Uni Eropa dan Jepang
Global

Perdagangan Uni Eropa-Jepang: 5 Hal tentang Kesepakatan Terbesar di Dunia

Berita Internasional >> Perdagangan Uni Eropa-Jepang: 5 Hal tentang Kesepakatan Terbesar di Dunia

Uni Eropa dan Jepang baru saja memperlakukan kesepakatan terbesar di dunia yang mencakup hampir sepertiga dari PDB global dan 635 juta orang. Pokok dari kesepakatan ini adalah tentang penghapusan tarif atas 97 persen barang impor Jepang dan 99 persen barang impor Eropa. Muncul di tengah di konflik dagang Amerika Serikat dan China, berikut lima fakta penting tentang kesepakatan dagang tersebut.

Baca juga: Pesawat China Timbulkan Masalah di Langit Jepang dan Korea Selatan

Oleh: BBC News

Anggur dan keju yang lebih murah untuk Jepang, mobil yang lebih murah untuk Uni Eropa—bagian dari kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Jepang, yang sekarang telah berlaku. Kesepakatan terbesar di dunia seperti itu mencakup hampir sepertiga dari PDB global dan 635 juta orang. Namun ada peringatan bahwa Inggris bisa kehilangan manfaatnya jika meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan.

Kesepakatan ini muncul seiring terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, yang saling memberlakukan tarif pada barang masing-masing.

Jean-Claude Juncker dari Uni Eropa mengatakan kesepakatan itu, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk disepakati, adalah tentang “nilai dan prinsip”.

Inilah lima hal mengenai kesepakatan itu:

1) Jasa serta Sancerre dan Suzuki

Pokok dari kesepakatan ini adalah tentang penghapusan tarif atas 97 persen barang impor Jepang dan 99 persen barang impor Eropa.

Produk susu dan makanan lainnya termasuk di antara ekspor terbesar Uni Eropa ke Jepang dan pengurangan progresif tarif hampir 1 miliar euro ($1,1 miliar)—hampir 40 persen pada daging sapi, hingga 30 persen pada cokelat, 15 persen pada anggur dan hingga 40 persen pada keju—dapat meningkatkan ekspor dan menciptakan lapangan kerja.

Kesepakatan itu berarti sekarang Jepang merupakan bagian dari lingkungan perdagangan bebas yang mencakup satu miliar orang (Foto: AFP)

Sebaliknya, Uni Eropa akan mengurangi 10 persen tarif impor mobil menjadi nol persen pada tahun 2027. Pemerintah Jepang memperkirakan akan meningkatkan PDB sebesar 1 persen.

Namun, kesepakatan itu juga menyediakan akses yang lebih baik bagi perusahaan jasa, yang memungkinkan mereka untuk menawar lebih banyak kontrak publik.

Ekspor jasa Eropa ke Jepang saat ini bernilai 28 miliar euro per tahun. Uni Eropa mengatakan perusahaan-perusahaan yang menawarkan jasa bisnis, keuangan, telekomunikasi, transportasi, dan layanan distribusi mendapat manfaat paling besar.

2) Munculnya Jepang sebagai juara perdagangan bebas

Jepang secara historis tidak aktif dalam pembicaraan perdagangan bebas internasional—tetapi sekarang hal itu telah berubah.

Jepang memimpin negosiasi untuk menyelamatkan kesepakatan perdagangan Pasifik—Perjanjian Komprehensif dan Progresif untuk Kemitraan Trans-Pasifik, atau CPTPP—setelah Amerika Serikat menarik diri.

CPTPP mulai berlaku awal tahun ini dan memangkas tarif untuk 11 negara—Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chili, Jepang, Malaysia, Meksiko, Peru, Selandia Baru, Singapura dan Vietnam—yang mencakup 500 juta penduduk.

Jepang akan mengekspor lebih banyak mobil ke Eropa—dan wilayah lain (Foto: Getty)

Jepang dan kesepakatan Uni Eropa-nya berarti bahwa di tahun 2019 ini, Jepang memasuki lingkungan perdagangan bebas yang mencakup satu miliar orang.

Tahun lalu Jun Yamazaki, duta besar Jepang untuk Singapura, mengatakan kepada BBC apa yang ada di balik pendekatan baru Jepang.

“Negara kita tidak menghasilkan sumber daya alam. Kekuatan kita adalah bahwa kita memiliki orang—populasi yang cukup berpendidikan yang cukup rajin dalam melakukan sesuatu,” katanya.

