KTT NATO 2018: Semua yang Perlu Kita Tahu
Amerika

KTT NATO 2018: Semua yang Perlu Kita Tahu

Dengan 28 kepala negara lainnya, Trump menandatangani deklarasi NATO sejumlah 23-halaman, yang mencerminkan bulan negosiasi dan perancangan sebelumnya. (Foto: Getty Images/Jasper Juinen)
KTT NATO 2018: Semua yang Perlu Kita Tahu

Pendanaan, Eropa Timur, dan perundingan Trump-Putin yang akan datang, telah mendominasi diskusi menjelang KTT Brussels. Kritikan Trump mungkin akan menambah ketegangan pada hubungan antara sekutu Barat, terutama setelah pertemuan G7 yang bergejolak pada bulan lalu.

Baca juga: Aliansi NATO Lakukan Persiapan Perang Lawan Kapal Selam Rusia

Oleh: Al Jazeera

Puluhan kepala negara dan pemerintahan bertemu di Brussels pada Rabu (11/7), untuk apa yang kemungkinan akan menjadi pertemuan puncak NATO yang ricuh.

Meskipun pertemuan tahunan militer dengan 29 negara anggota tersebut secara tradisional merupakan acara seperti biasa, namun harapannya berbeda tahun ini—terima kasih, sangat besar, kepada Donald Trump.

Menjabat sejak Januari 2017, Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut telah secara terbuka mengkritik banyak praktik NATO, dan sering mengecam karena Washington menghabiskan lebih banyak uang untuk pertahanan daripada negara-negara anggota lainnya.

Kritikan Trump mungkin akan menambah ketegangan pada hubungan antara sekutu Barat, terutama setelah pertemuan G7 yang bergejolak pada bulan lalu.

Berikut adalah beberapa pokok pembicaraan seputar KTT tahun ini.

Pendanaan NATO

Pada Selasa (10/7), ketika dalam perjalanan ke ibu kota Belgia, Trump menulis tweet tentang pendanaan NATO—tema yang berulang kali disebutkan dalam kritiknya.

Sebagian besar negara tidak menghabiskan dua persen PDB yang direkomendasikan untuk pertahanan, sesuatu yang telah berulang kali Trump keluhkan.

Presiden AS tersebut menulis tweet serupa pada Senin (9/7) pagi, mengatakan bahwa pengeluaran Washington yang lebih banyak untuk pertahanan dibandingkan anggota NATO lainnya tidak adil bagi para pembayar pajak AS.

Dia meneruskan tweet itu dengan mengatakan, “Negara-negara NATO harus membayar LEBIH BANYAK, Amerika Serikat harus membayar LEBIH SEDIKIT. Sangat Tidak Adil!”

Pada Selasa (10/7), aliansi tersebut mengatakan bahwa tujuh dari 27 anggota Eropa berada di jalur untuk memenuhi target pengeluaran anggaran dua persen: Inggris, Yunani, Latvia, Estonia, Polandia, Lithuania, dan Romania.

Bersama dengan AS, itu akan membuat total delapan negara, “dibandingkan dengan hanya tiga sekutu pada tahun 2014,” kata Kepala NATO Jens Stoltenberg kepada para wartawan.

Meskipun meningkat, namun para anggota NATO hampir pasti akan diberitahu oleh Trump bahwa pengeluaran mereka masih belum cukup.

Menjelang pertemuan tersebut, Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengkritik Trump karena “mengkritik Eropa hampir setiap hari.”

“Presiden Trump yang terhormat: Amerika tidak memiliki, dan tidak akan memiliki sekutu yang lebih baik daripada Eropa,” kata Tusk pada Selasa (10/7). “Hari ini, negara-negara Eropa mengeluarkan anggaran pertahanan berkali-kali lebih banyak dari Rusia, dan sebanyak China,” tambahnya.

“Amerika tersayang, hargai sekutu-sekutu Anda, bagaimanapun juga Anda tidak punya banyak sekutu,” dia memperingatkan.

Kehadiran NATO di Eropa Timur

Negara-negara Eropa Timur ingin menggunakan KTT tersebut untuk meningkatkan jumlah pasukan yang ditempatkan di negara mereka, sebagai unjuk kekuatan terhadap Rusia.

“Sejak kami bergabung dengan NATO, kami merasa seperti anggota kelas dua dari aliansi ini, karena kami tidak dapat memiliki markas NATO permanen atau bahkan yang sementara di sini”, mantan Duta Besar Polandia untuk Afghanistan Piotr Lukasiewicz mengatakan kepada Al Jazeera.

