Latihan Militer NATO: Peringatan untuk Rusia, Kirim Pesan ke Anggota
Global

Latihan Militer NATO: Peringatan untuk Rusia, Kirim Pesan ke Anggota

Berita Internasional >> Latihan Militer NATO: Peringatan untuk Rusia, Kirim Pesan ke Anggota

NATO sedang melakukan latihan militer terbesar sejak Perang Dingin. Latihan ini dilakukan di negara tetangga Rusia, Norwegia, yang mengirimkan pesan pada negara anggotanya bahwa keamanan memiliki konsekuensi. Latihan perang ini juga digunakan sebagai peringatan pada musuh bersama, Rusia.

Baca Juga: Pergerakan Pasukan, Isyarat NATO Persiapkan Kembali Keahlian ala Perang Dingin

Oleh: James Marson (The Wall Street Journal)

Kekuatan kapal perang, pesawat dan marinir NATO menyerbu sebuah pantai di Eropa Utara yang dingin pada Selasa (30/10) untuk mempraktekkan bagaimana memukul mundur penyerbu, bagian dari latihan militer terbesar sejak Perang Dingin.

Unjuk kekuatan ini adalah peringatan bagi tetangga Norwegia, Rusia. Ini juga merupakan pesan untuk negara tuan rumah dan 28 anggota lain dari Organisasi Perjanjian Atlantik Utara: Keamanan memiliki konsekuensi.

Latihan ini menunjukkan bahwa aliansi siap untuk melindungi sekutunya seperti Norwegia, Sekjen NATO Jens Stoltenberg mengatakan Selasa (30/10). “Tentu saja, saya juga berharap bahwa Norwegia akan memberi komitmen mereka untuk NATO dan untuk semua sekutu NATO mereka,” tambahnya, mengacu pada target belanja untuk anggota NATO yaitu 2 persen dari produk domestik bruto.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg telah berusaha untuk menekankan target pada blok itu agar negara-negara anggota dapat menyumbang 2 persen dari PDB ke aliansi. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Jonathan Nackstrand)

Presiden Trump telah membujuk sekutu yang gagal memenuhi target, menegangkan hubungan karena NATO mendukung kemampuan militernya sebagai tanggapan terhadap Rusia yang lebih tegas.

Negara-negara lain dengan perbatasan darat dengan Rusia—Polandia dan negara-negara Baltik—mencapai tujuan dari pengeluaran itu setelah Rusia mencaplok Krimea dan secara diam-diam mengirim pasukannya ke timur Ukraina pada tahun 2014. Sekutu NATO Barat telah menempatkan pasukan di wilayah Baltik, dan aliansi tersebut meningkatkan kemampuan bertarung di sana jika diperlukan.

Norwegia, Jerman dan negara-negara Eropa kaya lainnya mengatakan bahwa mencapai target 2 persen NATO sulit karena jumlah yang terlibat sangat besar.

Ukuran ekonomi Norwegia mempersulit negara itu untuk meningkatkan pengeluaran secepat sekutunya yang lebih kecil atau kurang kaya, Menteri Pertahanan Norwegia Frank Bakke-Jensen mengatakan dalam sebuah wawancara. Norwegia menghabiskan 30 persen lebih banyak untuk pertahanan daripada pada 2013, katanya. Negara ini bermaksud untuk mencapai tujuan 2 persen pada tahun 2024.

Stoltenberg mengatakan kemakmuran bukanlah alasan untuk tidak mencapai target.

“Justru kebalikannya. Kaya bukanlah masalah,” katanya dalam wawancara baru-baru ini. “Saya setuju, 2 persen dari PDB besar lebih dari 2 persen dari PDB kecil. Tetapi Anda harus ingat bahwa jika Anda mengalokasikan 2 persen untuk pertahanan, Anda memiliki 98 persen untuk hal lain. Dan 98 persen PDB besar jauh lebih dari 98 persen dari PDB kecil.”

Beberapa analis mengatakan, membuat Norwegia menghabiskan 2 persen untuk pertahanan mungkin sulit karena itu bukan prioritas bagi banyak warganya. Tidak seperti negara-negara Baltik dan Polandia, Norwegia belum mengalami pendudukan oleh Rusia.

