Negara Palestina
Amerika

Kolombia, Negara Amerika Selatan Terakhir yang Akui Negara Palestina

Para demonstran mengibarkan bendera Palestina selama protes di luar Kementerian Luar Negeri di Bogota. (Foto: AFP/Getty Images/John Vizcaino)
Home » Featured » Amerika » Kolombia, Negara Amerika Selatan Terakhir yang Akui Negara Palestina

Kolombia telah menjadi negara Amerika Selatan terakhir yang mengakui kedaulatan negara Palestina. Presiden yang akan melepaskan jabatannya, Juan Manuel Santos, membuat keputusan tersebut pada minggu lalu. Santos memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai “negara bebas, merdeka, dan berdaulat”.

Baca juga: Donald Trump dan Sekutu Diam-Diam Akan Cabut Status Jutaan Pengungsi Palestina

Oleh: Samuel Osborne (The Independent)

Kolombia telah menjadi negara terakhir yang mengakui negara Palestina, kata Menteri Luar Negeri negara Amerika Selatan itu.

Carlos Holmes mengatakan bahwa presiden yang melepaskan jabatannya, Juan Manuel Santos, membuat keputusan tersebut sesaat sebelum meninggalkan jabatannya pada minggu lalu.

Presiden baru Kolombia, Ivan Duque, mengambil alih jabatan pada Selasa (7/8), dan diberitahu tentang keputusan Santos beberapa hari yang lalu.

Pemerintahnya mengatakan akan mempelajari implikasi keputusan menit terakhir Santos tersebut, yang dirinci dalam surat tertanggal 3 Agustus kepada perwakilan Palestina di Kolombia, kata Kementerian Luar Negeri.

Pemerintah mengakui bahwa keputusan itu sah.

“Mengingat kemungkinan kelalaian yang dapat terungkap tentang bagaimana keputusan ini diambil oleh presiden yang akan keluar, pemerintah akan hati-hati dalam memeriksa implikasinya, dan akan bertindak sesuai dengan hukum internasional,” kata Holmes dalam sebuah pernyataan.

Santos memutuskan untuk mengakui Palestina sebagai “negara bebas, merdeka, dan berdaulat,” menurut surat itu, yang diedarkan kepada para wartawan oleh Kementerian Luar Negeri.

“Sama seperti rakyat Palestina yang memiliki hak untuk membentuk negara merdeka, Israel memiliki hak untuk hidup damai bersama tetangganya,” kata surat itu.

Kedutaan Besar Israel di Bogota mengatakan bahwa pihaknya terkejut dan kecewa.

“Kami meminta pemerintah Kolombia untuk membatalkan keputusan yang dibuat oleh pemerintahan sebelumnya di hari-hari terakhirnya, yang bertentangan dengan hubungan dekat, kerja sama luas di bidang vital, dan kepentingan kedua negara,” katanya dalam sebuah pernyataan yang diunggah ke akun Twitter-nya.

Keputusan itu terungkap ketika Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk PBB, Nikki Haley, mengunjungi Kolombia.

Dia menghadiri pelantikan Duque pada Selasa (7/8), dan pada Rabu (8/8) dia mengunjungi para migran Venezuela di kota perbatasan utara Cucuta.

Demonstrasi Gaza

Para pengunjuk rasa Palestina membawa ban untuk dibakar selama demonstrasi Great March of Return pada tanggal 3 Agustus 2018 di Gaza. (Foto: MEE/Mohammed Asad)

AS—sekutu dekat Israel—mendapatkan lebih banyak informasi tentang situasi ini, namun tidak memiliki komentar segera, kata perwakilan AS untuk PBB tersebut.

AS tidak mengakui negara Palestina, dan Kolombia telah lama menahan diri melakukan itu karena hubungan dekatnya dengan Washington.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, Kolombia telah berusaha untuk memetakan kebijakan luar negeri yang lebih independen, termasuk menyerukan perubahan terhadap kebijakan anti-narkoba yang didukung AS.

Dalam sebuah pernyataan, perwakilan Palestina untuk PBB mengatakan: “Kami berterima kasih kepada pemerintah Kolombia untuk keputusan ini dan kami yakin bahwa itu akan memberikan kontribusi signifikan untuk menghasilkan kondisi yang diperlukan dalam pencarian perdamaian di Timur Tengah.”

Baca juga: Opini: Mesir Mulai Terima Keuntungan dengan ‘Menjual’ Palestina

Palestina telah diakui sebagai negara berdaulat oleh Majelis Umum PBB, Mahkamah Pidana Internasional, dan setidaknya 136 negara lainnya.

Palestina berusaha untuk menciptakan sebuah negara di Gaza, Tepi Barat, dan Yerusalem Timur—wilayah yang direbut Israel dalam perang tahun 1967.

Kolombia adalah negara terakhir di Amerika Selatan yang mengakui kenegaraan Palestina.

Pada bulan Desember, Kolombia abstain dalam pemungutan suara oleh 193 anggota Majelis Umum PBB terkait resolusi yang menyerukan AS untuk membatalkan pengakuannya atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Presiden AS, Donald Trump, telah mengancam akan memangkas bantuan keuangan untuk negara-negara yang mendukung resolusi tersebut.

Keterangan foto utama: Para demonstran mengibarkan bendera Palestina selama protes di luar Kementerian Luar Negeri di Bogota. (Foto: AFP/Getty Images/John Vizcaino)

Kolombia, Negara Amerika Selatan Terakhir yang Akui Negara Palestina

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top