Mengapa Trump Tak Bicara Soal Warga AS yang Dipenjara di Rusia?
Amerika

Mengapa Trump Tak Bicara Soal Warga AS yang Dipenjara di Rusia?

Donald Trump berbicara selama debat presiden di Hempstead, New York, pada 26 September 2016. (Foto: Getty Images/Joe Raedle)
Berita Internasional >> Mengapa Trump Tak Bicara Soal Warga AS yang Dipenjara di Rusia?

Mengapa Presiden AS Donald Trump tak bicara soal warga AS yang dipenjara di Rusia, Paul Whelan? Seorang presiden yang bangga membebaskan tahanan AS di luar negeri, anehnya diam tentang warganya yang ditahan di negara lain atas tuduhan spionase. Dalam minggu sejak penahanan Whelan, baik Trump maupun Gedung Putih tidak mengeluarkan pernyataan tentang penangkapan tersebut. Sikap diam ini akan mengundang tuduhan bahwa Trump lagi-lagi telah setuju dengan Kremlin.

Oleh: Elias Groll dan Amy Mackinnon (Foreign Policy)

Baca Juga: Trump Ingin Keluar dari Suriah Secepatnya, Deplu AS: ‘Tak Ada Batas Waktu’

Presiden Donald Trump selalu berusaha untuk membuat warga negara Amerika yang ditahan di luar negeri untuk kembali ke Amerika Serikat (AS). Tetapi dalam penahanan mantan marinir Paul Whelan di Moskow atas dugaan spionase, tujuan Trump untuk membawa pulang warga Amerika menimbulkan risiko terhadap persepsi bahwa ia akan melakukan hampir apa saja untuk meningkatkan hubungan dengan Rusia.

Dan yang mengejutkan, dalam minggu sejak penahanan Whelan, baik Trump maupun Gedung Putih tidak mengeluarkan pernyataan tentang penangkapan dan dakwaan atas tuduhan spionase di Rusia.

Para mantan pejabat intelijen skeptis bahwa Whelan sebenarnya memata-matai untuk Amerika Serikat. Kurangnya perlindungan diplomatik dan catatannya yang suram, tidak sejalan dengan sistem mata-mata Amerika di Rusia, di mana petugas intelijen AS terbiasa mengambil tindakan pencegahan keamanan yang signifikan terhadap aparat intelijen yang dibanggakan negara itu.

Tetapi itu tidak menghentikan para pejabat Rusia dari menangkap Whelan, untuk digunakan sebagai alat tawar menawar bagi warga negara Rusia, Maria Butina, yang baru-baru ini dituntut di Amerika Serikat atas perannya dalam menyusup ke organisasi politik AS. Seorang pengacara Rusia untuk Whelan telah secara terbuka mengangkat kemungkinan pertukaran tahanan, kemungkinan untuk ditukarkan dengan Butina.

Jadi untuk saat ini, Whelan tetap ditahan di Penjara Lefortovo yang terkenal di Moskow, tempat mata-mata dan pembangkang sering dipenjara di masa Soviet.

Jika Kremlin bermain dengan insting Trump sebagai pembuat kesepakatan dan berharap untuk merekayasa pertukaran, hal ini berkembang dengan sangat lambat.

Daniel Fried—yang menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Eropa dan Eurasia di bawah George W. Bush—mengatakan bahwa sikap diam Gedung Putih tidak selalu mengindikasikan kurangnya kepedulian, dan bahwa mungkin ada dialog yang sedang berlangsung di belakang layar.

Selama dua tahun pertamanya menjabat, Trump telah berusaha keras untuk memastikan pembebasan warga Amerika yang ditahan di luar negeri, dan mengklaim 17 orang telah dibebaskan di bawah pemerintahannya. Presiden itu telah sering mengaitkan pembebasan warga Amerika dengan inisiatif diplomatiknya.

Ketika Korea Utara membebaskan Otto Warmbier pada tahun 2017 dan tiga warga Amerika lainnya yang ditahan pada tahun berikutnya, itu menjadi awal dari proses diplomatik yang akan memuncak dalam pertemuan antara Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

Setelah pihak berwenang Turki menahan pendeta Andrew Brunson, pemerintahan Trump memberlakukan sanksi keras terhadap industri baja negara itu, meskipun Gedung Putih bersikeras itu karena alasan keamanan nasional yang tidak terkait.

