korut
Asia

Khawatir K-Pop dan Pornografi, Korut Peringatkan Pengaruh Ponsel Pintar

Seorang pria Korea Utara menggunakan ponsel pintar di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Pejabat Korea Selatan memperkirakan bahwa ada enam juta telepon seluler di Korea Utara. (Foto: Associated Press/Wong Maye-E)
Berita Internasional >> Khawatir K-Pop dan Pornografi, Korut Peringatkan Pengaruh Ponsel Pintar

Khawatir atas pengaruh K-Pop, pornografi, hingga dampaknya pada kecurangan siswa di dalam kelas, media Korea Utara Rodong Sinmun memperingatkan pengaruh negatif dari ponsel pintar. Menurut artikel itu, ponsel telah menjadi jalan untuk menanamkan ideologi yang tidak sehat pada siswa. Bahkan, pesan, novel, dan video erotis, serta game elektronik dengan konten kekerasan, dapat menyebar tak terbatas melalui ponsel. Artikel itu tidak mengatakan rencana apa yang akan diambil Korea Utara.

Baca Juga: Korea Utara: Kim Jong-un Kembali Uji Coba Senjata Rahasia Baru

Oleh:  Choe Sang-Hun (The New York Times)

K-pop. Curang saat ujian. Bahkan pornografi.

Korea Utara pada Selasa (18/12) memperingatkan pengaruh ponsel pintar para penduduknya yang terisolasi, seiring perangkat itu telah mulai mengekspos informasi dan tren dari dunia luar pada anak-anak muda.

Di Korea Utara yang tertutup rapat itu, para pejabat Korea Selatan memperkirakan bahwa jumlah ponsel telah meningkat menjadi enam juta sejak tahun 2008, ketika layanan telepon seluler dimulai sebagai joint venture antara perusahaan telekomunikasi Mesir Orascom dan Kementerian Komunikasi Korea Utara. Negara itu memiliki populasi 25 juta jiwa.

Pada Selasa (18/12), surat kabar utama Korea Utara, Rodong Sinmun, menerbitkan sebuah artikel yang mencantumkan “dampak negatif” dari pengenalan ponsel pintar di sekolah-sekolah di seluruh dunia, termasuk penggunaan ponsel selama di kelas, kecurangan saat ujian, dan tersebarnya materi pornografi.

“Ini membuktikan bahwa ponsel telah menjadi jalan untuk menanamkan ideologi yang tidak sehat pada siswa,” katanya. “Kebanyakan pendidik dan orang tua di seluruh dunia percaya bahwa berbagai budaya korup dan reaksioner yang menyebar melalui telepon seluler, membingungkan siswa ketika hal itu membentuk nilai hidup mereka.”

“Yang lebih serius adalah fakta bahwa pesan, novel, dan video erotis, serta game elektronik dengan konten kekerasan, menyebar tak terbatas melalui ponsel,” kata artikel itu.

Artikel itu tidak mengatakan rencana apa yang akan diambil Korea Utara.

Dengan semakin berkembangnya ponsel pintar, pihak berwenang Korea Utara telah berjuang untuk mempertahankan kontrol ketat mereka atas informasi apa yang diterima masyarakat, bahkan saat pemimpin negara itu, Kim Jong-un, telah membantu mendorong penggunaan perangkat tersebut, menurut para pembelot Korea Utara dan para pejabat Korea Selatan.

Dalam foto tahun 2013 dari media milik pemerintah Korea Utara ini, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un (tengah), dikatakan sedang memeriksa pabrik ponsel pintar. (Foto: KCNA)

Korea Utara masih menutup komputer dan ponsel pintarnya dari jaringan komunikasi global, termasuk internet, dan mengontrol semua radio dan TV sehingga mereka hanya bisa menerima siaran pemerintah yang terisi dengan propaganda. Pengendalian informasi semacam ini dipandang sebagai kunci untuk mempertahankan cengkeraman Kim pada kekuatan totaliter dan kultus kepribadian di sekitar keluarganya, yang telah memerintah Korea Utara sejak negara itu didirikan pada akhir Perang Dunia II.

Namun demikian, Korea Utara telah mulai menggunakan ponsel mereka untuk menonton hiburan luar negeri yang diselundupkan dari China, termasuk drama TV Korea Selatan. Dokumen-dokumen tersebut tersebar melalui ponsel pintar dan perangkat mobile lainnya melalui chip memori kecil, atau teknologi pertukaran data nirkabel Bluetooth.

Baca Juga: Korea Utara ‘Sangat Marah’ pada Amerika Serikat

Berbicara kepada Parlemen bulan lalu, Menteri Unifikasi Korea Selatan, Cho Myoung-gyon, mengatakan bahwa masyarakat muda Korea Utara sedang mengedarkan video klip BTS—sebuah boy band terkenal dari Korea Selatan.

Di Korea Utara—di mana tidak ada kebebasan bergerak untuk masyarakat biasa dan hanya sedikit orang yang memiliki mobil atau akses ke telepon—telepon seluler telah menjadi cara baru bagi orang-orang untuk terhubung satu sama lain. Mereka telah menjadi simbol status untuk elit dan penting untuk kelas pedagang yang baru lahir, yang menggunakannya untuk bertukar informasi tentang harga dan mengoordinasikan pengiriman antar-pasar yang bermunculan di bawah pemerintahan Kim, menurut seorang pembelot.

Ponsel juga menjadi sumber pendapatan penting bagi pemerintah Kim. Perusahaan-perusahaan milik negara menjual berbagai merek ponsel China, atau perangkat yang dirakit di Korea Utara menggunakan komponen asing, seharga $100 sampai $300 masing-masing. Kim sendiri telah terlihat memiliki sebuah ponsel pintar dan memeriksa pabrik perakitan telepon—seperti yang dilaporkan di media pemerintah—di tengah perjuangannya untuk mengembangkan sains dan teknologi sebagai sarana untuk menghidupkan kembali perekonomian Korea Utara yang hampir mati.

Tetapi pemerintah Kim juga baru-baru ini mulai memblokir kemampuan Bluetooth di ponsel pintar Korea Utara untuk mencegah menyebarnya dokumen. Pemerintah juga memasang perangkat lunak di ponsel pintar yang mempersulit untuk membuka dokumen luar dan memungkinkan pihak berwenang untuk melacak apa yang telah ditonton pengguna, menurut para pembelot dan pejabat Korea Selatan.

Korea Utara juga menindak penggunaan ponsel yang diselundupkan dari China untuk mendapatkan akses ke internet dan jaringan telepon global.

Ketika digunakan di dekat perbatasan China, telepon tersebut dapat terhubung ke jaringan seluler China. Korea Utara menggunakannya untuk mengoordinasikan operasi penyelundupan melintasi perbatasan dan bertukar pesan teks dan bahkan dokumen video, serta panggilan suara, dengan kerabat yang telah melarikan diri ke Korea Selatan.

Keterangan foto utama: Seorang pria Korea Utara menggunakan ponsel pintar di Pyongyang, ibu kota Korea Utara. Pejabat Korea Selatan memperkirakan bahwa ada enam juta telepon seluler di Korea Utara. (Foto: Associated Press/Wong Maye-E)

Khawatir K-Pop dan Pornografi, Korut Peringatkan Pengaruh Ponsel Pintar

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top