Ketegangan Meningkat, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China
Global

Ketegangan Meningkat, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China

China dan AS adalah sumber pengunjung utama satu sama lain. (Foto: Associated Press/Aijaz Rahi)
Berita Internasional >> Ketegangan Meningkat, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China

Di tengah ketegangan yang meningkat, AS mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya yang melakukan perjalanan ke China. Dalam peringatan itu, Washington meminta warga AS untuk meningkatkan kewaspadaan karena ‘penegakan hukum yang sewenang-wenang’. Peringatan ini dikeluarkan setelah warga negara Kanada ditahan pihak berwenang China, yang diduga merupakan pembalasan atas penahanan pejabat eksekutif Huawei di Kanada.

Oleh: Al Jazeera

Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan warganya, bahwa mereka dapat menghadapi tindakan semena-mena oleh pihak berwenang ketika mereka mengunjungi China, dan mendesak mereka untuk “meningkatkan kewaspadaan”.

Pembaruan peringatan perjalanan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Kamis (3/1) tersebut, dikeluarkan menyusul penahanan beberapa warga Kanada di China bulan lalu, di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik, setelah penangkapan seorang eksekutif tinggi di perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huawei, di Kanada.

Pedoman tersebut—yang mempertahankan peringatan di “Tingkat 2″—tidak melarang kunjungan, tetapi memperingatkan tentang pemeriksaan keamanan tambahan dan peningkatan kehadiran polisi di Xinjiang dan Tibet—dua wilayah yang didominasi minoritas, di mana Beijing telah berupaya untuk menerapkan kontrol yang ketat.

Meskipun kalimat peringatan itu sebagian besar sama dengan yang sebelumnya, namun kalimat itu memperingatkan “penegakan hukum lokal yang sewenang-wenang”, larangan tiba-tiba untuk keluar dari negara itu, dan kekerasan terhadap warga negara AS yang merupakan keturunan China.

Ketegangan yang meningkat

Peringatan itu muncul setelah penahanan oleh otoritas China pada bulan Desember terhadap sejumlah warga Kanada, termasuk pengusaha Michael Spavor dan Michael Kovrig, seorang mantan diplomat dan penasihat di wadah pemikir International Crisis Group.

China mengatakan bahwa kedua pria itu dicurigai membahayakan keamanan negara. Sebelumnya pada Kamis (3/1), jaksa penuntut utama China mengatakan bahwa kedua warga Kanada itu “tanpa ragu” melanggar hukum.

Ketegangan antara negara-negara Amerika Utara dan China meningkat setelah polisi Kanada di Vancouver menangkap Meng Wanzhou—kepala keuangan Huawei—pada tanggal 1 Desember, atas permintaan Amerika Serikat.

Jaksa penuntut AS menuduhnya menipu bank tentang transaksi yang terkait dengan Iran, sehingga para pemberi pinjaman berisiko melanggar sanksi Washington.

Baca Juga: Indonesia Tempatkan Personel Militer di Natuna, Dekat Laut China Selatan

Meng Wanzhou, CFO Huawei. (Foto: Reuters/Alexander Bibik)

Penangkapan Meng mengguncang pasar keuangan karena kekhawatiran bahwa itu akan memperburuk ketegangan AS-China, seiring kedua negara itu berusaha untuk menegosiasikan jalan keluar dari sengketa perdagangan pahit yang telah melihat Washington memberlakukan tarif terhadap barang-barang China senilai $250 miliar, dan Beijing merespons dengan cara yang sama.

Baca Juga: Tantang China, Angkatan Laut Taiwan Unjuk Kekuatan Rudal Supersonik

Peringatan China

Dalam peringatan perjalanan AS sebelumnya ke China, yang dikeluarkan pada Januari tahun lalu, Departemen Luar Negeri mendesak warga AS untuk “meningkatkan kewaspadaan” di negara itu karena “penegakan hukum lokal yang sewenang-wenang dan pembatasan khusus terhadap orang-orang dengan kewarganegaraan ganda AS-China”.

Peringatan terbaru kali ini mengulangi peringatan sebelumnya, tetapi juga memperingatkan tentang “larangan keluar” dari China, yang akan melarang warga AS meninggalkan negara itu, dan kadang-kadang menahan mereka di China selama bertahun-tahun.

Beijing tahun lalu tampaknya membalas peringatan perjalanan Washington, dengan mengeluarkan panduannya sendiri bagi warga China yang datang ke AS, memperingatkan risiko penembakan massal dan tingginya biaya perawatan kesehatan, serta perampokan, pemeriksaan dan penyitaan oleh agen bea cukai, penipuan telekomunikasi, dan bencana alam.

“Keamanan publik di Amerika Serikat tidak baik. Kasus-kasus penembakan, perampokan, dan pencurian sering terjadi,” kata Kedutaan Besar China di Washington dalam peringatan yang dipublikasikan pada Juli 2018 di situsnya.

“Wisatawan di Amerika Serikat harus waspada terhadap lingkungan mereka dan orang-orang yang mencurigakan, dan menghindari keluar sendirian di malam hari.”

Meskipun terjadi pertikaian politik yang meningkat, namun kedua negara tetap menjadi sumber pengunjung utama satu sama lain, di mana China sejauh ini merupakan penyedia mahasiswa asing terbesar ke AS.

AS telah memberikan peringatan perjalanan Tingkat 2 ke hampir 60 negara sejak Januari lalu.

Keterangan foto utama: China dan AS adalah sumber pengunjung utama satu sama lain. (Foto: Associated Press/Aijaz Rahi)

Ketegangan Meningkat, AS Keluarkan Peringatan Perjalanan ke China

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top