Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara
Asia

Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara

Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara

Kunjungannya ke Korea Selatan dan berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In saat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018 pada Jumat (9/2), menjadi pertanda bahwa Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, menjadi wanita paling berkuasa di Korea Utara.

Oleh: Tom O’Connor (Newsweek)

Kim Yo Jong membuat sejarah pada Jumat (9/2), saat dia berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-In, saat upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2018. Kedatangannya di Korea Selatan—yang menjadi anggota pertama dari keluarga penguasa Korea Utara—merupakan tanda terbaru bahwa adik perempuan pemimpin tertinggi Kim Jong Un tersebut menjadi wanita paling berkuasa di Korea Utara.

Sebelumnya, Kim Jong Un adalah satu-satunya dari persaudaraan keluarga Kim yang menikmati laporan berita utama internasional. Setelah mewarisi takhta keluarganya setelah kematian ayahnya pada tahun 2011, Kim Jong Un dengan mudah mengalahkan saudara-saudara kandungnya—yang mungkin berjumlah enam bersaudara, menurut beberapa laporan. Kakak laki-lakinya yang lebih tua, Kim Jong Nam, dikabarkan telah menjadi calon utama sebelum akhirnya diganti, namun cerita ini telah diperdebatkan, dan Kim Jong Nam dibunuh pada tahun lalu, dalam kejadian yang dicurigai oleh Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan sebagai serangan yang dilakukan oleh Korea Utara, di mana Korea Utara membantah telah terlibat.

    Baca juga: Solusi Teraneh (dan Mungkin Terbaik) untuk Selesaikan Krisis Korea Utara

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, seorang bintang baru telah bangkit dari sebuah dinasti yang mungkin paling tertutup di dunia itu. Kim Jong Un menaikkan jabatan adiknya Kim Yo Jong ke posisi utama pada Oktober lalu dan menjadi wanita paling berkuasa di Korea Utara—walau sedikit yang masih diketahui pasti tentang wanita yang sekarang mewakili Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin tahun ini di Pyeongchang, Korea Selatan tersebut—namun apa yang diamati oleh para ahli, dapat berguna, seiring Kim Yo Jong menjadi tokoh yang semakin penting dalam masyarakat yang didominasi oleh laki-laki.

Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara

Wakil Presiden Mike Pence, perwakilan kepala negara Korea Utara Kim Yong Nam, dan adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, menghadiri upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang, Korea Selatan, pada tanggal 9 Februari. Meskipun hanya berjarak satu kaki, namun ada banyak spekulasi mengenai apakah Pence akan berbicara dengan para pejabat Korea Utara. (Foto: Agensi Berita Yonhap/Reuters)

Menurut North Korea Leadership Watch—sebuah blog yang dikelola oleh kontributor 38 North Michael Madden dari Institut AS-Korea di Sekolah Tinggi Studi Internasional John Hopkins University—Wanita paling berkuasa di Korea Utara tersebut lahir pada tanggal 26 September 1987. Ini akan membuat wanita berusia 30 tahun tersebut, empat tahun lebih muda dari Kim Jong Un, yang dipercaya oleh Madden dan pemerintah AS, telah lahir pada tanggal 8 Januari 1984.

Selain itu, wanita paling berkuasa di Korea Utara itu diyakini sebagai anak termuda dari almarhum pemimpin Korea Utara Kim Jong Il dan istrinya Ko Yong Hui—yang merupakan seorang penari budaya Korea yang lahir di Jepang dan, sewaktu kecil, pindah ke Korea Utara, sekitar satu dekade setelah perang tiga tahun yang menghancurkan, antara Korea Utara dengan Korea Selatan yang didukung AS. Ko Yong Hui diyakini telah bertemu dengan Kim Jong Il setelah Kim sebelumnya pernah menikah dan memiliki seorang putra, Kim Jong Nam, dan satu anak perempuan, Kim Sol Song, dengan wanita yang berbeda.

Setelah Ko Yong Hui melahirkan Kim Jong Chol—yang ketika dewasa menjadi penggemar Eric Clapton—dan pemimpin tertinggi di masa depan Kim Jong Un, Kim Yo Jong menjadi tambahan terakhir bagi keluarga penguasa itu, yang saat itu masih dipimpin oleh pendiri Korea Utara Kim Il Sung, yang meninggal pada tahun 1994. Ketiga saudara kandung itu hidup dalam situasi yang terasingkan dari anggota keluarga lainnya, kemungkinan karena usaha Kim Jong Il untuk menjauhkan mereka dari Kim Il Sung. Kim Yo Jong bergabung dengan kakak laki-lakinya di Bern, Swiss, di mana dia masuk di sekolah dasar swasta pada akhir tahun 1990-an.

