Pilpres 2019
Berita Politik Indonesia

Generasi Baru Pemimpin Perempuan Indonesia di Pilpres 2019

Berita Internasional >> Generasi Baru Pemimpin Perempuan Indonesia di Pilpres 2019

Sepanjang sejarah pemilihan umum di Indonesia, para pemilih belum pernah secara langsung memilih presiden perempuan. Namun, Pilpres 2019 menjadi momen pergeseran politik ketika ada lebih banyak perempuan terkemuka yang menjadi petinggi partai hingga mencalonkan diri untuk jabatan. Berikut ini nama-nama politisi perempuan paling berpengaruh di Indonesia menjelang pemilu bulan April mendatang seperti yang dirangkum oleh The Straits Times.

Baca juga: Pilpres 2019: Jokowi Selaras dengan AS, tapi Prabowo Akan Disukai Trump

Oleh: The Straits Times

Megawati Sukarnoputri

Megawati Sukarnoputri. (Foto: Bloomberg)

Megawati Sukarnoputri menjadi satu-satunya presiden wanita di Indonesia setelah mantan presiden Abdurrahman Wahid, dikenal sebagai Gus Dur, dimaksulkan oleh DPR karena ketidakmampuannya memimpin. Berusia 72 tahun, Megawati mungkin sudah terlalu tua untuk berkesempatan mencalonkan diri di Pilpres 2019. Namun, sebagai pendiri Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang berkuasa, ia memutuskan siapa yang akan menjadi calon dari partainya untuk berbagai jabatan penting seperti gubernur, bupati, dan walikota.

Megawati terakhir kali berlaga dalam pemilu tahun 2004 dan 2009, kalah dua kali dari Susilo Bambang Yudhoyono.

Siti Hediati Hariyadi

Siti Hediati Hariyadi. (Foto: AFP)

Dijuluki Titiek Suharto, Siti Hediati Hariyadi adalah salah satu dari enam anak mantan presiden Suharto dan mantan istri Prabowo Subianto, lawan Joko Widodo dalam Pilpres 2019. Titiek keluar dari Golkar, partai politik yang didirikan ayahnya, sebelum pemilihan presiden untuk bergabung dengan Partai Berkarya yang dibentuk oleh saudara lelakinya Hutomo Mandala Putra, dikenal sebagai Tommy Suharto.

Melambungnya nama kedua bersaudara tersebut lewat Partai Berkarya dipandang oleh banyak analis sebagai kembalinya dinasti Suharto ke arena politik setelah kejatuhan sejak ayah mereka digulingkan dari kekuasaan tahun 1998. Titiek, 58 tahun, mendukung pencalonan Prabowo.

Grace Natalie

Grace Natalie. (Foto: Grace Natalie)

Grace Natalie, mantan pembaca berita populer, berhenti dari profesinya dan mendirikan partai untuk generasi milenial Indonesia. Wanita berusia 36 tahun tersebut adalah satu-satunya politisi wanita dari luar lingkaran elit politik Indonesia dan telah beberapa kali mempertanyakan kebiasaan dan praktik politik Indonesia.

Baca juga: Sambut Pilpres 2019, Ini 9 Tradisi Unik Pemilu di Dunia

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang didirikan Grace Natalie mendukung pencalonan kembali capres petahana Joko “Jokowi” Widodo. PSI telah menciptakan kehebohan dengan tuntutannya untuk mengakhiri praktik poligami dan menyerukan amandemen terhadap undang-undang penistaan agama.

Yenny Wahid

Yenny Wahid. (Foto: AFP)

Putri Gus Dur, Yenny Wahid adalah mantan direktur Wahid Institute dan kekuatan politik sebagai pewaris keluarga pendiri Nahdatul Ulama, organisasi Muslim terbesar di dunia. Mantan jurnalis dengan gelar master dari Kennedy School of Government Universitas Harvard tersebut memegang pengaruh yang cukup besar di antara anggota Nahdatul Ulama, yang juga mengendalikan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Sementara para politisi dari berbagai partai menghormati keluarga Gus Dur, Yenny Wahid telah memberikan dukungannya kepada Jokowi yang kembali mencalonkan diri untuk masa jabatan kedua.

Rahayu Saraswati

Rahayu Saraswati. (Foto: Youtube)

Putri dari taipan minyak dan gas Hashim Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati adalah wakil kepala Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang dipimpin Prabowo. Rahayu Saraswati bertanggung jawab atas sayap wanita partai tersebut.

Rahayu adalah keponakan Prabowo. Sebagai keturunan China-Kristen, Rahayu tidak percaya bahwa lebih banyak wanita di posisi teratas akan menjamin masalah gender akan ditangani di Indonesia yang cenderung konservatif. “Saya akan menanamkan perspektif gender pada sebanyak mungkin pria,” kata politisi wanita berusia 33 tahun itu.

Sri Mulyani Indrawati, Retno Marsudi, Susi Pudjiastuti

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, mantan ekonom dan direktur pelaksana di Bank Dunia, adalah salah satu wajah paling menonjol dari Kabinet Presiden Jokowi.

Baca juga: Tuhan dan Kartu Islam dalam Pilpres 2019

Retno Marsudi, seorang diplomat karier, adalah Menteri Luar Negeri wanita pertama di Indonesia.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah seorang pengusaha wanita yang sukses memajukan industri kelautan dan membatasi praktik penangkapan ikan ilegal.

Keterangan foto utama: Searah jarum jam dari kiri atas: Megawati Sukarnoputri, Siti Hediati Hariyadi, Grace Natalie, Yenny Wahid, dan Rahayu Saraswati. (Foto: Bloomberg, AFP, Grace Natalie, Youtube)

Generasi Baru Pemimpin Perempuan Indonesia di Pilpres 2019

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top