Ketegangan China Meningkat, Taiwan Gelar Latihan Militer Lawan Invasi
Asia

Ketegangan China Meningkat, Taiwan Gelar Latihan Militer Lawan Invasi

Pasukan militer Taiwan melakukan latihan di wilayah Kaoshung pada 17 Januari, yang bertujuan untuk melawan invasi bertahap. (Foto: via CNN)
Berita Internasional >> Ketegangan China Meningkat, Taiwan Gelar Latihan Militer Lawan Invasi

Seiring ketegangan dengan China meningkat, Taiwan menggelar latihan militer untuk melawan invasi pada Kamis (17/1). Meskipun Taiwan mengadakan latihan secara teratur, namun latihan perang terbaru ini mempertajam fokus mereka pada kesiapan tempur, seiring Presiden China Xi Jinping meningkatkan tekanan terhadap Taiwan. Meskipun diperintah secara terpisah selama tujuh dekade, namun Beijing masih menganggap negara pulau itu bagian dari wilayahnya, dan secara rutin mengancam penggunaan kekuatan untuk merebutnya kembali.

Oleh: Steven Jiang (CNN)

Baca Juga: Tantang China, Angkatan Laut Taiwan Unjuk Kekuatan Rudal Supersonik

Taiwan mengadakan latihan militer skala besar di pantai baratnya pada Kamis (17/1), di tengah meningkatnya ketegangan antara pulau yang diperintah sendiri itu dengan Beijing.

Ditujukan untuk menggagalkan invasi amfibi, angkatan bersenjata Taiwan mengirim tank, peluncur roket, dan helikopter tempur ke pantai dekat Taichung, untuk latihan tembak langsung pertama di pulau itu tahun ini.

“Militer kami siap menghadapi segala ancaman… termasuk dari Komunis China,” Mayor Jenderal Chen Chung-chi, juru bicara Kementerian Pertahanan Taiwan, mengatakan kepada CNN.

“Latihan ini didasarkan pada prinsip ‘melakukan pelatihan di mana pun perang mungkin pecah,'” tambahnya. “Kami siap untuk mempertahankan wilayah dan kebebasan kami.”

Baik pasukan udara maupun darat mengambil bagian dalam latihan ini, yang secara rutin diadakan di Taiwan. (Foto: Kantor Berita Militer Taiwan)

Chen menolak mengomentari ukuran pasukan atau jenis persenjataan yang terlibat. Tahap pertama latihan tersebut akan berlanjut hingga akhir Januari.

Meskipun Taiwan mengadakan latihan secara teratur, namun latihan perang terbaru ini mempertajam fokus mereka pada kesiapan tempur, seiring Presiden China Xi Jinping meningkatkan tekanan terhadap negara pulau yang diperintah sendiri dan demokratis itu, dengan populasi 23 juta jiwa.

“Reunifikasi adalah tren historis dan jalan yang benar, kemerdekaan Taiwan adalah… jalan buntu,” kata Xi dalam pidato pada Januari.

Menyuarakan pernyataan Xi, seorang jenderal penting China pada Selasa (15/1) mengatakan kepada kepala operasi angkatan laut Amerika Serikat (AS) yang berkunjung, bahwa “jika seseorang mencoba memisahkan Taiwan dari China, militer China akan melakukan apa pun untuk menjaga reunifikasi nasional, kedaulatan nasional, dan integritas wilayah.”

Baca Juga: Lini Masa: Hubungan China dan Taiwan Sejak Tahun 1949

Pemerintah China telah secara teratur mengadakan latihan di sekitar Taiwan, seiring Presiden China Xi meningkatkan tekanan di pulau itu. (Foto: Kantor Berita Militer Taiwan)

Sebuah laporan pemerintah AS yang diterbitkan pada hari yang sama, mengatakan bahwa pemerintah China telah melakukan serangkaian reformasi militer yang ambisius, dan memperoleh teknologi baru selama beberapa tahun terakhir, untuk meningkatkan kemampuan militernya untuk memerangi konflik regional di tempat-tempat seperti Taiwan.

China dan Taiwan berpisah pada tahun 1949 setelah kemenangan Komunis di daratan dalam perang sipil berdarah. Meskipun diperintah secara terpisah selama tujuh dekade, namun Beijing masih menganggap pulau itu bagian dari wilayahnya, dan secara rutin mengancam penggunaan kekuatan untuk merebutnya kembali.

AS mempertahankan hubungan diplomatik formal hanya dengan Beijing, tetapi Taiwan tetap menjadi sekutu penting Amerika di kawasan itu. Di bawah Presiden Donald Trump, hubungan dekat tidak resmi antara AS dan Taiwan telah tumbuh lebih kuat.

Dalam menghadapi ketidaksetujuan Beijing, Washington terus menjual senjata canggih ke pulau itu di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan untuk membela diri melawan militer China yang jauh lebih besar.

Baru-baru ini, pemerintahan Trump membuat marah Beijing dengan mengizinkan produsen AS untuk menjual teknologi kapal selam ke Taiwan, serta memberlakukan UU Perjalanan Taiwan untuk mendorong kunjungan resmi antara AS dan pulau itu.

Keterangan foto utama: Pasukan militer Taiwan melakukan latihan di wilayah Kaoshung pada 17 Januari, yang bertujuan untuk melawan invasi bertahap. (Foto: via CNN)

Ketegangan China Meningkat, Taiwan Gelar Latihan Militer Lawan Invasi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top