Latihan Perang Terbesar NATO
Global

Latihan Perang Terbesar NATO Sejak Perang Dingin Kirimkan Pesan pada Musuh

Sekitar 50.000 tentara dari 31 negara mengambil bagian dalam latihan militer tersebut. (Foto: AP/Mindaugas Kulbis)
Berita Internasional >> Latihan Perang Terbesar NATO Sejak Perang Dingin Kirimkan Pesan pada Musuh

NATO mengadakan latihan perang terbesar sejak perang dingin, yang dilaksanakan di Norwegia pada Rabu (24/10) hingga tanggal 7 November mendatang. Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan bahwa latihan perang terbesar NATO itu akan mengirim “pesan yang jelas kepada negara-negara kami dan kepada musuh potensial”.

Baca juga: NATO Gerah: Rusia, China Lakukan Latihan Perang Terbesar Sejak Era Perang Dingin

Oleh: Al Jazeera

NATO telah meluncurkan latihan militer terbesarnya sejak akhir Perang Dingin, di tengah meningkatnya ketegangan antara aliansi keamanan transatlantik tersebut dengan Rusia.

Sekitar 50.000 tentara dari 31 negara—yang terdiri dari 29 negara anggota NATO ditambah Swedia dan Finlandia—mengambil bagian dalam latihan perang terbesar NATO dalam pertempuran melawan pasukan penyerang di Norwegia, mulai Rabu (24/10) dan dijadwalkan akan berlangsung hingga tanggal 7 November.

Ribuan kendaraan militer, ratusan pesawat, dan puluhan kapal, juga akan dikerahkan sebagai bagian dari latihan tersebut, yang secara resmi bernama Trident Juncture 18.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, mengatakan bahwa latihan itu akan mengirim “pesan yang jelas kepada negara-negara kami dan kepada musuh potensial”.

“Dalam beberapa tahun terakhir, lingkungan keamanan Eropa telah memburuk secara signifikan… NATO tidak mencari konfrontasi, tetapi kami siap untuk membela semua sekutu terhadap ancaman apa pun,” kata Stoltenberg kepada para wartawan, saat konferensi pers pada Rabu (24/10).

Terlepas dari kritik oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terhadap anggaran belanja pertahanan anggota-anggota NATO, yang menurutnya tidak cukup, Washington berkontribusi kontingen pasukan individu terbesar dalam Trident Juncture 18.

Panduan NATO menyatakan bahwa negara-negara anggota harus mengalokasikan minimal 2 persen dari produk domestik bruto (PDB) mereka untuk anggaran pertahanan tahunan pada tahun 2024, tetapi banyak dari anggota organisasi tersebut saat ini tidak mematuhinya.

‘Semua orang melihat ke timur’

Latihan pada Rabu (24/10) tersebut dimulai hanya beberapa minggu setelah Rusia melakukan latihan militer terbesarnya sendiri sejak berakhirnya Perang Dingin, yang berakhir dengan pembubaran Uni Soviet pada bulan Desember 1991.

Tahun lalu, Rusia juga melakukan latihan perang bersama Belarus, di dekat perbatasan timur Uni Eropa dan negara-negara anggota NATO, Estonia, Latvia, Lithuania, dan Polandia.

Rusia melakukan latihan militer skala besar di dekat perbatasan timur Uni Eropa tahun lalu. (Foto: AP/Sergei Grits)

 

Dengan latar belakang ketidakpercayaan yang meningkat dengan Moskow, NATO bersikeras bahwa operasi yang sedang berlangsung tidak bertujuan untuk mensimulasikan konflik dengan Rusia, yang berbatasan dengan Norwegia.

Reporter Al Jazeera Alex Gatopoulos, melaporkan dari Norwegia, mengatakan bahwa meski tidak ada yang menyebut Rusia, namun “semua orang melihat ke timur”.

“Kami berbicara tentang latihan dalam keamanan kolektif… kami telah melakukan latihan besar yang dijalankan oleh Rusia selama dua hingga tiga tahun terakhir, dan ratusan ribu pasukan mengintegrasikan pengetahuan yang telah mereka pelajari dan mereka ambil secara operasional dari konflik di Suriah,” ujar Gatopoulos.

“NATO jelas melatih untuk menanggapi ini, tidak hanya untuk membela negara-negara garis depan, tetapi juga untuk merebut kembali negara-negara tersebut jika ada konflik di masa depan,” tambahnya.

Latihan ‘Anti-Rusia’

Beberapa tawaran baru-baru ini dari NATO—termasuk memberi pengarahan kepada Kremlin tentang latihan tersebut dan perpanjangan undangan pemantauan kepada para pejabat Rusia—tampaknya hanya melakukan sedikit untuk menenangkan keluhan Rusia.

Pada Rabu (24/10), Kedutaan Besar Rusia di Oslo mengatakan, pihaknya menganggap Trident Juncture 18 sebagai latihan “anti-Rusia”.

Baca juga: Latihan Perang Vostok 2018 Tunjukkan Batasan dan Kekuatan Hubungan China-Rusia

“Kegiatan seperti itu… tampak provokatif, bahkan jika Anda mencoba untuk membenarkannya sebagai latihan yang murni defensif,” katanya.

Komentar itu muncul setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova—yang berbicara pada awal Oktober—mengecam apa yang disebutnya sebagai “ancaman militer” NATO.

“Semua persiapan NATO ini tidak dapat diabaikan, dan Federasi Rusia akan mengambil tindakan pembalasan yang diperlukan untuk menjamin keamanannya sendiri,” kata Zakharova kepada kantor berita TASS milik pemerintah Rusia pada tanggal 2 Oktober.

“Tindakan yang tidak bertanggung jawab seperti itu pasti akan mengacaukan situasi militer dan politik di utara,” tambahnya.

Ketegangan AS-Rusia

Selama berbulan-bulan, Moskow telah kesal oleh kehadiran militer Barat yang semakin meningkat di kawasan itu, di mana Amerika Serikat dan Inggris—keduanya negara anggota NATO—meningkatkan penempatan pasukan di Norwegia, untuk mengkondisikan pasukan mereka untuk pertempuran dalam cuaca dingin.

Ketegangan antara AS dan Rusia semakin meningkat pada minggu ini, setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia akan mundur dari perjanjian era Perang Dingin, Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

INF—perjanjian kontrol senjata yang berupaya menyingkirkan rudal nuklir berbasis darat dengan melarang semua rudal nuklir dan konvensional dengan kisaran 500 hingga 5.500 km—ditandatangani pada tahun 1987 di KTT Washington antara Presiden AS saat itu Ronald Reagan dan Sekretaris Jenderal Soviet Mikhail Gorbachev.

Washington dan Moskow telah sering melontarkan kritik terhadap kesepakatan itu dalam beberapa tahun terakhir, menuduh satu sama lain pada beberapa kesempatan melanggar ketentuan perjanjian.

Menyusul pertemuan dengan Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton di Moskow pada Rabu (24/10), Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan bahwa Kremlin akan membalas dengan cara yang sama jika AS menarik diri dari kesepakatan tersebut dan menyebarkan rudal di Eropa.

“Jika mereka akan mengirim (rudal) ke Eropa, tentu saja respons kami harus mencerminkan ini,” kata Putin.

Keterangan foto utama: Sekitar 50.000 tentara dari 31 negara mengambil bagian dalam latihan militer tersebut. (Foto: AP/Mindaugas Kulbis)

 

Latihan Perang Terbesar NATO Sejak Perang Dingin Kirimkan Pesan pada Musuh

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top