Korea Selatan dan Indonesia Perkuat Ikatan untuk Hindari Efek Perang Dagang
Berita Politik Indonesia

Korea Selatan dan Indonesia Perkuat Ikatan untuk Hindari Efek Perang Dagang

Berita Internasional >> Korea Selatan dan Indonesia Perkuat Ikatan untuk Hindari Efek Perang Dagang

Dalam pertemuan di Seoul, Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae-in dari Korea Selatan membicarakan peningkatan hubungan ekonomi untuk menghindari efek perang dagang. Pemerintahan Moon melihat Indonesia sebagai negara kunci dalam Kebijakan New Southern—sebuah upaya untuk mengurangi ketergantungan pada AS, China, Jepang dan Rusia dengan memperluas hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara dan India.

Oleh: Kim Jaewon (Nikkei Asian Review)

Baca Juga: Opini: Mengapa China Korbankan Warga Kelas Menengah dalam Perang Dagang

Presiden Indonesia Joko Widodo bertemu dengan presiden Korea Selatan, Moon Jae-in di Seoul pada hari Senin (10/9) untuk pembicaraan yang bertujuan untuk meningkatkan hubungan ekonomi saat mereka berusaha untuk melindungi diri dari risiko perang dagang China-Amerika Serikat (AS) yang semakin intens.

Pemerintahan Moon melihat Indonesia sebagai negara kunci dalam Kebijakan New Southern—sebuah upaya untuk mengurangi ketergantungan pada AS, China, Jepang dan Rusia dengan memperluas hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara dan India.

“Kedua pemimpin tersebut akan membahas tentang bagaimana mereka akan bekerja sama untuk memperkuat ‘kemitraan strategis khusus’ mereka,” kata juru bicara presiden di Gedung Biru, Kim Eui-kyeom. “Mereka bertukar pandangan tentang perdagangan dan investasi, infrastruktur, pertanian, kesehatan, pertahanan, kerjasama pembangunan, dan pertukaran budaya dan manusia.”

Analis mengatakan bahwa Indonesia—ekonomi terbesar di Asia Tenggara—memiliki potensi pertumbuhan yang besar bagi Korea Selatan karena pemerintah Joko Widodo memiliki proyek infrastruktur yang dapat dibantu pemerintah Korea Selatan.

Baca Juga: Duterte Salahkan Trump dan Perang Dagangnya Atas Inflasi Filipina

“Indonesia memiliki permintaan besar untuk proyek pembangunan infrastruktur, tetapi negara itu memiliki sumber daya terbatas untuk proyek itu,” kata Shin Min-i, seorang peneliti di Institut Korea untuk Kebijakan Ekonomi Internasional. “Hal ini menawarkan peluang bagi pemerintah Korea Selatan dan perusahaan konstruksi swasta.”

Shin juga menunjukkan bahwa hubungan bilateral ini terbantu oleh popularitas drama Korea dan musik K-pop di kalangan anak muda di Indonesia. Lebih dari 10 artis Korea Selatan, termasuk boy band BTS dan penyanyi G-Dragon telah mengadakan konser di negara itu tahun lalu.

Kementerian Perdagangan telah mengatakan bahwa Joko Widodo recananya akan memberikan pidato di forum bisnis di Seoul pada hari Senin (10/9), dan kedua negara tersebut diperkirakan akan mengumumkan beberapa transaksi bisnis.

Korea Selatan bulan lalu menjadi tuan rumah dialog otomotif pertama dengan Indonesia, di saat ia berusaha untuk menjual lebih banyak mobil di pasar yang didominasi oleh Jepang. Tahun lalu, Jepang memiliki pangsa 97 persen dari pasar otomotif Indonesia, sementara Korea Selatan hanya 0,2 persen, menurut kementerian perdagangan Korea Selatan.

 

Keterangan foto utama: Presiden Korea Selatan Moon Jae-in (kiri) dan Presiden Indonesia Joko Widodo berjalan di Istana Presiden di Bogor, Indonesia tahun lalu (Foto: Reuters)

Korea Selatan dan Indonesia Perkuat Ikatan untuk Hindari Efek Perang Dagang

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top