Pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, memegang poster dan meneriakkan slogan saat melakukan demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta, Indonesia pada tanggal 26 Februari 2018. Poster tersebut mengatakan: "Bebaskan Ahok." (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Berita Tentang Indonesia

Mantan Gubernur Jakarta Pertanyakan Dakwaan Penistaan Agama

Pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, memegang poster dan meneriakkan slogan saat melakukan demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta, Indonesia pada tanggal 26 Februari 2018. Poster tersebut mengatakan: "Bebaskan Ahok." (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Home » Berita Tentang Indonesia » Mantan Gubernur Jakarta Pertanyakan Dakwaan Penistaan Agama

Permintaan Ahok untuk peninjauan kembali dakwaan penistaan agama akan diteruskan ke Mahkamah Agung, kata seorang hakim di persidangan di pengadilan tingkat bawah. Saat dalam perjalanan kerja tahun 2016, Ahok mengatakan bahwa saingan politik menipu masyarakat dengan menggunakan sebuah ayat di dalam Alquran untuk mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh dipimpin oleh seorang non-Muslim.

    Baca juga: Ahok, Sosok yang Terus Menarik Perhatian

Oleh: Agustinus Beo Da Costa (Reuters)

Mantan gubernur Jakarta beragama Kristen yang dihukum karena menghina Islam, mengajukan peninjauan kembali atas dakwaan penistaan agama pada hari Senin (26/2), beberapa ratus pendukungnya dan pemrotes Islam garis keras berkumpul di luar pengadilan di ibukota Indonesia.

Basuki Tjahaja Purnama, yang merupakan keturunan China dan juga dikenal dengan nama “Ahok”, dipenjara selama dua tahun atas dakwaan penistaan agama pada tahun 2017, memprovokasi kecaman internasional di tengah kekhawatiran motivasi politik setelah demonstrasi yang dipimpin oleh kelompok Islam menuntut pemenjaraannya.

Permintaan Ahok untuk peninjauan kembali dakwaan penistaan agama akan diteruskan ke Mahkamah Agung, kata seorang hakim di persidangan di pengadilan tingkat bawah.

“Kami sudah menyelesaikan pemeriksaan dan berkasnya akan dikirim ke Mahkamah Agung,” kata Hakim Mulyadi, salah satu majelis hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Saat dalam perjalanan kerja tahun 2016, Ahok mengatakan bahwa saingan politik menipu masyarakat dengan menggunakan sebuah ayat di dalam Alquran untuk mengatakan bahwa umat Islam tidak boleh dipimpin oleh seorang non-Muslim.

Sebuah video dengan teks yang salah dari pidatonya kemudian tersebar, memicu demonstrasi besar yang dipimpin oleh kelompok Islam yang akhirnya menyebabkan dia dibawa ke pengadilan saat dia berkampanye di pemilihan kota.

Ahok kalah dalam pemilu ulang dari saingan Muslimnya, Anies Baswedan, pada sebuah pemilu ulang April tahun lalu, menjadikan pemilu yang paling memecah belah dan berdasar pada agama selama bertahun-tahun.

Pengacara Ahok, Josefina Syukur, mengatakan bahwa kasus tersebut ditentang karena mereka percaya hakim telah melakukan kesalahan dan juga membiarkan pengadilan mempertimbangkan dakwaan penistaan agama selanjutnya dari pengajar yang memalsukan video Ahok.

Seorang pengacara lain, Fify Lety Indra, yang juga merupakan adik Ahok, mengatakan bahwa kakaknya telah membatalkan rencana untuk mengajukan banding segera setelah penahanannya, karena “Dia tidak mau mengambil risiko bahwa pendukungnya dan orang-orang yang membencinya mungkin bentrok.”

Fifi Lety Indra (tengah), pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjalan sebelum pengadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta, Indonesia 26 Februari 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Fifi Lety Indra (tengah), pengacara mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjalan sebelum pengadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta, Indonesia 26 Februari 2018. (Foto: Reuters/Beawiharta)

Ahok tetap menjadi tokoh populer di kalangan banyak orang di Jakarta, karena rekam jejaknya untuk pemerintahan yang bersih dan efisien.

Tapi dakwaan penistaan agama bisa menghalanginya untuk memegang beberapa jabatan publik berdasarkan hukum Indonesia, karena pelanggaran tersebut dikenakan hukuman paling lama lima tahun.

    Baca juga: Ahok dan Kaepernick: Prinsip di Atas Populisme

Ketika ditanya apakah Ahok ingin kembali masuk di dunia politik, Fifi mengatakan: “Kami hanya berdoa … saya tidak tahu.”

Beberapa lawan Muslimnya merasa Ahok harus tetap di penjara.

“Saya memprotes di sini untuk membela Islam,” kata Zidan (18) anggota Front Pembela Islam yang kerap disebut garis keras, yang mendesak penolakan atas permintaan Ahok untuk peninjauan kembali.

Keterangan foto utama: Pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, atau Ahok, memegang spanduk dan meneriakkan slogan saat melakukan demonstrasi di depan Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Jakarta, Indonesia pada tanggal 26 Februari 2018. Spanduk tersebut mengatakan: “Bebaskan Ahok.” (Foto: Reuters/Beawiharta)

Mantan Gubernur Jakarta Pertanyakan Dakwaan Penistaan Agama
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top