Mahathir
Asia

Mahathir: Stabilitas Timur Tengah Tak Bisa Dipromosikan di Atas Tumpukan Mayat

Berita Internasional >> Mahathir: Stabilitas Timur Tengah Tak Bisa Dipromosikan di Atas Tumpukan Mayat

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad melakukan seruan untuk mengakhiri Perang Yaman. Mahathir mengatakan di Timur Tengah, perpecahan adalah jantung dari kebanyakan ketidakstabilan. Negara-negara Muslim telah dengan cepat saling serang dan menghancurkan satu sama lain, alih-alih berusaha untuk menyelesaikan perbedaan mereka secara damai sebagai saudara dan umat yang berbagi kepercayaan yang sama.

Baca juga: Kutip Trump, Mahathir Mohamad Larang Atlet Israel Masuk Malaysia

Oleh: New Straits Times

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengatakan, demokrasi dan stabilitas politik di Timur Tengah tidak bisa dipromosikan di atas tumpukan mayat dari orang-orang Yaman, Suriah, dan lainnya. Dan hal itu juga tidak bisa dibangun di atas rerentuhan kota-kota yang porak-poranda.

Perdana menteri mengatakan, orang-orang yang sinis memiiki banyak alasan untuk menyimpulkan, pembicaraan tentang mengekspor demokrasi atau membangun tatanan dunia baru atau bahkan memerangi terorisme adalah konstruksi salah yang semakin meningkat, untuk menutupi agresi besar-besaran dan dominasi di area yang kaya sumber daya alam tersebut.

“Dan jika kita juga ingin jujur, kita harus mengakui bahwa miliaran yang telah dihabiskan untuk senjata tidak memberikan manfaat apapun untuk meningkatkan keamanan dan stabilitas di wilayah itu. Timur Tengah telah mengalami perang terus-menerus selama hampir dua dekade. Jutaan orang telah terbunuh, terluka, atau dipaksa meninggalkan rumah mereka.

“Kota-kota porak poranda dan infrastuktur penting dihancurkan. Seseorang hanya perlu melihat lanskap sebagian besar Irak, Suriah, Libia, dan sekarang Yaman, untuk melihat fakta mengerikan ini,” ujarnya dalam Simposium “Berdiri Bersama Yaman” dan Pameran Foto yang diadakan oleh Suhakam dan Koalisi Berdiri Bersama Yaman di Malaysia.

Teks pidatonya dibacakan oleh Menteri Luar Negeri Datuk Saifuddin Abdullah.

Mahathir mengatakan di Timur Tengah, perpecahan adalah jantung dari kebanyakan ketidakstabilan. Negara-negara Muslim telah dengan cepat saling serang dan menghancurkan satu sama lain, alih-alih berusaha untuk menyelesaikan perbedaan mereka secara damai sebagai saudara dan umat yang berbagi kepercayaan yang sama.

Mahathir juga mempertanyakan, rasa persaudaraan Islam, rasa persatuan sebagai pengikut Nabi Muhammad, komitmen umat dimana beberapa negara siap untuk bekerja sama dengan Israel untuk menghancurkan negara Muslim yang lain.

Di Yaman, Mahathir mengatakan Malaysia menyerukan agar semua faksi Yaman yang terlibat konflik untuk memberikan kesempatan damai dan memberikan waktu agar perjanjian damai yang baru-baru ini dikerjakan di Stockholm bisa bekerja.

Baca juga: Mahathir Mungkin Memang Anti-Semit, tapi Dia Benar tentang Yerusalem

“Prioritas tertinggi adalah untuk segera mengakhiri pertempuran dan pemboman sehingga warga sipil bisa menerima bantuan dan perawatan medis. Warga Yaman berhak mendapatkannya; iman kita menuntut hal itu.

“Jika kedua faksi Yaman yang terlibat konflik membutuhkan waktu untuk membangun kepercayaan satu sama lain, mereka sebaiknya mempertimbangkan untuk segera mendeklarasikan kota pelabuhan Hodeidah sebagai kota terbuka di bawah kontrol PBB. Tujuannya agar zona aman bisa dibangun dan satuan darurat bisa memberikan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan. Sudah tiba waktunya untuk menghentikan pembunuha; ini adalah waktu untuk mulai membangun Yaman kembali,” ujarnya.

Mahathir mengatakan, perang di Yaman kini telah memasuki tahun ke-empat, dengan korban kemanusiaan yang melampaui imajinasi, dimana ribuan warga sipil tidak bersalah terbunuh, sementara jutaan lainnya terusir dan terpengaruh oleh wabah dan penyakit.

Ia mengatakan, apa yang awalnya adalah perang saudara telah menarik kekuatan asing yang siap untuk memerangi anak-anak Yaman sampai titik darah penghabisan demi kepentingan dan ambisi mereka sendiri dan seperti biasanya, mereka menjadi penjaja kematian—produsen dan makelar senjata dengan cepat menggeruk keuntungan dari penderitaan perang.

“Negara-negara yang merancang diri mreeka sendiri sebagai benteng demokrasi dan hak asasi telah mengipasi konflik di Yaman dengan jutaan dolar penjualan senjata ke wilayah tersebut, senjata-senjata yang sekarang digunakan untuk pengeboman yang membabi-buta, membunuh atau melumpuhkan warga sipil yang tidak bersalah, termasuk anak-anak. Dan mereka melakukan hal ini tanpa ada pertimbangan terhadap konvensi internasional atau bahkan undang-undang mereka sendiri.

“Mari bicara apa adanya; Sangatlah munafik untuk berbicara tentang hak asasi dan demokrasi sambil berpartisipasi dalam pembunuhan massal terhadap warga sipil yang tidak bersalah,” lanjutnya.

Baca juga: Mahathir Mohamad Ambil Jarak Diplomatik dengan Arab Saudi

Mahathir mengatakan, sebagai manifestasi dari dukungan Malaysia yang berkelanjutan dan tak tergoyahkan terhadap kebutuhan kemanusiaan kritis dari warga Yaman, Malaysia bersumpah untuk mengontribusikan US$100.000 untuk bantuan manusiaan ke Yaman saat High-Level Pledging Event for the Humanitarian Crisis di Yaman yang akan diadakan di Jenewa, Swiss, pada tanggal 26 Februari.

Keterangan foto utama: Mahathir Mohamad mengatakan, orang-orang yang sinis memiliki setiap alasan untuk menyimpulkan, semua pembicaraan tentang menekspor demokrasi atau membangun tatanan dunia baru atau memerangi terorisme adalah konstruksi yang semakin sulit di Timur Tengah. (Foto: AFP Forum/The Yomiuri Shimbun)

Mahathir: Stabilitas Timur Tengah Tak Bisa Dipromosikan di Atas Tumpukan Mayat

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top