Korea Utara Terlihat Memperluas Pangkalan Rudal
Asia

Korea Utara Terlihat Memperluas Pangkalan Rudal

Berita Internasional >> Korea Utara Terlihat Memperluas Pangkalan Rudal

Citra komersial menunjukkan, Korea Utara sepertinya membangun pangkalan rudalnya kembali. Pangkalan itu, yang terletak di dekat perbatasan China, diyakini mampu menampung rudal jarak jauh yang bisa, secara teori, menghantam Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan mereka melihat tanda-tanda yang jelas bahwa pangkalan itu sedang diperluas.

Oleh: NPR

Baca Juga: Perpecahan di Korea Selatan atas Korea Utara Ancam Dialog Nuklir Korea

Korea Utara tampaknya telah memperluas pangkalan rudalnya di daerah pegunungan yang terpencil di negara itu, menurut citra satelit komersial baru yang dipelajari oleh para peneliti independen.

Pangkalan itu, yang terletak di dekat perbatasan China, diyakini mampu menampung rudal jarak jauh yang bisa, secara teori, menghantam Amerika Serikat. Para peneliti mengatakan mereka melihat tanda-tanda yang jelas bahwa pangkalan itu sedang diperluas.

“Mereka membangun tempat perlindungan drive-through untuk kendaraan yang akan membawa rudal jarak jauh,” kata Catherine Dill, seorang rekan peneliti senior di Middlebury Institute of International Studies, yang melakukan analisis. “Dan mereka juga membangun pintu masuk terowongan.”

Dave Schmerler, seorang rekan peneliti di Middlebury yang meneliti citra tersebut, mengatakan bahwa masih belum jelas apakah rudal itu sebenarnya telah dikerahkan di situs tersebut.

Menurut citra dari penyedia komersial seperti Planet dan Google Earth, pembangunan tampaknya berlangsung di fasilitas yang sebelumnya sudah ada, pangkalan rudal Yeongjeo-dong, dan situs kedua, yang dikenal sebagai Hoejung-ri, sekitar 7 mil jauhnya. Tidak jelas apakah situs baru itu merupakan perluasan dari pangkalan yang sebelumnya sudah ada atau merupakan pangkalan baru.

Pangkalan itu kemungkinan besar akan digunakan untuk menampung rudal jarak jauh, seperti Hwasong-12 ini, yang mampu mencapai Guam. (Foto: AFP/Getty Images/Kontributor AFP)

Apapun itu, bukti ini jelas menunjukkan bahwa Korea Utara terus memperluas kemampuan rudalnya, kata Dill. Tahun lalu, Korea Utara menguji rudal jarak jauh yang bisa menjangkau ke seluruh benua Amerika Serikat. Secara terpisah, Korea Utara juga menguji senjata nuklir yang kuat.

Korea Utara secara resmi menunda uji cobanya di sekitar waktu pelaksanaan KTT di Singapura antara Presiden Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. Namun, moratorium sukarela itu tidak berlaku bagi pangkalan-pangkalan yang mungkin menampung rudal, kata Dill. Di fasilitas-fasilitas ini, pembangunan tampaknya terus berlanjut. “Mereka telah memulai konstruksi sebelum KTT Singapura dan mereka telah melanjutkannya sejak itu,” kata Dill.

Korea Utara belum menguji coba rudal jarak jauhnya setelah KTT antara Presiden Trump dan Kim Jong Un Korea Utara. Namun Korut terus memperluas pangkalannya untuk misil-misil tersebut. (Foto: MIIS/Google Earth/D. Schmerler)

Pangkalan ini diyakini berfungsi sebagai tempat penampungan peluncur rudal mobile. Jika Korea Utara diserang, truk-truk itu bisa dikerahkan dan dipersenjatai di fasilitas bawah tanah yang kuat itu. Truk-truk tersebut kemudian akan bergerak ke salah satu dari sejumlah situs yang telah ditentukan dan menembakkan rudal mereka ke arah musuh.

Ini adalah pangkalan rudal kedua yang ditemukan oleh peneliti independen dalam beberapa pekan terakhir. Bulan lalu, sebuah kelompok terpisah menemukan pangkalan rudal aktif yang tidak terlalu diketahui publik. Pangkalan itu diyakini memiliki rudal dengan jarak jangkauan yang lebih pendek dari pangkalan yang diumumkan Rabu ini (5/12).

Baca Juga: Korea Utara Ledakkan Pos Penjaga Zona Demiliterisasi di Perbatasan Selatan

Keterangan foto utama: Citra satelit menunjukkan terowongan dan aktivitas konstruksi lainnya di dua lokasi yang diyakini sebagai pangkalan rudal jarak jauh. (Foto: MIIS/PlanetLabs/D Schmerler)

Korea Utara Terlihat Memperluas Pangkalan Rudal

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top