Linimasa Hubungan Donald Trump dan Palestina yang Kian Memburuk
Timur Tengah

Linimasa Hubungan Donald Trump dan Palestina yang Kian Memburuk

Linimasa Hubungan Donald Trump dan Palestina yang Kian Memburuk

Hubungan Amerika Serikat dan Palestina makin memburuk, karena berbagai faktor. Dari pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel hingga penutupan misi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), berikut daftar langkah AS sejak Donald Trump mengambil alih jabatan. 

Baca Juga: Pemotongan Dana Bantuan Amerika Bisa Berarti Bencana bagi Palestina

Oleh: Al Jazeera

Amerika Serikat (AS) mengatakan akan menutup kantor diplomatik Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) di Washington DC, karena penolakan Otoritas Palestina untuk terlibat dalam perundingan dengan Israel yang ditengahi AS—yang merupakan langkah terbaru dalam serangkaian langkah-langkah dalam menentang kepemimpinan Palestina.

Langkah pada Senin (10/9) tersebut, datang di tengah hubungan yang memburuk antara kedua belah pihak. Hal ini terjadi setelah pengakuan kontroversial Presiden AS Donald Trump terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel tahun lalu dan pemindahan kedutaannya ke sana.

Keputusan itu menarik kecaman universal dari para pemimpin dan kritikus Arab di seluruh dunia, sementara para pemimpin Palestina—yang melihat Yerusalem Timur sebagai ibu kota negara masa depan mereka—mengatakan bahwa AS telah menarik diri “dari meja perundingan” sebagai mediator perdamaian.

Sejak Trump menjabat pada tanggal 20 Januari 2017, Israel—sekutu tradisional AS yang menerima $3,1 miliar dalam bantuan militer tahunan dari Washington (tahun depan, angka itu akan meningkat menjadi $3,8 miliar di bawah kesepakatan 10 tahun yang disepakati oleh mantan Presiden AS Barack Obama )—telah mengambil serangkaian tindakan yang telah dikritik sebagai “rasis” dan “diskriminatif” terhadap rakyat Palestina.

Trump sementara itu diperkirakan akan mengungkap rincian dari apa yang telah lama disebut sebagai “kesepakatan abad ini” untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Menurut laporan, kesepakatan itu melarang kembalinya lebih dari lima juta pengungsi Palestina, dan menghapus status Yerusalem dari negosiasi.

Berikut adalah garis waktu keputusan penting AS terkait Palestina sejak Trump mengambil alih jabatan.

2017:

16 Februari: Trump membatalkan komitmen jangka panjang AS untuk solusi dua negara, dan mengatakan bahwa dia akan mendukung solusi satu negara setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

24 Maret: Senat AS menyetujui penunjukan David Friedman—seorang pendukung dan pendonor untuk pemukiman ilegal di tanah Palestina yang diduduki—sebagai Duta Besar Washington untuk Israel.

6 Desember: Trump mengumumkan keputusan kontroversial untuk memindahkan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem, dan secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, yang melanggar kebijakan AS selama puluhan tahun.

2018:

3 Januari: Trump mengancam akan memangkas bantuan untuk rakyat Palestina dalam serangkaian unggahan di Twitter, dan mengutip keengganan mereka “untuk berunding damai”.

17 Januari: Pemerintah AS memangkas lebih dari setengah dana yang direncanakan ($65 juta dari paket bantuan sebesar $125 juta) untuk UNRWA—badan PBB untuk para pengungsi Palestina yang melayani lebih dari lima juta pengungsi terdaftar.

14 Mei: Kedutaan Besar AS secara resmi dibuka di Yerusalem pada hari yang sama ketika Palestina memperingati 70 tahun sejak Nakba atau “Malapetaka”—pembersihan etnis kota-kota Palestina oleh paramiliter Zionis pada tahun 1948, juga malam ketika negara Israel didirikan.

Baca Juga: Pompeo: ‘Perdamaian Israel-Palestina Masih Menjadi Prioritas Amerika’

19 Agustus: Menantu Trump, Jared Kushner—yang ditugaskan bersama utusan Jason Greenblatt untuk menghidupkan kembali proses perdamaian yang macet pada tahun 2017—memulai tur Timur Tengah untuk membangun dukungan untuk rencana perdamaian Israel-Palestina yang belum diumumkan.

25 Agustus: AS memangkas bantuan ekonomi sebesar $200 juta untuk rakyat Palestina, setelah sebelumnya merencanakan untuk menyediakan $251 juta untuk pemerintahan yang baik, kesehatan, pendidikan, dan pendanaan untuk masyarakat sipil, dalam anggaran tahun 2018 saat ini.

31 Agustus: Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya menghentikan semua pendanaan untuk UNRWA setelah menentukan bahwa organisasi tersebut melakukan “operasi cacat yang tidak dapat ditebus”.

9 September: AS memangkas salah satu program bantuan terakhir yang tersisa ($25 juta dalam bantuan keuangan) untuk jaringan enam rumah sakit di Yerusalem Timur yang diduduki.

10 September: AS menutup misi PLO untuk Washington DC, atas penolakan Otoritas Palestina untuk terlibat dalam perundingan dengan Israel yang dipimpin AS.

Keterangan foto utama: Trump telah selama beberapa tahun terakhir berjanji akan memperkuat hubungan dengan sekutu tradisional AS, Israel. (Foto: Reuters/Kobi Gideon)

Linimasa Hubungan Donald Trump dan Palestina yang Kian Memburuk

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top