Theresa May
Eropa

Kesepakatan Brexit-nya Tak Disetujui Parlemen, Theresa May Terancam Lengser

Berita Internasional >> Kesepakatan Brexit-nya Tak Disetujui Parlemen, Theresa May Terancam Lengser

Posisi Perdana Menteri Inggris Theresa May semakin berada dalam bahaya. Hal ini karena, ia berisiko divoting turun sebagai perdana menteri, jika Parlemen menolak kesepakatan Brexit-nya. May dikabarkan juga tidak memiliki rencana cadangan untuk kesepakatan tersebut.

Baca juga: Donald Trump: Brexit Akan Hentikan Hubungan Dagang AS-Inggris

Oleh: David Goodman (Bloomberg)

Theresa May terancam oleh pemungutan suara yang mungkin akan melengserkannya jika Parlemen menolak kesepakatan Brexit-nya, meningkatkan taruhannya ke tingkat yang lebih tinggi ketika anggota parlemen mulai memperdebatkan rencananya minggu ini.

Berbicara di Sky News pada hari Minggu (2/12), juru bicara Brexit dari Partai Buruh, Keir Starmer, mengatakan bahwa usulan mosi tidak percaya dari partai oposisi “tak dapat dihindari” jika, seperti yang diperkirakan sebelumnya, kesepakatan perdana menteri ditolak. Jika May tidak memenangkan itu juga—yang mungkin akan membutuhkan beberapa anggota parlemen atau sekutu parlemennya sendiri untuk memilih menolak kesepakatan—itu akan membawa Inggris menuju ke pemungutan suara lagi.

Keir Starmer (Foto: AFP/Getty Images/Emmanuel Dunand)

Para anggota parlemen Inggris akan mulai memperdebatkan paket Brexit May minggu ini, sebelum pemungutan suara terakhir pada 11 Desember. Tanda-tanda itu tidak tampak menjanjikan bagi perdana menteri. Semua partai oposisi mengatakan mereka akan menolaknya, seperti juga sekutu-sekutunya di Partai Unionis Demokrat Irlandia Utara dan sekitar 100 anggota Partai Konservatifnya sendiri.

Para pembangkang Partai Tory itu berasal dari kedua belah pihak dalam debat Brexit, dengan Menteri Sains Sam Gyimah—yang mengundurkan diri pada hari Jumat (30/11) dan merupakan pengunduran diri menteri ke-22 sejak pemilu tahun lalu—menjadi menteri pro-Eropa terbaru yang menyuarakan ketidaksenangannya. Inggris dijadwalkan akan meninggalkan Uni Eropa dalam waktu kurang dari empat bulan.

May sendiri sudah tak bisa berkutik. Ia mungkin akan memenangkan suara parlemen mengenai Brexit, dan juga memulai ‘serangan pesona’ untuk memenangkan dukungan publik untuk kesepakatan itu, yang dianggap beberapa orang merupakan latihan kampanye pemilihan ulangnya.

‘Satu-satunya Kesepakatan’

Perdana menteri menolak untuk memberitahu wartawan, yang turut pergi bersamanya ke KTT G20 di Buenos Aires akhir pekan ini, mengenai apakah ia memiliki Rencana B. Berbicara di Sky News pada hari Minggu (2/12), Ketua Partai Tory, Brandon Lewis, mengatakan bahwa “Rencana B adalah Rencana A,” menambahkan “itu adalah satu-satunya kesepakatan yang ada, itu satu-satunya pilihan yang kami miliki.”

Michale Gove pada 2 Desember. (Foto: BBC/Jeff Overs)

Sekretaris Lingkungan Michael Gove, yang berkampanye untuk Brexit, juga memberikan rencana dukungannya pada hari Minggu (2/12). Dia mengatakan kepada BBC bahwa, walaupun kesepakatan May tidak sempurna, memilih untuk menyetujuinya merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Gove mengatakan dia yakin May dapat memenangkan pemungutan suara akhir bulan ini, tetapi perdana menteri tidak akan pergi jika dia kalah.

Preferensi Partai Buruh

Tidak mengherankan bahwa Partai Buruh, yang telah lama menyatakan preferensi untuk pemilihan ulang jika kesepakatan May ditolak Parlemen, tidak setuju. Starmer mengatakan pada hari Minggu (2/12) bahwa jika dia “kehilangan suara secara signifikan maka kepercayaan pada pemerintah harus dipertanyakan.”

“Jika dia kehilangan suara secara signifikan, setelah dua tahun negosiasi, maka harus ada pemilihan umum,” katanya.

Undang-undang Parlemen Berjangka Tetap Inggris menetapkan bahwa, setelah kehilangan mosi percaya, partai-partai akan memiliki waktu dua minggu untuk membentuk pemerintahan lain yang dapat memimpin mayoritas di Dewan Perwakilan. Jika tidak ada yang bisa, pemilihan secara otomatis dilakukan.

Baca juga: Kesepakatan Terbaru Brexit: Bercerai, tapi Tetap Satu Rumah

Ancaman eksplisit dari mosi tidak percaya dapat membantu perdana menteri menjual kesepakatannya kepada partainya sendiri. Bukti taktik itu muncul pada hari Minggu dengan ketua Partai Tory, Lewis, mengatakan bahwa “cara terbaik untuk mencegah” itu adalah “menyetujui kesepakatan ini melalui Parlemen pada 11 Desember.”

Gerakan seperti itu terpisah dari mosi tidak percaya pada perdana menteri sendiri, yang akan dipicu jika 48 anggota partainya sendiri mengirimkan surat kepada Graham Brady, ketua jajaran Komite Konservatif 1922.

Sementara itu, anggota parlemen Konservatif, Nick Boles, yang menganjurkan rencana untuk bergabung dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa, dan menjaga Inggris di dalam pasar tunggal Uni Eropa, mengatakan kepada Sky News bahwa dia telah berbicara dengan enam hingga delapan anggota kabinet tentang proposalnya. Boles mengatakan dia bermaksud untuk menyetujui kesepakatan May, tapi dia pikir May harus undur diri sebelum pemilihan berikutnya.

Keterangan foto utama: Theresa May (Foto: Bloomberg/Jasper Juinen)

Kesepakatan Brexit-nya Tak Disetujui Parlemen, Theresa May Terancam Lengser

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top