Kini Saatnya (Amerika) Menerima Nuklir Korea Utara
Amerika

Kini Saatnya (Amerika) Menerima Nuklir Korea Utara

Sebuah foto yang tidak bertanggal yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara pada tanggal 3 September 2017, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di lokasi yang tidak diungkapkan. Media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim sedang memeriksa sebuah bom hidrogen. (Foto: KCNA/KNS via AP)
Home » Featured » Amerika » Kini Saatnya (Amerika) Menerima Nuklir Korea Utara

Ancaman Korea Utara mungkin lebih berbahaya daripada krisis rudal Kuba pada tahun 1962, namun menurut pendapat John Wood, senjata nuklir Amerika lebih besar dan cukup kuat untuk menangkal nuklir Korea Utara yang kecil dan jumlahnya sedikit, dan Korut hanyalah ancaman kecil dibandingkan Uni Soviet dan nuklirnya. Namun, terdapat sebuah opini dari Eugene Robinson yang menyatakan bahwa saatnya Amerika menerima nuklir Korea Utara.

Oleh: John Wood (The Washington Post)

Menanggapi opini Eugene Robinson yang diterbitkan The Washington Post, yang menyatakan bahwa kita harus mengubah cara bicara kepada Korea Utara:

Ancaman Korea Utara mungkin lebih berbahaya daripada krisis rudal Kuba pada tahun 1962. Terjadinya perang nuklir tak terpikirkan oleh kita sejak 1945—dan seharusnya tetap tak terpikirkan saat ini. Argumen Robinson seharusnya membahas secara lebih jauh ke depan. Kita seharusnya sudah menerima kenyataan bahwa usaha diplomatik kita telah gagal menghentikan proyek nuklir Korea Utara dan menerima—betapapun enggan dan takut—kenyataan bahwa Korea Utara adalah kekuatan nuklir. Kuda-kuda telah kabur dari kandang—tindakan apapun sudah tak berguna, dan kini adalah saatnya untuk Amerika menerima nuklir Korea Utara.

Mengingat kerentanan berbahaya di Seoul, tidak ada pilihan militer yang layak. Rezim Korea Utara dengan jelas percaya bahwa memiliki perisai nuklir adalah kepentingan nasionalnya. Sanksi tidak akan berpengaruh.

    Baca juga: Trump: Korea Utara Segera Ancam Amerika dengan Rudal Berhulu Nuklir

Seperti yang dikatakan Presiden Rusia Vladimir Putin baru-baru ini, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un lebih suka rakyatnya “makan rumput” daripada menyerahkan senjata nuklir. Penangkal nuklir bekerja sepanjang Perang Dingin meski ada beberapa kasus mendesak. Kim mungkin ceroboh dan tidak bisa ditebak, tapi dia bukan orang gila. Dia harus tahu bahwa serangan nuklir terhadap kota-kota di AS akan memicu respon yang menimbulkan bencana.

Kita harus segera mengakhiri situasi yang sangat berbahaya dengan saling mengancam, dengan kemungkinan adanya kemungkinan salah perhitungan di berbagai sisi. Adalah kepentingan nasional Amerika menerima nuklir Korea Utara dan membuat asumsi rasional bahwa (serangan) Korea Utara dapat ditahan oleh gudang senjata nuklir kita (Amerika) yang besar.

Serangan pertama Soviet akan jauh lebih mematikan karena senjata nuklir besar yang dimiliki negara itu. Korea Utara, di sisi lain, hanya memiliki sedikit senjata nuklir dan, oleh karena itu, merupakan ancaman yang jauh lebih kecil bagi Amerika Serikat.

    Baca juga: Rudal dan Nuklir Korea Utara: Sebuah Prediksi Mengerikan dari CIA

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: Sebuah foto yang tidak bertanggal yang didistribusikan oleh pemerintah Korea Utara pada tanggal 3 September 2017, menunjukkan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di lokasi yang tidak diungkapkan. Media pemerintah Korea Utara mengatakan Kim sedang memeriksa sebuah bom hidrogen. (Foto: KCNA/KNS via AP)

Kini Saatnya (Amerika) Menerima Nuklir Korea Utara

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top