Mengapa Diktator Zimbabwe Selanjutnya akan Lebih Buruk dari Mugabe
Afrika

Mengapa Diktator Zimbabwe Selanjutnya akan Lebih Buruk dari Mugabe

Berita Internasional >> Mengapa Diktator Zimbabwe Selanjutnya akan Lebih Buruk dari Mugabe

Mugabe telah kalah, Mnangagwa menang. Setelah Mugabe dikudeta dan mengundurkan diri, Zimbabwe dipimpin oleh wakilnya, Emmerson Mnangagwa. ‘Si Buaya’ ini akan menjadi diktator Zimbabwe yang baru. Mnangagwa mendapatkan nama julukan tersebut karena ia bersikap dingin dan kejam. Jadi siapa sebenarnya Mnangagwa, dan mengapa ia akan menjadi diktator Zimbabwe yang lebih buruk dari Mugabe?

Oleh: Pascal-Emmanuel Gobry (The Week)

Mengapa Diktator Zimbabwe Selanjutnya akan Lebih Buruk dari Mugabe

(Foto: AP Photo/Tsvangirayi Mukwazhi)

Kekacauan terjadi di Zimbabwe.

Pada pekan lalu, militer mengumumkan bahwa pihaknya akan mengambil alih negara tersebut, dan bahwa mereka akan berusaha menurunkan Robert Mugabe, seorang pemimpin kuat yang sudah tua, yang telah menghancurkan salah satu negara paling indah di Afrika tersebut melalui tirani dan kehancuran ekonomi, dan mengembalikannya kepada pemerintah konstitusional.

Pemimpin berusia 93 tahun tersebut memberikan pidato pada Minggu (19/11), dimana ia diperkirakan akan mengumumkan pengunduran dirinya; namun ia tidak melakukannya. Proses pemakzulan pun dilaksanakan, dan Mugabe telah disingkirkan dari kepemimpinan partai yang berkuasa, Zanu-PF. Namun ia masih menegaskan bahwa ia akan memimpin partai tersebut pada Kongres selanjutnya. (Di Zimbabwe, yang pada dasarnya adalah rezim Maois, kepala partai tersebut adalah kepala negara, dan posisi tersebut lebih penting dari Presiden.)

Semuanya tampak membingungkan. Namun sebenarnya, apa yang terjadi cukup jelas.

Telah lama terjadi pergulatan kekuasaan antara Mugabe dan istrinya, Grace—yang telah selama lebih dari 30 tahun menjadi juniornya dan penghubung kekuasaan bagi Grace—dan sekutunya terdahulu, Emmerson Mnangagwa, mengenai siapa yang akan menggantikan Mugabe. Pada awal bulan ini, Mugabe memecat Mnangagwa dari jabatannya sebagai Wakil Presiden—seperti yang dikatakan Grace, dan memberikan jalan bagi Grace untuk menggantikan suaminya. Mnangagwa pergi ke Afrika Selatan, dan tampaknya telah merencanakan kudeta, yang dipimpin oleh sekutu dekatnya, Constantino Chiwenga, yang merupakan kepala militer.

Saat ini Mnangagwa telah kembali, dan meminta Mugabe untuk “menerima keinginan semua orang” dengan mengundurkan diri. Dan jelas, Mnangagwa yang akan menggantikannya.

Ia mungkin tertarik untuk mempertahankan tampilan transisi yang anggun, namun kecuali ada hal dramatis yang terjadi, kudeta ini secara efektif telah berakhir, dan Mnangagwa akan menjadi diktator Zimbabwe yang baru. Grace Mugabe dan para sekutu dekatnya telah dipecat dari Zanu-PF, dan ia dikabarkan diasingkan di Namibia.

Mugabe telah kalah. Mnangagwa menang.

Jadi siapa sebenarnya Mnangagwa?

Ia telah terlibat dalam pemberontakan Zimbabwe oleh Mugabe sejak ia remaja. Ia tumbuh melalui pemberontakan sebagai pengawal pribadi Mugabe, dan lalu melalui rezim Zimbabwe sebagai kepala intelijen dan penegak hukum Mugabe. Ia menerima pelatihan dalam tekanan politik yang suram di China di era Mao. Nama panggilannya adalah ‘Si Buaya’.

Ketika Mugabe menguasai Zimbabwe, Mnangagwa memimpin kampanye yang dikenal sebagai Gukurahundi, yang melibatkan pembantaian terhadap puluhan ribu anggota kelompok etnis Ndebele, untuk menghancurkan kekuasaan dari lawan utama Mugabe, Joshua Nkomo, seorang Ndebele (Mugabe dan Mnangagwa adalah Shona). Pembantaian tersebut—yang berlangsung selama beberapa tahun, dan dilakukan oleh Brigade Kelima yang dilatih oleh Korea Utara—terkenal karena kebrutalannya, dan diawasi oleh Mnangagwa sebagai kepala mata-mata dan aparat penegak hukum di dalam negeri. (Mnangagwa menyangkal hal ini, yang tentu saja tidak ada yang percaya.) Selama Gukurahundi, para korban dilaporkan diperintah untuk menari di atas mayat orang-orang tersayang mereka, sambil menyanyikan lagu yang memuja pemerintah.

Jujur saja, Mnangagwa adalah seorang monster.

Sementara Mugabe adalah orang yang cemerlang, Mnangagwa mendapatkan nama julukannya karena ia bersikap dingin dan kejam. Ia secara terang-terangan mendukung “reformasi” pertanian yang menjerumuskan Zimbabwe ke dalam kekacauan dan kehancuran ekonomi. Dalam antisipasi untuk meneruskan Mugabe, ia berusaha untuk terdengar seperti seorang konstitusionalis, dan telah menyerukan penerapan reformasi ekonomi.

Saya tidak percaya dengan hal itu. Prediksi sangatlah sulit, terutama terkait masa depan. Namun perkiraan saya adalah bahwa segalanya akan semakin buruk, dan bukannya semakin baik, bagi Zimbabwe.

 

Mengapa Diktator Zimbabwe Selanjutnya akan Lebih Buruk dari Mugabe

BERLANGGANAN

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Kisah Tragis Robert Mugabe: Dari Pahlawan Menjadi Pecundang - Mata Mata Politik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top