juga: Protes Rompi Kuning Menjalar ke Belgia dan Belanda

Situs-situs wisata utama Paris dibuka kembali pada hari Minggu (9/12), termasuk Museum Louvre dan Menara Eiffel, sementara para pekerja membersihkan berton-ton puing-puing pasca unjuk rasa hari Sabtu (8/12), yang menyebabkan kerusakan secara luas di ibukota dan tempat-tempat lain.

Keterangan foto utama: Media Prancis melaporkan bahwa 136.000 demonstran turun ke jalanan di seluruh negeri pada hari Sabtu, 8 November 2018. Para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning menyaksikan Presiden Prancis Emmanuel Macron di layar televisi di pintu tol di La Ciotat, dekat Marseille, Prancis, hari Senin, 10 Desember 2018. (Foto: Reuters)

Keringanan Pajak: Jawaban Macron atas Protes Rompi Kuning Prancis

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top