Mengapa Pertemuan Kim dan Trump Adalah ‘Masalah Besar’ yang Bisa Gagal
Amerika

Mengapa Pertemuan Kim dan Trump Adalah ‘Masalah Besar’ yang Bisa Gagal

Peniru Donald Trump dan Kim Jong Un berpose saat Upacara Pembukaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018. (Foto: Getty Images/Ryan Pierse)
Home » Featured » Amerika » Mengapa Pertemuan Kim dan Trump Adalah ‘Masalah Besar’ yang Bisa Gagal

Kontributor senior urusan global CBS News memperingatkan bahwa hasil perundingan masih jauh dari kata pasti. Sebelumya, ia menekankan, “proses di mana Korea Utara mengatakan, ‘Hei, kami bersedia melakukan hal ini,’ berakhir sangat buruk.”

Oleh: CBS News

Direktur CIA Mike Pompeo mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan membuat kesepakatan dengan Korea Utara sebelum Presiden Trump mengadakan pembicaraan dengan pemimpin negara yang tertutup itu, Kim Jong Un. Pejabat pemerintah mengatakan bahwa Korea Utara perlu memenuhi persyaratan tertentu, termasuk pembekuan uji coba nuklir dan rudal, yang memungkinkan latihan militer gabungan AS-Korea Selatan agar berlanjut, dan memastikan bahwa denuklirisasi akan dirundingkan.

    Baca Juga : Perang Dagang Trump dengan China: Apa yang Dipertaruhkan?

Kontributor senior urusan global CBS News dan Presiden Grup Eurasia Ian Bremmer, mengatakan bahwa Trump pantas mendapat penghargaan karena membawa Kim ke titik di mana dia tampaknya bersedia untuk mendiskusikan denuklirisasi, namun Bremmer memperingatkan bahwa hasil perundingan masih jauh dari kata pasti. Sebelumya, ia menekankan, “proses di mana Korea Utara mengatakan, ‘Hei, kami bersedia melakukan hal ini,’ berakhir sangat buruk.”

Pada “CBS This Morning” pada Senin (12/3), Bremmer menyebut hal ini “masalah yang sangat besar”, bahwa Trump setuju untuk bertemu dengan pemimpin Korea Utara; dia akan menjadi presiden Amerika atau pemimpin dunia pertama yang melakukannya. Tapi bisa jadi ada aspek negatifnya.

“Trump sangat bermurah hati kepada Korea Utara dengan mengatakan, ‘Saya akan melegitimasi Anda, saya akan bertemu.’ Dia tidak berpikir bahwa dia memberikan apa pun, tapi dia tidak tahu apa-apa tentang kebijakan ini. Kami tahu, kami sudah melihatnya dalam kebijakan tarif, kemampuan Trump untuk membuat pernyataan besar karena dia tidak mengerti rincian kebijakannya, dan kemudian kita harus mengembalikan keputusan yang benar-benar layak diterapkan, sangat melelahkan. Dan terkait Korea Utara, ini berbahaya,” kata Bremmer.

“Alasan mengapa (mantan Presiden) Obama, Bush, Clinton belum bertemu dengan pemimpin Korea Utara adalah, karena mereka mengerti bahwa berurusan dengan apa yang sudah menjadi negara nuklir, negara nakal, tidak ada informasi, sangat keras kepala, semuanya dapat berjalan dengan sangat buruk,”  kata Bremmer. “Jika Anda menawarkan sebuah pertemuan dengan kepala negara, Anda menjadikan kepresidenan Anda tentang Korea Utara, di mana hal itu dan Israel-Palestina, adalah masalah yang paling sulit untuk diselesaikan. Kepresidenan dapat gagal dalam masalah seperti itu.”

Bremmer mengatakan bahwa ketika Korea Selatan memberi tahu Presiden Trump tentang pertemuan mereka dengan Kim pada minggu lalu, “Mereka tidak menyarankan, ‘Hei, pergi dan bertemulah dengannya segera.'”

“Mereka benar-benar khawatir,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson tidak mendapat informasi yang cukup dalam keputusan penting ini. “Menteri Luar Negeri tidak tahu—benar-benar tidak tahu. Ini belum pernah terjadi sebelumnya,” kata Bremmer.

Jepang—yang Bremmer sebut “sekutu terbaik kami,”—berpikir bahwa pemerintahan Trump mengambil sikap keras terhadap Korea Utara, namun “Jepang kemudian dikejutkan oleh Trump yang menerima sebuah pertemuan.”

“Anda ingin mendapatkan dukungan dari sekutu Anda. Itu berarti Jepang dan Korea Selatan. Anda juga menginginkan sekutu Anda di dalam pemerintahan dan Trump—pekerjaan yang baik karena sampai pada titik ini, namun pekerjaan yang buruk karena dia melakukannya sendiri,” kata Bremmer. “Anda harus memiliki orang-orang di sekitar Anda yang dapat membantu mencapai posisi yang lebih baik. Saya berharap adanya perubahan dalam 72 jam ke depan.”

    Baca Juga : Moon Jae-In: Master Taktik yang Bisa Bawa Trump dan Kim ke Meja Perundingan

Juru bicara Gedung Putih Raj Shah, mengatakan bahwa belum ada lokasi yang ditentukan untuk perundingan tersebut, namun kemungkinan Trump tidak akan akan pergi ke Korea Utara.

Keterangan foto utama: Peniru Donald Trump dan Kim Jong Un berpose saat Upacara Pembukaan Olimpiade Musim Dingin PyeongChang 2018. (Foto: Getty Images/Ryan Pierse)

Mengapa Pertemuan Kim dan Trump Adalah ‘Masalah Besar’ yang Bisa Gagal

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top