“Dan untuk menggunakan aset itu, kita harus berinteraksi dengan dunia luar, dan itu jelas berarti perdagangan bebas, dan menciptakan iklim investasi yang lebih liberal.”

3) Inggris mungkin hanya akan berada di dalam kesepakatan itu selama 59 hari

Prospek bagi eksportir Inggris jauh lebih tidak pasti. Jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan pada akhir Maret, maka Inggris akan keluar dari wilayah perdagangan bebas yang baru ini.

Tetapi, jika Inggris berhasil menyetujui kesepakatan Brexit, Inggris bisa tetap di dalam kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Jepang itu selama periode transisi Brexit.

Pemerintah Jepang telah berjanji untuk menegosiasikan kesepakatan perdagangan bebas baru dengan Inggris—tetapi hanya setelah hubungan antara Inggris dan Uni Eropa diperbaiki.

Departemen Perdagangan Internasional Inggris mengatakan kesepakatan perdagangan Uni Eropa-Jepang akan meningkatkan PDB Inggris hingga 3 miliar poundsterling “dalam jangka panjang”.

Menteri Perdagangan Inggris, Liam Fox, mengatakan dia ingin menggunakan kesepakatan itu sebagai dasar untuk “kemitraan baru yang lebih kuat setelah kita meninggalkan Uni Eropa”.

4) Komponen iklim

Kesepakatan itu adalah kesepakatan yang pertama kali dicapai oleh Uni Eropa yang melibatkan ketentuan khusus tentang kesepakatan iklim Paris, yang—sampai Amerika Serikat mengumumkan niatnya untuk menarik diri—menyatukan dunia dalam satu kesepakatan tunggal untuk mencegah pemanasan global dengan mengurangi emisi.

Uni Eropa dan Jepang telah sepakat bahwa perdagangan dapat memberikan “kontribusi positif” dalam perang melawan kenaikan suhu.

Februari lalu komisaris perdagangan Uni Eropa, Cecilia Malmstrom, mengatakan referensi ke kesepakatan Paris akan diperlukan dalam semua kesepakatan perdagangan baru.

Namun beberapa kampanye telah mempertanyakan apakah Uni Eropa akan bersedia mengambil risiko perdagangan demi mematuhi kesepakatan Paris itu.

Pada bulan Desember, sebuah laporan dari Institut Urusan Internasional dan Eropa mengatakan bahwa penarikan Amerika Serikat telah menjadi alasan politik bagi negara-negara lain untuk memperlambat komitmen mereka.

5) Apa pengaruhnya bagi Amerika Serikat dan China?

Ketika Jepang, Eropa, dan negara-negara yang berbatasan dengan Pasifik menghapus tarif mereka, dua negara ekonomi terbesar di dunia malah sibuk memberlakukan tarif masing-masing.

Amerika Serikat telah memberlakukan tarif impor sebesar $250 miliar dari China dan mengancam akan meningkatkan sebagian besar tarifnya dari 10 persen menjadi 25 persen, sementara China telah menetapkan tarif impor sebesar $110 miliar dari Amerika Serikat.

Baca juga: Dilema Uni Eropa atas Akses Perdagangan dan Hak Asasi Manusia di Asia

Tetapi perusahaan-perusahaan mereka juga bisa kalah di pasar lain. Daging sapi Amerika Serikat sekarang mungkin telah kehilangan daya tariknya di Jepang karena daging sapi Eropa lebih murah, sementara mobil Amerika Serikat mungkin menjadi kurang kompetitif di negara-negara CPTPP di mana mobil Jepang menjadi lebih murah.

Sementara itu, China dapat kehilangan produksi di beberapa bidang, seperti garmen, yang bergerak ke negara-negara CPTPP demi mendapatkan keuntungan dari tarif masuk yang lebih rendah, Nikkei Asian Review melaporkan.

Jepang akan memulai negosiasi dengan Amerika Serikat menuju kesepakatan perdagangan bilateral. Negosiasi antara Uni Eropa dan Amerika Serikat terhenti, sementara perundingan mengenai kesepakatan perdagangan antara China, Jepang, dan Korea Selatan belum mencapai ke sebuah kesepakatan.

Keterangan foto utama: Anggur Eropa akan dijual lagi di Jepang (Foto: EPA)

Perdagangan Uni Eropa-Jepang: 5 Hal tentang Kesepakatan Terbesar di Dunia

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top