Tidak banyak yang diketahui tentang wanita paling berkuasa di Korea Utara itu setelah ia kembali belajar di negeri kelahirannya. Namun, ibunya kemungkinan meninggal karena kanker payudara saat menerima perawatan di Paris pada tahun 2004. Kim Yo Jong ditunjuk sebagai kader junior di Partai Buruh Korea yang berkuasa pada tahun 2007, dan kemudian bekerja di Komisi Pertahanan Nasional dan sebagai sekretaris pribadi ayahnya. Dia menghadiri pemakaman ayahnya pada tahun 2011 dan—setelah kakaknya berkuasa—ia menjadi “salah satu ajudan dekat kakaknya,” yang mengatur “acara publik, rencana perjalanan, dan kebutuhan logistik, serta tugas-tugas lainnya,” menurut unggahan blog North Korea Leadership Watch.

Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan saudara perempuannya Kim Yo Jong menghadiri upacara pembukaan kompleks perumahan yang baru dibangun di Jalan Ryomyong di Pyongyang, Korea Utara, pada tanggal 13 April 2017. (Foto: Reuters/Amir Sagolj)

Wanita paling berkuasa di Korea Utara tersebut terus muncul di sisi kakaknya sebagai sosok yang lebih ceria, dibandingkan Kim Jong Un yang lebih tegas. Dia kebanyakan dilihat sebagai pemain di belakang layar, namun dia muncul dalam sorotan pada bulan Oktober yang lalu, setelah media pemerintah Korea Utara mengumumkan bahwa dia telah dipromosikan sebagai anggota alternatif dari politbiro Komite Sentral Partai Buruh Korea yang berkuasa.

Dalam sebuah birokrasi yang kaku dan tak kenal ampun seperti Korea Utara, sedikit kesempatan yang ada, dan para ahli telah berspekulasi tentang bagaimana kemunculan wanita paling berkuasa di Korea Utara memainkan rencana permainan Kim Jong Un secara keseluruhan, untuk memperkuat kekuasaan atas sebuah sistem yang didominasi oleh para elit ayahnya yang sudah tua, yang beberapa di antaranya mungkin skeptis terhadap kemampuan pemimpin milenial itu untuk memerintah.

Kim Jong Un menjawab kecurigaan ini dengan melakukan pembersihan, termasuk terhadap pamannya Jang Song Thaek, yang dieksekusi mati pada tahun 2013, di saat keponakannya itu menggantikan para petugas tua dengan wajah-wajah yang lebih muda.

    Baca juga: Poster Propaganda Korea Utara Disebar di Korsel Jelang Olimpiade Musim Dingin

Dr. John Park, Direktur Kelompok Kerja Korea di Kennedy School Harvard University, mengatakan bahwa debut diplomatik Kim Yo Jong, dimungkinkan dengan Kim Jong Un memberikan penawaran kepada Korea Selatan saat pidato Tahun Barunya, yang juga merupakan bagian dari upaya Kim Jong Un untuk melakukan perubahan pemerintahan yang lebih muda dan mudah didekati. Para pejabat Korea Selatan telah menerima Kim Yo Jong dengan hangat, dan Kim Yo Jong telah merebut perhatian dari perwakilan kepala negara Korea Utara, Kim Yong Nam, yang berusia 90 tahun.

Park mengatakan kepada Newsweek, bahwa Kim Yo Jong telah menentang spekulasi awal “bahwa dia adalah orang yang ringan atau tidak penting”, dan justru terbukti menjadi bagian dari “generasi baru” pemimpin Kim Jong Un. Kim Jong Un—yang menjadi pemimpin Korea Utara pertama yang mengenalkan istrinya, Ri Sol Ju, kepada publik pada tahun 2012—telah berhasil memperbaiki ekonomi dengan sederhana, dan mencapai kemajuan militer yang tidak pernah terlihat sebelumnya, meski adanya sanksi yang semakin ketat terhadap negaranya karena program senjata nuklir, uji coba rudal, dan laporan terkait pelanggaran hak asasi manusia yang meluas.

Pencapaian ini—yang dipandang sebagai penghalang bagi potensi invasi AS, dan bersamaan dengan usaha Kim Jong Un untuk menjadikan dirinya sebagai reinkarnasi kakeknya yang dipuja di masa-masa kejayaan Korea Utara—dilaporkan memiliki efek yang diinginkan di kalangan masyarakat Korea Utara. Dengan mengirim Kim Yo Jong ke Olimpiade Musim Dingin, Kim Jong Un telah mempresentasikan tampilan tentang apa yang disebut Park sebagai “Korea Utara versi 3.0.”

“Ini adalah saat-saat yang sangat optimis bagi Korea Utara,” tambah Park. “Terdapat perasaan kemakmuran dan harapan.”

Keterangan foto utama: Adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong, bertemu dengan para pejabat Korea Selatan di Incheon, Korea Selatan, pada tanggal 9 Februari. Wajah muda Kim Yo Jong memainkan strategi keseluruhan kakaknya untuk mengubah citra pemerintahannya. (Foto: Agensi Berita Yonhap/Reuters)

Kim Yo Jong, Adik Perempuan Kim Jong Un yang Jadi Wanita Paling Berkuasa di Korea Utara

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top