Macron: ‘Belgia Beli Jet F-35 Amerika, Bertentangan dengan Kepentingan Eropa’
Eropa

Macron: ‘Belgia Beli Jet F-35 Amerika, Bertentangan dengan Kepentingan Eropa’

Personel militer dan staf darat AS mengawal jet tempur Lockheed Martin F-35 menuju landasan pacu di International Paris Air Show di Le Bourget di luar Paris, pada 21 Juni 2017. (Foto: AFP/Christophe Archambault)
Berita Internasional >> Macron: ‘Belgia Beli Jet F-35 Amerika, Bertentangan dengan Kepentingan Eropa’

Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Jumat (26/10), mengkritik keputusan Belgia untuk membeli jet F-35 buatan Amerika Serikat (AS) dan bukannya pesawat Eropa, dan mengatakan bahwa hal itu “secara strategis bertentangan dengan kepentingan Eropa”. Belgia membenarkan keputusan itu dengan mengatakan bahwa F-35 menawarkan nilai yang lebih baik dalam hal dana, sementara itu adalah yang terbaik yang memungkinkannya untuk memenuhi komitmen NATO.

Oleh: France24/AFP

Pemerintah Belgia mengumumkan pada Kamis (25/10), bahwa mereka akan mengganti armada jet F-16 yang sudah tua dengan F-35 buatan Lockheed Martin, dan menolak tawaran saingan untuk membeli Eurofighter Typhoon atau Rafales dari grup Prancis Dassault.

“Keputusan itu terkait dengan prosedur Belgia dan kendala politik negara itu, tetapi secara strategis itu bertentangan dengan kepentingan Eropa,” kata Macron kepada para wartawan selama kunjungan ke Bratislava.

“Eropa tidak akan kuat kecuali benar-benar berdaulat dan tahu bagaimana melindungi dirinya sendiri,” katanya, mengutip kebutuhan untuk mengembangkan “kapasitas pertahanan Eropa yang asli”.

“Saya akan melakukan segala kemungkinan untuk mempromosikan penawaran Eropa dalam kontrak di masa depan,” tambah Macron.

Para kritikus mengatakan bahwa pilihan Lockheed akan membuat Belgia bergantung pada pemeliharaan dan sistem operasional yang kuat dalam kontrol Amerika Serikat (AS), sementara juga menyerang upaya Eropa untuk menyatukan kapasitas pertahanannya.

Belgia membenarkan keputusan itu dengan mengatakan bahwa F-35 menawarkan nilai yang lebih baik dalam hal dana, sementara itu adalah yang terbaik yang memungkinkannya memenuhi komitmen NATO.

Perdana Menteri Belgia Charles Michel mengatakan bahwa negaranya akan membeli peralatan dari pemasok AS dan Eropa, seiring Belgia memperkuat anggaran pertahanannya.

Pada Jumat (26/10), Kementerian Pertahanan Prancis mengumumkan bahwa Belgia telah mengkonfirmasi pesanan untuk 442 kendaraan lapis baja Griffon dan Jaguar senilai sekitar 1,5 miliar euro ($1,7 miliar).

Kesepakatan itu sudah diperkirakan, tetapi pengumuman itu muncul di saat meredanya ketegangan antara dua sekutu NATO tersebut.

Baca Juga: Angkatan Laut Amerika Diam-diam Kirim Kapal Induk F-35 ke Pasifik

Akankah Strategi Baru Trump Tangani Konflik Suriah Berhasil?

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden AS Donald J. Trump pada perayaan Hari Bastille di Paris. (Foto: European Pressphoto Agency/Ian Langsdon)

‘Kehilangan kesempatan’

Tahun lalu, Uni Eropa meluncurkan “kerja sama terstruktur permanen pada pertahanan”, atau PESCO, yang bertujuan menyatukan strategi pertahanan di seluruh blok tersebut, dan merasionalisasikan pendekatan yang terpecah untuk membeli dan mengembangkan peralatan militer.

Uni Eropa sendiri berencana untuk memperluas anggaran pertahanannya mulai tahun 2021, mengalokasikan sekitar 13 miliar euro selama tujuh tahun untuk meneliti dan mengembangkan peralatan baru—naik dari kurang dari 600 juta euro dalam anggaran saat ini.

Sebagian besar negara melihat tidak ada masalah dengan memungkinkan perusahaan non-Uni Eropa bersaing untuk mendapatkan kontrak di bawah kerja sama PESCO, tetapi Prancis memimpin segelintir negara yang ingin membatasi partisipasi negara non-Uni Eropa.

Tetapi Washington telah memperingatkan bahwa mengecualikan perusahaan-perusahaan AS dapat merusak NATO, di saat ketegangan mulai tinggi dengan Rusia, dan ancaman baru seperti serangan siber sedang bermunculan.

Pada Jumat (26/10), konsorsium aerospace Eropa, Airbus, juga mengatakan bahwa mereka melihat keputusan Belgia untuk tidak memilih Eurofighter Typhoon dengan “penyesalan yang tulus”.

“Ini adalah kesempatan yang hilang untuk memperkuat kerja sama industri Eropa, pada saat ketika Uni Eropa diminta untuk meningkatkan upaya pertahanan bersama,” kata perusahaan itu.

Ia menambahkan bahwa dengan membeli Typhoon, Belgia akhirnya bisa bergabung dengan Sistem Operasi Udara Tempur Prancis-Jerman, yang bertujuan mengembangkan jet generasi berikutnya untuk mulai menggantikan jet Eurofighter dan Rafale saat ini mulai tahun 2035.

Baca Juga: Amerika Rugi Besar Jika Turki Keluar dari Progam Jet Tempur F-35

Airbus adalah salah satu mitra dalam konsorsium Eurofighter, yang juga mencakup perusahaan-perusahaan dari Inggris, Jerman, Italia, dan Spanyol.

Macron—yang berbicara pada awal kunjungan dua hari ke Slowakia dan Republik Ceko—juga meminta orang-orang untuk menolak pemimpin yang berusaha “memecah Eropa”.

“Saya akan berjuang di mana pun mereka mencoba untuk memutarbalikkan keadilan, kemampuan wartawan untuk bekerja bebas, peran universitas, semua yang membuat kami menjadi Eropa,” katanya.

Macron berharap untuk melawan lonjakan dukungan untuk partai-partai dan para pemimpin populis di banyak negara Eropa, menjelang pemilihan Parlemen Eropa bulan Mei mendatang.

Keterangan foto utama: Personel militer dan staf darat AS mengawal jet tempur Lockheed Martin F-35 menuju landasan pacu di International Paris Air Show di Le Bourget di luar Paris, pada 21 Juni 2017. (Foto: AFP/Christophe Archambault)

Macron: ‘Belgia Beli Jet F-35 Amerika, Bertentangan dengan Kepentingan Eropa’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top