Latihan Perang Vostok 2018 Tunjukkan Batasan dan Kekuatan Hubungan China-Rusia
Global

Latihan Perang Vostok 2018 Tunjukkan Batasan dan Kekuatan Hubungan China-Rusia

Latihan Perang Vostok 2018 Tunjukkan Batasan dan Kekuatan Hubungan China-Rusia

Rusia akan melakukan permainan perang atau demonstrasi militer yang diberi nama Vostok 2018. Ini akan menjadi demonstrasi terbesar sejak puncak Perang Dingin. Tahun ini, untuk pertama kalinya, pasukan militer China akan berpartisipasi, mengirimkan 3.200 tentara dan 30 pesawat melewati perbatasan ke Rusia timur. 

Oleh: Timothy R. Heath (World Politics Review)

Baca Juga: Vostok 2018: Permainan Perang Terbesar Rusia-China, Peringatan bagi Amerika?

Dalam latihan militer Rusia terbesar sejak puncak Perang Dingin, pemerintah Rusia pekan ini mengerahkan 300 ribu pasukan, 900 tank, dan 1.000 pesawat di Rusia tengah dan timur. Demonstrasi militer, yang disebut dengan “Vostok 2018” atau Latihan Timur 2018 diperkirakan berlangsung selama tanggal 11 hingga 15 September 2018.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, pasukan militer China akan berpartisipasi, mengirimkan 3.200 tentara dan 30 pesawat melewati perbatasan ke Rusia timur. Latihan serupa di era Perang Dingin hanya melibatkan negara-negara bagian Soviet.

Latihan Vostok menyoroti dua hal penting yang tampaknya bertentangan tentang hubungan antara China dan Rusia. Pertama, munculnya kerjasama militer menutupi ketidakpercayaan dan kecurigaan strategis yang mendalam di bawah permukaan. Namun, kedua, terlepas dari keterbatasan yang nyata tersebut, insentif yang kuat dan kurangnya alternatif memberikan landasan kokoh bagi kemitraan strategis lanjutan yang akan datang.

Vostok 2018 menjadi serangkaian gabungan latihan militer China-Rusia yang terbaru selama lebih dari satu dekade. Militer kedua negara telah berlatih bersama sejak tahun 2005. China dan Rusia telah mengadakan latihan angkatan laut bersama setiap tahun sejak 2012, termasuk di dekat masing-masing titik panas (hotspot) kedua negara.

Tahun lalu, China mengirimkan tiga kapal angkatan laut ke latihan bersama pertama dengan pasukan Rusia di Laut Baltik. Pada tahun 2016, kedua angkatan laut melakukan latihan bersama di Laut China Selatan, yang banyak dinilai sebagai tanggapan terhadap putusan oleh Pengadilan Arbitrase Permanen (PCA/Permanent Court of Arbitration) di Den Haag yang menolak klaim teritorial China di perairan sengketa tersebut.

Pernyataan politik yang hangat oleh para pemimpin tertinggi China dan Rusia telah melengkapi berbagai tindakan militer tersebut. Bulan Juni 2018, Presiden China Xi Jinping memberikan “medali persahabatan” pertama kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, menggambarkan pemimpin Rusia sebagai “sahabat terbaik dan paling akrab.”

Dalam kunjungan ke Moskow pada bulan April 2018, Menteri Pertahanan China Wei Fenghe mengatakan ia berharap dapat “memberitahu Amerika mengenai hubungan erat antara angkatan bersenjata China dan Rusia.”

Baca Juga: Permainan Perang Vostok 2018: China Belajar dari Militer Rusia di Suriah

Khawatir dengan perkembangan ini, para komentator telah memperingatkan tentang pertumbuhan keselarasan global antara negara otoriter di China dan Rusia melawan demokrasi liberal Barat, yang dipandang beberapa orang sebagai “poros otokrasi.” Pemerintah Rusia dan China tampaknya bersiap menjadi mitra dalam melawan Barat.

Bulan Juni 2018, keduanya menjadi tuan rumah Iran pada pertemuan Organisasi Kerjasama Shanghai, sebuah blok keamanan regional Asia Tengah yang dipimpin oleh pemerintah China dan Rusia.

Tentu saja, citra kerjasama strategis yang dekat antara kedua negara berlawanan dengan realitas ketergantungan Rusia yang semakin mendalam di China. Hilangnya pasar Barat akibat sanksi dari AS dan Eropa telah berkontribusi terhadap stagnansi ekonomi Rusia yang belum tumbuh dalam jumlah yang cukup besar sejak tahun 2008. Menurut Dana Moneter Internasional, ekonomi Rusia kini telah dilampaui oleh Korea Selatan. Pemerintah Rusia telah menjadi lebih bergantung pada pasar dan teknologi China.

