Kunjungan Kejutan Kim Jong-un ke China Sebenarnya tentang Trump
Asia

Kunjungan Kejutan Kim Jong-un ke China Sebenarnya tentang Trump

Berita Internasional >> Kunjungan Kejutan Kim Jong-un ke China Sebenarnya tentang Trump

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un menciptakan rumor sebelum kemungkinan pertemuan puncak kedua kalinya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kunjungan Kim ke China memberi isyarat bahwa ia mungkin akan bermain keras ketika bertemu Trump. Namun fakta lainnya, Xi Jinping dan Kim Jong-un sebenarnya tidaklah saling menyukai.

Oleh: Alex Ward (Vox)

Baca Juga: Diplomat Tinggi Korea Utara di Italia Diam-diam Membelot?

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un melakukan kunjungan mendadak ke China pada hari Senin (7/1) malam. Kunjungan tersebut menjadi indikasi terkuat bahwa Kim bermaksud bermain keras ketika ia bertemu Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertemuan puncak yang direncanakan untuk kedua kalinya dalam rangka membahas program nuklir Korea Utara.

Kedua pemimpin itu diperkirakan akan bertemu dalam beberapa bulan mendatang, kemungkinan di Thailand, Vietnam, atau mungkin Hawaii. Tetapi negosiasi nuklir tetap menemui jalan buntu sejak mereka pertama kali bertemu di Singapura bulan Juni 2018, dengan AS menuntut Korea Utara membongkar program nuklirnya terlebih dahulu sebelum AS mencabut sanksi apa pun terhadap negara itu. Sebaliknya, Korea Utara menuntut sanksi dicabut sebelum Korut dengan serius mulai mengurangi kemampuan nuklirnya.

Dengan sedikit kemajuan diplomatik, kunjungan Kim ke China menunjukkan bahwa Kim ingin memperkuat dirinya sebelum pertemuan berikutnya dengan Trump.

“Kim di luar sana menciptakan pengaruh untuk negosiasi-negosiasi itu dengan bertemu dengan saingan utama musuhnya,” tutur Eric Brewer, yang bekerja di Dewan Keamanan Nasional Trump mengenai Korea Utara.

Jika Kim dapat membuat China memberikan bantuan ekonomi yang ia butuhkan, ia kemungkinan akan kurang tertarik untuk membuat kesepakatan dengan AS. Itu adalah berita buruk bagi harapan Trump untuk melakukan penawaran besar dan berita buruk bagi keamanan global.

Kim membutuhkan China untuk menekan Trump

Sejak tahun 2018, Kim telah berulang kali mengatakan bahwa fokus utamanya adalah meningkatkan perekonomian negaranya. Tujuan itu jauh lebih sulit untuk dicapai karena sanksi yang diberlakukan oleh PBB pada tahun 2017 setelah banyak tes rudal Korea Utara yang provokatif.

Kim tidak berhasil membuat AS mendorong PBB untuk mencabut hukuman finansial itu, jadi ia mungkin akan mencoba opsi terbaik berikutnya: China.

Jung Pak, seorang pakar Korea di lembaga pemikir Brookings Institution di Washington, mengatakan bahwa tujuan Kim adalah meyakinkan Xi agar China bergerak untuk mengakhiri sanksi. Hal itu akan menjadi besar karena China menyumbang sekitar 90 persen dari perdagangan Korea Utara. Secara pribadi melakukan perjalanan ke Beijing untuk bertemu dengan presiden China, dan mungkin memberi Xi ulasan dari KTT dengan Trump, tentu saja merupakan salah satu cara untuk mendapatkan bantuan China.

Keberadaan China di sudut Korea Utara bukanlah cara terburuk bagi Kim untuk menjembatani taruhan sebelum bertemu dengan Trump.

“Kim Jong-un tidak merasa percaya diri tentang pertemuan puncak keduanya dengan Donald Trump, jadi dia berusaha untuk mendekati rekannya dari China [Xi Jinping],” kata Zhao Tong dari Carnegie-Tsinghua Center di Beijing kepada Washington Post pada hari Selasa (8/1). “Ini mengirimkan pesan kepada AS bahwa, bahkan jika AS tidak bekerja sama, bahkan jika mereka menjaga sanksi ekonomi, Korea Utara masih dapat melakukannya dengan baik dengan dukungan China.”

Kim, pada dasarnya, memainkan permainan ganda. Dia membutuhkan dukungan China untuk kesejahteraan umum Korea Utara, tetapi dia juga membutuhkannya jika dia tidak bisa mencapai kesepakatan nuklir untuk sanksi dengan Trump.

Itu masih sulit, karena Xi dan Kim tidak saling menyukai. Para ahli mengatakan Xi telah menawarkan saran kepada Kim tentang bagaimana dia bisa memperbaiki negaranya, saran yang diabaikan Kim secara rutin. Sementara itu, Kim sangat ingin Korea Utara beroperasi dengan sedikit bantuan China, tetapi dia bermain baik dengan China untuk menjaga agar uang tetap mengalir.

Jarak itu memberi Amerika peluang untuk menawarkan bantuan ekonomi kepada Korea Utara. Tetapi jika China dan Korea Utara semakin dekat, peluang itu sebagian besar berakhir.

“Memperbaiki hubungan politik antara Korea Utara dan China tidak akan merusak kampanye tekanan internasional yang dibangun oleh AS,” kata Brewer, yang sekarang berada di pusat think tank Center for a New American Security di Washington.

Baca Juga: Dari Ganja sampai Korea Utara, Ini 9 Isu Besar di Asia Tahun 2019

Keterangan foto utama: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un dan Presiden China Xi Jinping bertemu di Beijing pada tanggal 8 Januari 2019. (Foto: AP/Ahn Young-joon)

Kunjungan Kejutan Kim Jong-un ke China Sebenarnya tentang Trump

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top