Satelit Ungkap Pangkalan Militer Rahasia Iran, dengan Rudal yang Mampu Targetkan Israel
Timur Tengah

Mantan Pejabat Intel: Jejak Iran di Suriah Mungkin Digunakan untuk Sembunyikan Ilmuwan Nuklir

Seorang pria melihat rudal buatan Iran di Holy Defense Museum di Teheran pada tanggal 23 September 2015. (Foto: Reuters)
Mantan Pejabat Intel: Jejak Iran di Suriah Mungkin Digunakan untuk Sembunyikan Ilmuwan Nuklir

Menurut laporan, Iran dapat memindahkan dan menyembunyikan para ilmuwan nuklir dan berbagai kegiatan nuklirnya di Suriah, dan bahwa inspektur IAEA tidak diizinkan untuk memeriksa wilayah Iran dengan leluasa, karena kesepakatan nuklir Iran tidak memberikan akses penuh kepada para pemeriksa IAEA untuk melacak ilmuwan Iran.

Baca juga: 2 Ilmuwan Nuklir Terbunuh, Iran Vonis Mati ‘Agen Mossad’ 

Oleh: Yonah Jeremy Bob (The Jerusalem Post)

Tujuan besar Iran ingin untuk memperluas jejaknya di Suriah mungkin untuk meyembunyikan aspek program nuklirnya dari Badan Energi Atom Internasional, mantan pejabat tinggi Intelijen Militer IDF Yossi Kuperwasser mengatakan pada hari Rabu (11/7).

Berbicara di konferensi Pusat Yerusalem untuk Urusan Publik mengenai situasi nuklir Iran, rekan JCPA Kuperwasser, mantan brigjend IDF, mencatat bahwa inspektur IAEA tidak diizinkan untuk memeriksa wilayah Iran dengan leluasa, karena kesepakatan nuklir Iran tidak memberikan akses penuh kepada para pemeriksa IAEA untuk melacak ilmuwan Iran.

Berdasarkan akses yang terbatas itu, Kuperwasser mengatakan Iran dapat memindahkan dan menyembunyikan para ilmuwan nuklir dan berbagai kegiatan nuklirnya di Suriah.

Dia mengatakan bahwa Iran berpegang teguh pada kesepakatan itu, walaupun Amerika Serikat (AS) telah meninggalkan kesepakatan itu, menunjukkan bahwa Iran mengetahui bahwa mereka mendapat keuntungan dari kesepakatan itu; bahwa kesepakatan yang jauh lebih menguntungkan sebenarnya dapat dinegosiasikan; dan bahwa Iran mungkin berencana untuk berkompromi agar mereka tidak akan kehilangan kesepakatan itu.

Di awal konferensi itu, Menteri Energi Yuval Steinitz mengatakan bahwa dia yakin saat ini sanksi AS akan berhasil membuat Iran berkompromi lebih lanjut mengenai program nuklirnya dan mengubah perilakunya secara keseluruhan, karena “dalam enam sampai 12 bulan, [ekonomi] Iran akan sangan menderita.”

Steinitz mengatakan bahwa kunci untuk memahami bagaimana Iran akan menanggapi tekanan ekonomi AS saat ini adalah memahami bahwa bahkan ketika AS bertindak sendiri, sanksi sekundernya bisa lebih mencekik ekonomi Iran daripada sanksi PBB sebelumnya, yang ditandatangani sebagian besar dunia.

Setelah itu dia ditekan The Jerusalem Post untuk menjawab apakah sanksi pembalasan Uni Eropa dan sumpah untuk mendukung perusahaan-perusahaannya yang masih melanjutkan bisnis dengan Iran, serta perang dagang dengan pemerintah Trump, akan membatasi dampak sanksi AS.

