Lion Air
Berita Politik Indonesia

Lion Air Akhiri Pencarian Kotak Hitam Pesawat JT610

Para kerabat menangis ketika mereka berdoa untuk korban pesawat Lion Air yang jatuh di Laut Jawa, selama konferensi pers di Jakarta, Indonesia, pada 5 November 2018. (Foto: AP)
Berita Internasional >> Lion Air Akhiri Pencarian Kotak Hitam Pesawat JT610

Lion Air pada Sabtu (29/12) mengakhiri pencarian kotak hitam pesawat Lion Air JT610 yang jatuh ke Laut Jawa pada tanggal 29 Oktober lalu, di mana kotak hitam itu dapat memberikan petunjuk penting tentang tindakan pilot sebelum pesawat jatuh. Namun seorang juru bicara Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pada Kamis (3/1), bahwa badan tersebut akan memulai pencarian sendiri secepatnya untuk menemukan kotak hitam itu.

Baca juga: Lion Air JT610: Pilot Berjuang Lawan Sistem Keamanan Otomatis

Oleh: Reuters

Lion Air telah mengakhiri pencariannya untuk perekam suara kokpit (CVR) dari pesawat Boeing 737 MAX-nya yang jatuh ke Laut Jawa pada bulan Oktober, yang menewaskan semua 189 orang di dalamnya. Namun, para penyelidik Indonesia mengatakan bahwa mereka berencana untuk meluncurkan penyelidikannya sendiri.

Kontak dengan penerbangan JT610 hilang 13 menit setelah pesawat itu lepas landas pada tanggal 29 Oktober, dari ibu kota Jakarta menuju utara ke kota penambangan timah Pangkal Pinang.

Puing-puing utama pesawat dan CVR—salah satu dari dua yang disebut kotak hitam—tidak ditemukan dalam pencarian awal. Lion Air mengatakan pada bulan Desember, bahwa pihaknya mendanai pencarian senilai Rp38 miliar, menggunakan kapal lepas pantai MPV Everest. Pencarian menggunakan kapal tersebut berakhir pada Sabtu (29/12), Danang Mandala, juru bicara Lion Air Group, mengatakan.

Namun seorang juru bicara Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan pada Kamis (3/1), bahwa badan tersebut akan memulai pencarian sendiri secepatnya untuk menemukan kotak hitam itu.

CVR cenderung memiliki petunjuk penting yang dapat memberi para penyelidik informasi tentang tindakan para pilot.

Juru bicara KNKT mengatakan bahwa negosiasi dengan angkatan laut Indonesia sedang dilakukan untuk menggunakan kapal angkatan laut, untuk meluncurkan kembali pencarian kotak hitam kedua sesegera mungkin.

“Mungkin minggu depan. Ini tidak akan semewah MPV Everest (yang disubsidi Lion) tetapi akan dilengkapi dengan detektor CVR dan kami sudah memiliki kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh,” kata juru bicara Komisi tersebut.

Waktu terus berjalan dalam pencarian ping akustik dari L3 Technologies Inc. CVR yang dipasang pada pesawat tersebut. CVR ini memiliki suar selama 90 hari, seperti yang ditunjukkan oleh brosur online produsennya.

Evakuasi Lion Air

Sebuah foto dari media Indonesia detikcom menunjukkan para pejabat yang menampilkan bagian dari pencatatan data penerbangan Lion Air JT 610 setelah dievakuasi dari Laut Jawa pada hari Kamis, tanggal 1 November 2018. (Foto: AFP/Getty Images/Pradita Utama)

Laporan awal oleh KNKT fokus terhadap perbaikan dan pelatihan pesawat, serta sistem respons anti-mogok Boeing terhadap sensor yang baru saja diganti, tetapi tidak memberikan alasan untuk perbaikan itu.

“Walau kami mengapresiasi fakta bahwa Lion Air Group mengeluarkan kapal MPV Everest, namun kami kecewa karena tidak ada hasil aktual,” Anton Sahadi, kerabat korban kecelakaan pesawat, mengatakan kepada Reuters melalui pesan teks.

“Sudah membuang-buang uang, waktu, dan kapal canggih… selama beberapa minggu, kami keluarga korban hanya diberikan janji palsu oleh Lion Air,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia tidak percaya diri dengan upaya pemerintah.

Keluarga co-pilot Indonesia pada penerbangan itu, mengajukan gugatan kematian pada Jumat (28/12) terhadap Boeing di Chicago, yang menambah proses pengadilan bagi perusahaan pembuat pesawat itu.

Gugatan itu menuduh bahwa pesawat Boeing 737 MAX yang dioperasikan Lion Air itu berbahaya karena sensornya memberikan informasi yang tidak konsisten kepada pilot dan pesawat.

Setidaknya dua tuntutan hukum lainnya telah diajukan terhadap Boeing di Chicago oleh para kerabat korban.

Ada juga beberapa perdebatan di antara para ahli mengenai keputusan pihak berwenang Indonesia untuk meminta Lion Air untuk membayar pencarian yang berakhir pada Sabtu (29/12).

Baca juga: Indonesia Akhiri Identifikasi Korban Kecelakaan Lion Air

Para ahli keselamatan penerbangan mengatakan bahwa badan investigasi kecelakaan udara biasanya memimpin pencarian kotak hitam dengan dana publik untuk memastikan independensi proses, dan bahwa ini tidak biasa untuk menyerahkan tugas kepada salah satu pihak dalam penyelidikan.

Para penyelidik Indonesia sebelumnya mengatakan bahwa masalah birokrasi dan masalah pendanaan telah menghambat pencarian CVR Lion Air dan mereka meminta bantuan maskapai tersebut.

Pada tahun 2007, upaya untuk menemukan kotak hitam dari pesawat Adam Air yang jatuh tertunda oleh perselisihan antara Indonesia dan maskapai penerbangan tersebut mengenai siapa yang harus menanggung biayanya.

Keterangan foto utama: Para kerabat menangis ketika mereka berdoa untuk korban pesawat Lion Air yang jatuh di Laut Jawa, selama konferensi pers di Jakarta, Indonesia, pada 5 November 2018. (Foto: AP)

Lion Air Akhiri Pencarian Kotak Hitam Pesawat JT610

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top