Kementerian Pertahanan Polandia telah mengusulkan pembentukan divisi lapis baja bersama, yang akan memiliki 15 ribu tentara AS dan total 250 tank dan kendaraan lapis baja.

Mempersiapkan pasukan semacam itu akan menjadi penghalang yang tegas terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai sikap Rusia yang semakin berani dan berbahaya terhadap Eropa.

Negara-negara NATO lainnya juga memperluas kehadiran mereka di Eropa Timur, di mana Kanada mengumumkan akan memperpanjang kehadiran militernya di Latvia selama empat tahun.

Moskow telah memperingatkan akan membalas jika ada ekspansi NATO di sisi Barat.

Terlepas dari upaya untuk meningkatkan kekuatan militer negara-negara Eropa Timur, kritik Trump telah menyebabkan melemahnya kekuatan politik AS di Estonia, di mana Duta Besar AS James D. Melville Jr. mengundurkan diri karena retorika presiden terhadap NATO dan Uni Eropa.

“Bagi Presiden untuk mengatakan bahwa Uni Eropa ‘dibentuk untuk mengambil keuntungan dari Amerika Serikat, untuk menyerang tabungan kami,’ atau bahwa ‘NATO seburuk NAFTA’, tidak hanya salah secara faktual, tetapi membuktikan kepada saya bahwa sudah waktunya untuk pergi,” kata Melville dalam menanggapi komentar yang dibuat oleh Trump, menurut sebuah laporan oleh Foreign Policy.

Pengunduran diri itu terjadi hanya beberapa minggu menjelang KTT pada Rabu (11/7), yang menyoroti bahwa kebijakan Trump tidak hanya memecah para sekutu AS, tetapi juga para pejabat senior AS.

Pertemuan antara Trump dan Putin

Setelah menghadiri KTT NATO, Trump kemudian akan melakukan perjalanan ke Inggris untuk berkunjung, dan kemudian ke Finlandia, di mana dia dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berbicara tentang pertemuannya yang akan datang dalam kunjungan Eropa-nya—termasuk pertemuan pertamanya dengan Presiden Rusia pada tanggal 16 Juli di Helsinki—Trump mengatakan kepada para wartawan, “terus terang, Putin mungkin yang paling mudah dari mereka semua. Siapa yang akan mengira?”

Putin telah melakukan dua pertemuan singkat dengan Trump di sela-sela KTT internasional tahun lalu, tetapi rencana untuk KTT penuh telah ditunda, di tengah penyelidikan FBI dan Kongres terhadap dugaan campur tangan Rusia dalam pemilu AS 2016—yang dicela oleh Presiden AS itu sebagai sebuah “perburuan penyihir.”

Baca juga: Mengapa NATO Dikritik Trump dan Ditentang Rusia

Para sekutu AS yang ingin mengisolasi Putin—seperti Inggris—atau yang khawatir tentang sikap Trump terhadap Rusia, kemungkinan akan terganggu oleh KTT semacam itu.

Namun, Penasihat Keamanan Nasional Trump John Bolton membela pertemuan tersebut, mengatakan bahwa “kontak langsung antara Trump dan Putin adalah kepentingan nasional AS”.

“Terdapat berbagai masalah—terlepas dari perbedaan antara kami—di mana baik Presiden Trump maupun Presiden Putin berpikir bahwa mereka mungkin dapat menemukan solusi yang konstruktif,” katanya.

“Saya ingin mendengar seseorang berkata bahwa itu ide yang buruk.”

Sementara itu, Stoltenberg juga menyambut baik pertemuan antara Trump dan Putin, dan mengatakan bahwa “bagi saya, dialog bukanlah tanda kelemahan. Dialog adalah tanda kekuatan.”

“Ini tentu saja, benar-benar sejalan dengan kebijakan NATO untuk berunding dengan Rusia, untuk bertemu dengan para pemimpin Rusia. Kami tidak menginginkan Perang Dingin baru. Kami tidak ingin mengisolasi Rusia. Kami ingin berjuang untuk hubungan yang lebih baik,” Kata Stoltenberg.

Keterangan foto utama: Dengan 28 kepala negara lainnya, Trump menandatangani deklarasi NATO sejumlah 23-halaman, yang mencerminkan bulan negosiasi dan perancangan sebelumnya. (Foto: Getty Images/Jasper Juinen)

KTT NATO 2018: Semua yang Perlu Kita Tahu

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top