Menteri Energi tersebut menjawab dia tidak terlalu peduli tentang tindakan Uni Eropa yang mendukung kesepakatan iru, tetapi khawatir jika perang dagang Trump akan berlangsung untuk waktu yang cukup lama, hal itu dapat mengurangi kekuatan sanksi sekunder AS.

Dia menjelaskan bahwa jika Uni Eropa, China dan perusahaan asing lainnya telah terbatas dari akses ke ekonomi AS karena isu-isu perang dagang yang semakin luas, mereka tidak akan menganggap sanksi yang terkait dengan Iran sebagai penyebab msalah ekonomi baru mereka.

Steinitz juga mengatakan bahwa Iran mungkin memilih untuk membuat kompromi yang baru mengenai program nuklirnya dan petualangannya di Timur Tengah, karena takut jika mereka terburu-buru menciptakan bom nuklirnya, AS di bawah pemerintahan Trump akan lebih mungkin menyerang mereka daripada saat AS di bawah pemerintahan Obama.

Dia mengatakan bahwa pemerintahan Trump lebih kuat dalam memproyeksikan kekuatannya dan mempertahankan Iran dan yang lainnya agar tetap lengah dari seberapa jauh tindakan yang akan Trump lakukan.

Akhirnya, dia mengatakan bahwa perundingan AS dengan Korea Utara dapat sangat berdampak pada apakah Iran memutuskan untuk berkompromi atau tetap dalam pendiriannya, apapun konsekuensinya.

Direktur JCPA dan mantan direktur jenderal departemen luar negeri Dore Gold mengatakan kepada peserta konferensi bagaimana tekanan sanksi pemerintahan Trump akan memaksa Iran untuk membuat pilihan ekonomi yang sulit.

“Iran mengandalkan lebih banyak uang tunai untuk revolusi ekspor. Jika tidak ada uang tunai, apakah perilaku Iran berdampak pada perubahan di kawasan itu? Menurut pandangan saya, Iran telah memprioritaskan dana yang diberikan kepada Korps Garda Revolusi Iran … dan akan sangat enggan untuk mengurangi program-program itu,” kata Gold.

Dia menambahkan jika Iran terus membiayai revolusi dan terorisme di negara lain, ini akan berdampak negatif terhadap nasib warga negara Iran, dan bahwa “orang-orang di Iran menyadari hal ini, dan menciptakan kesulitan internal untuk Iran.”

Baca juga: Opini: Ancaman Kosong Khamenei atas Kesepakatan Nuklir Iran

Selain itu, Gold mengatakan bahwa Iran telah melemah setelah kehilangan sekutu dan pengaruh di beberapa negara. Dia mengatakan Iran telah gagal dalam upaya untuk menyudutkan Yordania dan hubungannya dengan Maroko telah putus setelah Maroko mengetahui bahwa Iran berurusan dengan kelompok yang berusaha menggulingkan kedaulatan Maroko di wilayah Sahara Barat yang disengketakan.

Juga, Gold mengatakan bahwa selama dekade terakhir perang di Yaman, di mana negara-negara harus memihak antara Iran atau Arab Saudi, Iran kehilangan sekutu tradisionalnya yang kuat yaitu Sudan, yang memihak Arab Saudi.

Gold mengatakan bahwa pembangunan Sudan juga merugikan Hamas, karena pelabuhan Laut Merah Sudan telah memaksa Iran untuk membongkar persenjataan Hamas.

Secara keseluruhan, ia mengatakan bahwa Iran berada dalam bahaya yang “lebih besar karena memiliki infrastruktur ekonomi yang melemah,” yang berarti bahwa ada “kesempatan besar untuk mengubah perilaku Iran agar lebih moderat.”

Keterangan foto utama: Seorang pria melihat rudal buatan Iran di Holy Defense Museum di Teheran pada tanggal 23 September 2015. (Foto: Reuters)

Mantan Pejabat Intel: Jejak Iran di Suriah Mungkin Digunakan untuk Sembunyikan Ilmuwan Nuklir

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top