Pemilu Paruh Waktu
Amerika

Mattis: Putin ‘Tak Cekatan’ dan Berusaha Ganggu Pemilu Paruh Waktu Amerika

Berita Internasional >> Mattis: Putin ‘Tak Cekatan’ dan Berusaha Ganggu Pemilu Paruh Waktu Amerika

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis mengatakan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin tidak cekatan. Ia juga menuding Putin berusaha untuk mengganggu Pemilu Paruh Waktu Amerika Serikat bulan lalu. Menurut Mattis, apa yang dilakukan Putin bisa menimbulkan perpecahan pada rakyat.

Baca juga: Setelah Pemilu Paruh Waktu, Muslim Amerika Lebih Nyaman dengan Identitasnya

Oleh: Connor O’Brien (Politico)

Menteri Pertahanan Jim Mattis pada hari Sabtu (1/12) menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin “tidak cekatan” dan berusaha mengganggu pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS) bulan lalu.

“Tidak ada keraguan lagi bahwa hubungan telah memburuk,” kata Mattis tentang hubungan AS-Rusia. “Dia mencoba lagi untuk mengganggu pemilu kami bulan lalu ini, dan kami melihat upaya semacam itu dilakukan secara terus-menerus.”

Dalam wawancara dengan Bret Baier dari Fox News di Forum Pertahanan Nasional Reagan, Mattis menyebut bahwa presiden Rusia adalah “seseorang yang tidak dapat kita percayai,” meskipun tindakannya sebenarnya memperkuat aliansi NATO di tengah aksi provokasi di luar negeri.

“Putin jelas merupakan seseorang yang tidak cekatan. Dia tidak menyadari bahwa apa yang dia lakukan sebenarnya menciptakan permusuhan terhadap rakyatnya,” kata Mattis. “Dia tidak bertindak demi kepentingan terbaik rakyat Rusia, dan dia sebenarnya membuat NATO bersiap untuk angkat senjata dan memperkuat posisi dan pendirian terpadu demokrasi.”

Komentar Mattis di forum pertahanan tahunan yang dilangsungkan di Perpustakaan Ronald Reagan muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Ukraina di Laut Azov, di mana Rusia menyita kapal-kapal Ukraina. Presiden Donald Trump telah membatalkan pertemuan dengan Putin yang telah direncanakan sebelumnya di KTT G-20 di Buenos Aires, Argentina, meskipun pasangan itu berbicara pada hari Jumat (30/11) saat makan malam di sana.

Dalam pidato sebelumnya, Mattis juga memperingatkan agar pengeluaran militer tidak dipotong, dan berargumentasi bahwa pemotongan anggaran militer akan “merugikan” bagi negara.

Mattis memuji para pemimpin Kongres karena telah mengamankan belanja pertahanan dan mendesak Kongres untuk melanjutkan pendanaan yang stabil dan terprediksi untuk memberlakukan Strategi Pertahanan Nasional yang baru. Defisit yang tinggi dan parlemen yang dikendalikan Partai Demokrat dapat membuat pengeluaran pertahanan terganggu.

Baca juga: Pasca Pemilu Paruh Waktu Amerika, Trump Dituduh Lumpuhkan Demokrasi

Presiden juga telah mengindikasikan bahwa dia ingin anggaran pertahanan untuk tahun fiskal 2020 dipotong menjadi $700 miliar dari $733 miliar. Namun dalam wawancaranya dengan Baier, Mattis membantah bahwa anggaran tidak akan menyusut.

“Ini adalah konsesi bersama yang biasa dilakukan untuk merancang anggaran presiden,” kata Mattis. “Ini bukan keputusan. Di sinilah presiden berusaha memilah prioritas yang bersaing.”

“Masalah ini sedang dalam proses,” Mattis menambahkan. “Saya akan memberikan saran saya kepada presiden. Saya akan membicarakannya secara pribadi.”

Keterangan foto utama: Menteri Pertahanan Jim Mattis menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin “seseorang yang tidak bisa kita percayai.” (Foto: AP/Sputnik/Kremlin/Mikhail Klimentyev)

Mattis: Putin ‘Tak Cekatan’ dan Berusaha Ganggu Pemilu Paruh Waktu Amerika

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top