Mantan Pemimpin Tory kepada Netanyahu: Mengapa Anda Bunuh Semua Orang Palestina Itu?
Eropa

Mantan Pemimpin Tory kepada Netanyahu: Mengapa Anda Bunuh Semua Orang Palestina Itu?

Para demonstran Inggris di London membawa replika peti mati untuk memprotes pembunuhan Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza saat kedatangan PM Israel Benjamin Netanyahu, Rabu 6 Juni 2018. (Foto: AP/Matt Dunham)
Home » Featured » Eropa » Mantan Pemimpin Tory kepada Netanyahu: Mengapa Anda Bunuh Semua Orang Palestina Itu?

Dalam kunjungannya ke Inggris untuk mencari dukungan Eropa, PM Israel Benjamin Netanyahu dihadapkan dengan kasus pembunuhan sekurangnya 120 warga Palestina di perbatasan Gaza. Mereka yang mempertanyakan termasuk PM Inggris Theresa May, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel, dan yang terakhir adalah mantan pemimpin Partai Tory, Michael Howard. Netanyahu mengatakan Israel berusaha meminimalkan korban, sementara Hamas berupaya agar “orang Yahudi membunuh lebih banyak.”

    Baca juga: Akankah Perang Israel vs Iran Terjadi? Pemimpin Dunia Peringatkan Ancaman Selama Tur Eropa Netanyahu

Oleh: Latika Bourke (The Sydney Morning Herald)

Israel tidak memiliki pilihan selain untuk menembak demonstran sampai mati, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, setelah dikonfrontir mengenai kasus kematian lebih dari 100 orang Palestina oleh mantan pemimpin Partai Konservatif Inggris.

Benjamin Netanyahu berada di Inggris sebagai bagian dari tur tiga hari Eropa, termasuk pemberhentian di Berlin dan Paris, untuk menggalang dukungan Barat karena membatasi lingkup pengaruh Iran yang terus meningkat di Timur Tengah, terutama di tetangga Israel, Suriah.

Namun Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel telah menggunakan pertemuan tersebut untuk menyampaikan kekhawatiran mereka tentang kematian di perbatasan Gaza, sementara menteri luar negeri Inggris Boris Johnson telah menyatakan kembali seruan untuk penyelidikan independen.

Para demonstran Inggris di London memprotes pembunuhan Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza saat kedatangan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk bertemu PM Inggris Theresa May, Rabu 6 Juni 2018. (Foto: AP/Matt Dunham)

Para demonstran Inggris di London memprotes pembunuhan Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza saat kedatangan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk bertemu PM Inggris Theresa May, Rabu 6 Juni 2018. (Foto: AP/Matt Dunham)

Masalah ini juga muncul selama pidato di hadapan audiens di London, yang diselenggarakan oleh wadah pemikir aliran kanan-tengah The Policy Exchange oleh mantan pemimpin Partai Tory dan rekan peneliti Michael Howard, yang berhadapan dengan Netanyahu.

“Banyak orang akan bersimpati dengan dan memahami kebutuhan untuk menghentikan orang-orang untuk menembus pagar di Gaza dan tentu saja Anda benar bahwa protes itu tidak damai,” kata Howard.

“Tetapi lebih sedikit orang… bersimpati dengan dan memahami proposisi Anda bahwa satu-satunya cara untuk menghentikan orang-orang memanjat pagar adalah dengan membunuh mereka, mengapa Anda tidak bisa menggunakan peluru karet? Mengapa tidak bisa, jika… Anda harus gunakan amunisi hidup, mengapa Anda tidak bisa menembak mereka di kaki?”

“Kenapa Anda harus membunuh mereka untuk menghentikan mereka memanjat pagar?”

Netanyahu mengatakan Hamas telah mengatur protes untuk memaksimalkan korban karena mayat menghasilkan “foto yang lebih baik” dan (mereka) menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

“Semua yang Anda katakan, Tuan Howard, telah dicoba, dan hal-hal lain dan itu tidak berhasil dan pada kenyataannya tidak ada orang yang dengan sengaja pergi untuk membunuh siapa saj—orang meninggal secara tidak sengaja,” kata Netanyahu.

“Dan saya dapat mengatakan bahwa Anda bahwa Hamas pada titik tertentu mengatakan ‘tidak cukup banyak orang terbunuh, dorong lebih banyak, biarkan orang Yahudi membunuh lebih banyak.'”

“Tujuan mereka adalah untuk memaksimalkan korban, tujuan kami adalah untuk meminimalkan korban dan menghindari korban jiwa. Ini adalah taktik baru, ini adalah bentuk baru peperangan.”

Dia mengatakan jika Inggris bisa merancang cara untuk menghadapi situasi yang sama tanpa menggunakan kekerasan, dia akan mengadopsinya.

Howard mengatakan kepada Fairfax Media setelah percakapan tersebut, bahwa dia tidak puas dengan tanggapan Netanyahu.

“Kami telah berurusan dengan situasi (yang mirip), tidak persis sama, tetapi kami telah menangani situasi di Irlandia Utara tanpa menggunakan kekerasan dan ketika kami menggunakan kekerasan pada peristiwa Bloody Sunday, kami belajar dari itu,” katanya.

Sebelumnya, Netanyahu mengatakan bahwa dia telah mendekati badan antariksa AS, NASA, dan badan pemerintahnya sendiri untuk menemukan cara untuk menekan demonstran tanpa membunuh mereka.

    Baca juga: Macron kepada Netanyahu: ‘Pemindahan Kedubes ke Yerusalem Tewaskan Warga, Bukan Wujudkan Perdamaian’

“Kami mencoba meriam air dan mencoba gas air mata dan tidak ada yang menentang taktik semacam ini, sehingga mereka mengerjakannya, dan mengingat catatan kami, kami mungkin akan mencari tahu sesuatu, tetapi kami belum sampai di sana,” katanya.

“Kami berinvestasi dalam hal ini sekarang.”

Penggunaan kekuatan oleh Israel terhadap warga Palestina telah menarik perhatian internasional dalam beberapa bulan terakhir, setelah setidaknya 120 orang Palestina tewas selama protes di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, termasuk 60 dalam satu hari pada 14 Mei.

Israel mengatakan banyak peserta protes adalah anggota Hamas, kelompok bersenjata yang dominan di Jalur Gaza, dan militan yang berusaha menembus perbatasan berpagar dan melancarkan serangan.

Palestina mengatakan sebagian besar korban tewas dan ribuan orang yang terluka adalah warga sipil tidak bersenjata.

Keterangan foto utama: Para demonstran Inggris di London membawa replika peti mati untuk memprotes pembunuhan Israel atas warga Palestina di Jalur Gaza saat kedatangan PM Israel Benjamin Netanyahu, Rabu 6 Juni 2018. (Foto: AP/Matt Dunham)

Mantan Pemimpin Tory kepada Netanyahu: Mengapa Anda Bunuh Semua Orang Palestina Itu?
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top