Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab
Berita Tentang Indonesia

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab?

Oleh: Samantha Hawley

Sejak dimulainya demokrasi di Indonesia, semakin banyak wanita yang mengenakan hijab. Saat ini di Indonesia, banyak wanita yang mengenakan hijab, bahkan mereka yang tidak benar-benar memahami agama. Tidak hanya mengenakan hijab biasa, namun hijab Syariah yang longgar dan menutup bagian dada hingga bawah pun semakin diminati wanita Indonesia.

Siti Musdah Mulia tidak dapat mengingat kapan ia tidak mengenakan hijab.

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab

Hijab adalah “alat untuk mempolitisasi agama,” ujar Siti Musdah Mulia. (Foto: ABC)

Saat ini semuanya menganggap bahwa ia wajib menutup kepalanya saat di tempat umum.

Namun pertanyaan yang timbul pada kelompok feminis adalah, mengapa banyak wanita Indonesia yang mengenakan hijab, walau hal itu tidak diwajibkan oleh negara.

“Saat ini, saya melihat bahwa hijab menjadi sebuah komoditas, hijab adalah alat untuk mempolitisasi agama,” ujar wanita berusia 58 tahun tersebut kepada ABC.

“Di Indonesia, banyak orang yang mengenakan hijab, bahkan mereka yang tidak benar-benar memahami agama. Terkadang saya bertanya kepada mereka, mengapa anda mengenakan hijab?”

Tidak terdapat data statistik pemerintah yang menunjukkan berapa banyak wanita Indoensia yang mengenakan penutup kepala Muslim tersebut.

Namun telah banyak diketahui bahwa sejak turunnya Suharto pada tahun 1998, semakin banyak wanita yang berhijab, dengan munculnya demokrasi yang membuat kelompok-kelompok Islam semakin berpengaruh.

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab

Alissa Wahid mengatakan bahwa hijab merupakan campuran dari budaya Indonesia dan agama. (Foto: ABC News/Ari Wu)

Alissa Wahid, putri dari mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, mulai mengenakan hijab batik longgar dalam beberapa tahun terakhir, yang memberikan contoh bagi para wanita Indonesia bagaimana hijab secara tradisional dikenakan.

“Saya tidak merasa ada kewajiban bagi wanita untuk mengenakan hijab dengan cara tertentu. Dan karena saya warga negara Indonesia, ini adalah cara bagaimana wanita Indonesia mengenakan hijab mereka,” ujarnya.

“Menurut saya sesederhana itu, cara ini lebih kepada campuran antara agama dan budaya Indonesia.”

Perancang Busana: Pakaian Bergaya Syariah ‘Sangat Diterima’

Penelitian yang dilakukan oleh Alvara Research Centre yang berbasis di Jakarta pada tahun 2015 menunjukkan bahwa 79.4 persen responden lebih memilih untuk mengenakan hijab biasa, sementara 13.5 persen memilih hijab longgar yang lebih konservatif dan bergaya syariah, yang menutupi bagian dada.

Seorang perancang busana Cynthia Mahendra, mulai mengenakan hijab Syariah karena desakan suaminya, dan ia mulai merancangnya sendiri karena sulit menemukannya di Jakarta, dan kebanyakan berharga mahal.

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab

Perancang busana Cynthia Mahendra menjual sekitar 3,000 hijab bergaya Syariah dalam sebulan. (Foto: ABC News/Phil Hemingway)

“Berdasarkan aturan Islam, petunjuk untuk berpakaian adalah bahwa pakaian tersebut tidak boleh membentuk badan wanita, tidak boleh terdapat lekukan di bagian bawah dan dada. Hijab yang saya kenakan longgar dari atas sampai bawah,” ujarnya.

Ia saat ini menjual hingga 3,000 hijab bergaya Syariah dalam satu bulan.

“Saya rasa saat ini pakaian Syariah sudah banyak dikenakan, dimana sebelumnya wanita merasa enggan untuk mengenakannya,” ujar Mahendra.

“Banyak wanita yang memahami aturan-aturan Islam, dan berpindah dari hijab biasa menjadi hijab Syariah.”

Mengenakan Niqab Menunjukkan “Pengujian Iman”

Pada tahun 2015, Alvara Research Study menunjukkan bahwa kurang dari dua persen wanita Indonesia yang disurvei, memilih mengenakan niqab atau burqa, yang keduanya sama-sama menutupi wajah.

Alissa Wahid mengatakan bahwa ia tidak keberatan jika wanita mengenakan burqa, jika mereka tidak dipaksa untuk mengenakannya. Namun ia juga tidak menentang pelarangan mengenakan burqa di beberapa negara.

“Saya dapat memahami kebijakan publik yang diterapkan di Perancis atau di beberapa wilayah lainnya di Eropa,” ujarnya.

“Karena pakaian seperti itu menciptakan ancaman lebih terhadap keamanan dan juga berpotensi menimbulkan konflik sosial.”

Profesor Mulia juga tidak keberatan jika burqa dilarang.

“Saya setuju dengan hal itu. Sebagai dosen di sebuah Universitas Islam, saya berkata kepada dekan saya bahwa saya menolak mengizinkan murid-murid saya untuk menutupi wajah mereka, karena saya ingin menjamin keamanan bahwa mereka benar-benar murid saya.”

“Di kelas saya, mereka harus menunjukkan wajah mereka sebelum masuk, dan ketika mereka sudah berada di dalam kelas, mereka dapat mengenakan apapun yang mereka suka.”

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab

Semakin banyak wanita yang mengenakan hijab sejak dimulainya demokrasi di Indonesia. (Foto: Nyimas Laula)

Namun semakin meledaknya bisnis hijab Syariah, Mahendra mengungkapkan dorongannya bagi seluruh wanita Muslim untuk mengenakan niqab atau hijab yang menutup wajah, yang juga ingin ia lakukan.

“Wanita Muslim banyak yang ingin mengenakan niqab karena setelah mereka mengenakannya, mereka menjadi wanita Muslim yang sempurna,” ujarnya.

“Ini berarti iman mereka sedang diuji, mereka tidak merasa harus menunjukkan wajah mereka. Mereka tidak lagi memiliki nafsu dunia karena tujuan mereka adalah akhirat.”

 

Mengapa Semakin Banyak Wanita Indonesia yang Mengenakan Hijab?
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top