Selain itu, persahabatan antara Xi dan Putin mungkin tulus, tetapi terdapat persaingan dan ketidakpercayaan yang mendidih di bawah permukaan. Kebencian Rusia telah berkembang karena pengaruh China yang semakin meluas di Asia Tengah. Investasi bersama di timur jauh Rusia yang berpenduduk jarang telah menyediakan sumber daya yang dibutuhkan, tetapi juga telah meningkatkan intensitas kekhawatiran Rusia bahwa migrasi China akan segera terjadi, yang mengarah ke “ekspansi wilayah de facto China.”

Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang China masih menyesali kontrol Rusia atas wilayah, seperti pelabuhan Vladivostok, yang dikuasai melalui perjanjian yang tak seimbang di abad ke-19.

Perlu diingat bahwa meskipun partisipasi tahun ini oleh pasukan China tentu tidak biasa dan patut dicatat, seluruh poin dari rangkaian latihan Vostok selama beberapa dekade telah mempersiapkan militer Rusia untuk mempertahankan diri dari kemungkinan serangan mendadak China.

Namun, sangatlah mudah untuk melebih-lebihkan dampak dari keterbatasan ini. Ketegangan yang semakin mendalam dengan Amerika Serikat dan Eropa memberikan dorongan kuat untuk kerjasama kedua negara. Bulan Desember 2017, Strategi Keamanan Nasional AS yang baru melabeli Rusia dan China sebagai “pesaing strategis” yang bertujuan untuk “mengikis keamanan dan kemakmuran Amerika.”

Perang dagang yang meningkat di bawah Presiden AS Donald Trump telah merusak hubungan China-AS. Sementara itu, para pejabat di Washington telah meningkatkan kecaman terhadap berbagai operasi pengaruh China dan upaya untuk menahan lawan-lawan politik China di luar negeri.

Sebagai gejala hubungan AS dan China yang mengkhawatirkan, Undang-undang Otorisasi Pertahanan Nasional terbaru menerapkan ketentuan yang melarang partisipasi China dalam latihan militer pimpinan AS, memperketat kontrol pada teknologi, dan menargetkan campur tangan politik China di negara-negara lain.

Demikian pula, ketegangan antara Rusia dan Amerika Serikat terus meningkat, dengan pemerintah AS mengesahkan lebih banyak sanksi sebagai pembalasan atas campur tangan Rusia dalam pemilu AS tahun 2016 dan tindakan militernya yang sedang berlangsung di Suriah dan Ukraina.

Hubungan Rusia dengan Uni Eropa, yang telah tegang akibat aneksasi Krimea, telah memburuk lebih jauh sejak Maret 2018, ketika Uni Eropa dan AS mengusir sejumlah diplomat Rusia sebagai tanggapan atas insiden keracunan mata-mata Rusia di Inggris selatan.

China dan Rusia juga sama-sama menghadapi situasi keamanan yang kompleks, dibentuk oleh campuran kerusuhan domestik, pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan ancaman trans-nasional. Mengingat bahwa tidak satu pun dari kedua negara memiliki mitra alternatif yang tersedia dengan kekuatan dan jangkauan mereka, China dan Rusia kemungkinan akan terus memandang hubungan kerjasama sebagai suatu keharusan, apapun perbedaan mereka.

Dalam beberapa hal, kemitraan ad hoc China dan Rusia menghadirkan citra terbalik hubungan Amerika dengan negara-negara sekutu Eropanya. Pernyataan solidaritas resmi dari pemerintah China dan Rusia menyamarkan ketidakpuasan dan kecurigaan yang berakar kuat, sementara pernyataan resmi antara Trump dan para pemimpin Eropa nyaris tidak mengungkapkan hubungan trans-Atlantik yang sangat melembaga, meski mengkhawatirkan.

Namun, dalam kedua kasus tersebut, berbagai negara telah berusaha memperluas ketentuan kerjasama dengan mitra lama mereka sambil mengelola perbedaan struktural dan titik ketegangan. Keterbatasan hubungan China-Rusia seharusnya tidak mengurangi daya tahan mereka. Ketika berbagai negara bergulat dengan efek sistem Internasional yang semakin tidak pasti dan tidak stabil, mereka berupaya mencari teman dengan manfaat terbatas, yang jauh lebih masuk akal daripada tidak memiliki teman sama sekali.

Timothy R. Heath adalah seorang pembela senior dan peneliti Internasional di lembaga non-profit dan non-partisan RAND Corporation.

Keterangan foto utama: Tentara dan peralatan militer China tiba di stasiun Zabaikalsk, untuk berpartisipasi di permainan perang Vostok, 26 Agustus 2018. (Foto: Evgeny Yepanchintsev for Sputnik via AP Images)

Latihan Perang Vostok 2018 Tunjukkan Batasan dan Kekuatan Hubungan China-Rusia

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top