warga saudi
Opini

Larangan Riyadh atas Netflx Buruk? Bayangkan Jika Komika-nya Warga Saudi

Berita Internasional >> Larangan Riyadh atas Netflx Buruk? Bayangkan Jika Komika-nya Warga Saudi

Kerajaan Arab Saudi melarang tayangan komedi di Netflix. Hal itu terkesan cukup buruk. Namun coba bayangkan akan seperti apa jadinya, jika komika yang menimbulkan larangan tersebut, Hasan Minhaj, adalah seorang warga negara Arab Saudi?

Baca Juga: Dukungan Trump untuk Saudi Soroti Kebrutalan Doktrin ‘America First’

Oleh: Safa Al Ahmad (The Guardian)

Pemerintah Arab Saudi menunjukkan dengan sangat jelas bahwa perlawanan terhadap rezim adalah sesuatu yang sia-sia. Mereka tidak akan menoleransi pembangkang; mereka tidak tersentuh.

Kerajaan tidak pernah mengklaim sebagai suatu demokrasi—atau bahwa mereka percaya pada kebebasan berpendapat, hak untuk protes, atau hak untuk secara kolektif menuntut hak-hak. Tidak ada kebebasan pers.

Almarhum Raja Abdullah memperkenalkan undang-undang yang tidak menyisakan ruang untuk keraguan tentang posisi tersebut. Raja Salman dan putranya, sang putra mahkota, Mohammed bin Salman, melanjutkan kebijakan tersebut dan memerintah dengan tangan besi.

Undang-undang anti-teror diperkenalkan untuk menghadapi “kejahatan” seperti itu dan menganggapnya sebagai serangan terhadap reputasi negara, membahayakan kesatuan atau stabilitas kerajaan dengan cara apapun, menuai keresahan di masyarakat—dan memutus kepercayaan terhadap penguasa yang digolongkan sebagai kejahatan besar. Kejahatan-kejahatan yang sulit dirumuskan ini dirancang untuk memungkinkan penguasa menangkap siapa saja, untuk alasan apa saja.

Dalam terminologi undang-undang ini, episode satir komika AS Hasan Minhaj di Netflix—yang secara kontroversial diturunkan oleh layanan streaming berbayar itu atas permintaan kerajaan—akan mencontreng semua kotak. Jika Minhaj adalah seorang warga negara Saudi, dia akan dibawa untuk ditanyai.

Semua peralatan elektronniknya akan disita. Semua komentar yang dibuatnya secara online dan pribadi akan diunduh dan dianalisis untuk mengecek apakah dia telah sebelumnya melakukan pelanggaran melawan negara (bahkan jika hal itu legal pada waktu itu dan foto-fotonya akan dicetak di surat kabar-surat kabar lokal dengan stempel merah di atasnya, mencapnya sebagai pengkhianat dan kemungkinan adalah seorang mata-mata untuk musuh luar (Iran).

Dia akan dipermalukan, disiksa, dilecehkan secara seksual, menghilang.

“Apakah media Barat tidak mengatakan kepada kami bahwa satu Arab Saudi yang baru berada di cakrawala? Bahwa Pangeran Muhammad adalah penyelamat generasi kami?” (Foto: Reuters)

Pasukan elektronik Saudi akan digerakkan untuk menganiaya siapapun yang berani membelanya secara online. Pasukan itu akan mempermalukan orang-orang tadi dan keluarga mereka. Menuduh ibunya sebagai mata-mata, seorang pelacur bagi liberal sayap kiri. Mencela latar belakang etnisnya dan menunjukkan bagaimana dia bukan orang Saudi sebenarnya. Merenungkan tentang bagaimana dia sebaiknya mati.

Baca Juga: Arab Saudi Kecam ‘Gangguan’ Senat Amerika

Keluarganya akan menghabiskan waktu berminggu-minggu berusaha menemukannya dalam labirin sistem penjara Saudi. Setelah berbulan-bulan penyangkalan dan keheningan yang menyakitkan, ibunya menangis dan memohon pada pihak berwenang agar mengizinkannya mendengar suara anaknya, untuk tahu apakah ia masih hidup, keluarganya pada akhirnya baru bisa menemuinya.

Dia akan ditarik masuk, dipenuhi memar, dan menggigil. Dia akan bertanya-tanya apakah bekerja untuk Netflix setimpal dengan semua ini. Penderitaan yang ia bawa untuk keluarganya. Harga yang sangat mahal hanya untuk beberapa lelucon.

Jika dia berhasil keluar hidup-hidup, dia mungkin akan mendapat penghargaan untuk “keberanian”. Netflix akan menyatakan bahwa mereka harus “menghormati” peraturan lokal jika ingin bisnis di seluruh dunia. Hasan Minhaj, pada akhirnya, adalah sesuatu yang bisa dibuang.

Teman-temannya di dalam kerajaan akan saling berkirim pesan menggunakan Signal (aplikasi berkirim pesan yang aman) untuk mencari tahu kabarnya dengan khawatir. Apa kabar terbaru? Apa yang bisa kita lakukan? Haruskah kita memprotes dengan risiko akan ditangkap juga? Mereka aka dipenuhi oleh rasa bersalah. Mereka akan merasa hancur. Mereka akan mengalami mimpi buruk setelah menerima kabar penyiksaan dan percobaan bunuh dirinya.

Mereka semua akan secara diam-diam membayangkan bagaimana segalanya menjadi seburuk ini, dan merencanakan pelarian mereka dari kerajaan. Siapa yang memiliki paspor kedua? Dimana kita bisa mencari suaka? Negara mana yang paling banyak menerima warga Saudi? Kanada? Jerman?

Bukankah media Barat mengatakan kepada kita bahwa Arab Saudi baru berada di cakrawala? Lebih banyak kebebasan yang akan diberikan kepada para pemuda? Bahwa kita adalah masa depan dan Pangeran Mohammed adalah revolusioner dan penyelamat generasi kita?

Tidakkah berlebihan menurut Anda? Minhaj tidak akan diperlakukan seperti itu? Bertanyalah pada Jamal Khashoggi. Ya, Anda tidak bisa. Dia sudah mati. Atau lebih tepat, dimutilasi.

Bertanyalah pada Hatoon al-Fassi, Loujain al-Hathloul, Nassima al-Sada, Raif Badawi, Samar Badawi, Waleed Abu al-Khair, Essam al-Zamel dan ribuan lainnya yang masih meringkuk di penjara hari ini. Bertanyalah pada Yaman.

Berhentilah meminta Netflix melakukan apa yang telah gagal dilakukan oleh pemerintah Anda.

Safa Al Ahmad adalah jurnalis dan pembuat film Arab Saudi.

Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini adalah milik penulis sendiri dan tidak mencerminkan kebijakan editorial Mata Mata Politik.

Keterangan foto utama: “Dalam terminologi undang-undang anti-teror Arab Saudi, tayangan satir komika AS Hasan Minhaj, akan mencontreng semua kotak.” (Foto: Brent N Clarke/Invision/AP)

Larangan Riyadh atas Netflx Buruk? Bayangkan Jika Komika-nya Warga Saudi

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top