“Orang-orang tidak merasa terancam oleh Rusia,” kata Paal Sigurd Hilde, profesor di Norwegian Institute for Defence Studies, bagian dari pendidikan dan penelitian angkatan bersenjata negara itu. “Mereka tidak mempertimbangkan kemungkinan konflik.”

Norwegia, sebuah negara seukuran California dengan lebih dari 5 juta penduduk, hanya memiliki perbatasan darat 122 mil dengan Rusia, yang telah meningkatkan pengebom strategis dan patroli kapal selam di daerah itu dalam beberapa tahun terakhir. Rusia telah membangun kembali Armada Kapal Utara-nya, yang melibatkan kapal selam paling canggih di negara itu dan berbasis di Severomorsk, belasan mil dari perbatasan dengan Norwegia. Rusia juga telah membuka pangkalan militer baru di Arktik.

Ledakan di dalam air selama latihan militer di Norwegia, yang mengatakan—bersama dengan Jerman dan negara-negara Eropa kaya lainnya—bahwa mencapai target belanja 2 persen NATO adalah sebuah tantangan. (Foto: EPA-EFE/REX/Shutterstock/Gorm Kallestad)

Namun, Bakke-Jensen mengatakan, Rusia “bukan merupakan ancaman militer langsung ke Norwegia saat ini.” Norwegia sedang mencoba untuk menyeimbangkan hubungan dengan Rusia, katanya, dan tetangga itu telah bekerja sama dalam hal persediaan ikan dan memiliki perjanjian pencarian dan penyelamatan.

Baca Juga: Latihan Perang Terbesar NATO Sejak Perang Dingin Kirimkan Pesan pada Musuh

Menteri Pertahanan mengatakan bahwa kekhawatirannya adalah konflik yang dimulai di tempat lain yang dapat menyebabkan Rusia menyerang mereka untuk mempertahankan Armada Utara Rusia.

Norwegia telah merespon dengan memperkuat pertahanannya. Pihaknya telah menerima pengiriman pesanan 40 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin Corp. Mereka memesan empat kapal selam dari Jerman Thyssenkrupp AG dan memesan lima pesawat patroli maritim P-8 dari Boeing Co. untuk melacak kapal selam terbaru Rusia.

Pada pertemuan dengan Trump di Gedung Putih pada bulan Januari, Perdana Menteri Norwegia Erna Solberg disebut-sebut melakukan pembelian alat militer yang berkontribusi terhadap surplus perdagangan AS. Trump menyebut Norwegia “pelanggan yang hebat dan sekutu yang hebat, dan teman yang hebat.”

Norwegia membangun batalion infanteri mekanik di wilayah yang berbatasan dengan Rusia. Norwegia juga mengundang marinir AS untuk ditempatkan di Norwegia secara bergantian tahun lalu, dan kontingen meningkat menjadi 700.

Marinir Prancis dan Inggris bergerak maju selama latihan militer di Byneset dekat Trondheim, Norwegia, pada hari Selasa (30/10). (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Jonathan Nackstrand)

Latihan NATO selama dua minggu ini, yang disebut Trident Juncture melibatkan sekitar 50.000 anggota tentara, 250 pesawat terbang, dan 65 kapal dari NATO dan tetangga Norwegia yang tidak berjauhan, Swedia dan Finlandia. AS telah mengirim sekitar 18.500 anggota tentara.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu telah mengkritik latihan-latihan itu—yang NATO sebut sebagai defensif—sebagai bagian dari latihan ofensif yang meningkat di dekat perbatasan Rusia.

“Skala operasional dan latihan tempur di dekat perbatasan kami semakin meluas, intensitasnya terus meningkat,” katanya pekan lalu.

Rusia mengumumkan uji coba rudal akhir pekan ini di daerah tempat latihan berlangsung. Stoltenberg mengatakan uji coba itu kemungkinan besar tidak menimbulkan bahaya.

Keterangan foto utama: Tentara AS yang berpartisipasi dalam latihan Trident Junrt selama dua minggu yang melibatkan sekitar 50.000 anggota tentara, 250 pesawat terbang dan 65 kapal dari NATO, Swedia dan Finlandia. (Foto: Agence France-Presse/Getty Images/Jonathan Nackstrand)

Latihan Militer NATO: Peringatan untuk Rusia, Kirim Pesan ke Anggota

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top