Mantan Kepala Mata-Mata: Kanada Harus Larang Huawei dari Jaringan 5G
Amerika

Mantan Kepala Mata-Mata: Kanada Harus Larang Huawei dari Jaringan 5G

Berita Internasional >> Mantan Kepala Mata-Mata: Kanada Harus Larang Huawei dari Jaringan 5G

Hubungan Kanada dengan China telah semakin memburuk. Senin (21/1), mantan kepala badan mata-mata mengeluarkan peringatan pada Kanada, agar tidak mengizinkan perusahaan raksasa teknologi China, Huawei, mengakses jaringan 5G di negara itu. China telah menjanjikan pembalasan jika Kanada memblokir Huawei.

Oleh: David Ljunggren (Reuters)

Baca Juga: Balas Dendam atas Penangkapan Bos Huawei, China Perburuk Keadaan

Kanada harus melarang perusahaan teknologi China, Huawei Technologies Co Ltd, untuk memasok peralatannya ke jaringan 5G Kanada karena adanya risiko keamanan yang terlalu besar, seorang mantan kepala mata-mata mengatakan dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada hari Senin (21/1).

Duta besar China minggu lalu mengancam akan melakukan tindakan balasan jika pemerintah Kanada memblokir Huawei. Hubungan antara kedua negara telah memburuk sejak seorang pejabat eksekutif Huawei ditangkap di Vancouver bulan lalu atas surat perintah ekstradisi AS.

Para pejabat Kanada sedang mempelajari implikasi keamanan dari jaringan 5G, generasi terbaru dari komunikasi seluler, tetapi laporan mereka tidak akan keluar dalam waktu dekat, menurut narasumber yang mengetahui mengenai masalah tersebut pekan lalu.

Richard Fadden, yang menjabat sebagai kepala agen mata-mata Badan Intelijen Keamanan Kanada dari 2009 hingga 2013, mengatakan bahwa ia sedang memperbanyak bukti untuk mendukung pemblokiran Huawei.

“Pemerintah Kanada harus mengabaikan ancaman itu dan melarang Huawei dari jaringan 5G Kanada untuk melindungi keamanan Kanada,” tulisnya di Globe and Mail.

Beberapa sekutu Kanada telah memberlakukan pembatasan penggunaan peralatan Huawei, dengan alasan risiko spionase.

Menteri Keamanan Publik Ralph Goodale pada hari Senin (21/1) mengatakan kepada wartawan bahwa perusahaan lain dapat memasok peralatan untuk jaringan 5G di masa depan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

China telah menahan dua orang berkewarganegaraan Kanada bulan lalu setelah penangkapan Meng Wanzhou, kepala keuangan Huawei dan putri pendiri perusahaan itu, dan menuntut agar dia dibebaskan. Pengadilan kemudian mengadili kembali seorang warga Kanada yang sebelumnya telah dipenjara karena penyelundupan narkoba dan menjatuhkan hukuman mati untuknya.

“Jika China menghukum mati warga Kanada untuk membela jawara korporat nasionalnya, apa yang akan dilakukannya jika Partai Komunis China bisa membuka akses ke jaringan komunikasi vital Kanada?” kata Fadden.

Baik Huawei maupun kedutaan China tidak menanggapi permintaan komentar.

Pada hari Senin (21/1), 143 akademisi dan mantan duta besar dari seluruh dunia mengirim surat terbuka kepada Presiden China Xi Jinping, mendesaknya untuk membebaskan dua orang Kanada yang ditahan.

“(Kita) sekarang harus lebih berhati-hati jika ingin bepergian atau bekerja di China dan melibatkan rekan-rekan China kita,” tulis mereka.

“Hal ini akan menyebabkan dialog yang lebih sedikit dan ketidakpercayaan yang lebih besar, dan merongrong upaya untuk mengelola perselisihan dan mengidentifikasi kesamaan. Akibatnya, China dan seluruh dunia akan menjadi lebih buruk. ”

John McCallum, duta besar Kanada untuk China, Jumat lalu (18/1) mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah pembebasan kedua tahanan dan membatalkan hukuman mati untuk warga Kanada itu.

Baca Juga: Pendiri Huawei Bantah Tuduhan Jadi Mata-Mata untuk China

Keterangan foto utama: Foto bendera Kanada dan China sebelum pertemuan Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau dengan Presiden China Xi Jinping di Wisma Negara Diaoyutai pada 5 Desember 2017, di Beijing. Foto diambil pada 5 Desember 2017. (Foto: Reuters/Fred Dufour)

Mantan Kepala Mata-Mata: Kanada Harus Larang Huawei dari Jaringan 5G

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top