Tentu saja, dalam pendekatannya terhadap individu yang ditahan, Trump telah mengambil pendekatan yang sangat transaksional terhadap baik warga Amerika yang ditahan di luar negeri maupun warga negara asing yang terlibat dalam penyelidikan kriminal.

“Mereka layak mendapatkan pujian bagi orang-orang yang telah mereka bebaskan,” kata James O’Brien, yang menjabat sebagai utusan khusus pemerintahan Obama untuk menjamin pembebasan warga Amerika yang disandera di luar negeri. “Pertanyaan saya adalah, apakah mereka mengembangkan strategi untuk masing-masing kasus ini.”

Sementara banyak presiden enggan untuk campur tangan dalam proses peradilan, Trump bahkan mengarungi investigasi yang diluncurkan oleh Departemen Kehakimannya sendiri. Akhir tahun lalu, Trump mengatakan kepada Reuters bahwa ia akan bersedia untuk campur tangan dalam penuntutan kepala keuangan Huawei—di mana para penuntut Amerika berusaha untuk mengekstradisinya dari Kanada dengan tuduhan bahwa ia menipu bank-bank AS sebagai bagian dari skema untuk menjual peralatan telekomunikasi yang dilarang ke Iran.

Tetapi kasus Whelan memunculkan tantangan unik bagi pemerintahan Trump. Penangkapannya terjadi dua minggu setelah Butina—seorang penggemar senjata Rusia—mengaku bersalah karena berkonspirasi sebagai agen asing, yang memicu spekulasi bahwa Rusia mungkin berusaha untuk menukarkan Whelan dengan Butina.

Baca Juga: Visi Trump 2019: Biarkan Orang Lain Bertarung dalam Perang AS

Maria Butina Mengaku Bersalah dalam Kasus Terkait Kampanye Trump

Aktivis hak-hak senjata api Rusia, Maria Butina, mengaku bersalah sebagai agen asing yang tidak terdaftar. Dia telah berupaya membangun saluran yang menghubungkan pemerintah Rusia dengan kampanye Trump. (Foto: AP)

Butina menjadi kasus yang menyita perhatian di Rusia setelah penangkapannya, yang mungkin juga memaksa pihak berwenang Rusia untuk membalas Amerika Serikat.

Penangkapan dan pengakuan bersalah Butina terjadi dengan latar belakang penyelidikan penasihat khusus Robert Mueller terhadap campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016, untuk memenangkan Trump. Semakin banyak bukti bahwa Rusia ikut campur dalam politik Amerika menjadi rintangan utama bagi Trump, yang keinginannya untuk meningkatkan hubungan dengan Moskow telah dirusak oleh pertanyaan terus-menerus tentang apakah keinginan itu merupakan bagian dari quid pro quo untuk bantuan yang diterimanya dari Moskow.

Pertukaran seorang pria yang dituduh melakukan spionase, sebagai imbalan atas seorang wanita yang telah mengaku bersalah atas perannya dalam sebuah konspirasi politik, akan mengundang tuduhan bahwa Trump lagi-lagi telah setuju dengan Kremlin.

Para diplomat AS sekarang sedang mencari informasi tentang kasus Whelan. Jon Huntsman—Duta Besar AS untuk Moskow—mengunjungi tahanan Amerika itu minggu ini. Kunjungan semacam itu biasanya dilakukan oleh staf konsuler lain, dan kunjungan oleh Duta Besar telah ditafsirkan sebagai pernyataan kuat oleh Departemen Luar Negeri.

Whelan sering berkunjung ke Rusia dan berada di Moskow untuk menghadiri pernikahan seorang teman. Dia aktif di situs media sosial Rusia VKontakte, dan telah menjalin persahabatan dengan anggota layanan Rusia di platform tersebut.

Whelan dikeluarkan dari Korps Marinir setelah ia dinyatakan bersalah karena mencoba mencuri lebih dari $10.000, The Washington Post melaporkan pada Jumat (4/1).

Whelan memegang paspor dari tiga negara lain—Irlandia, Kanada, dan Inggris—yang memperluas dampak internasional dari penangkapannya. Dia dilaporkan telah meminta bantuan diplomatik dari keempat negara tersebut.

Baik Inggris maupun Irlandia telah mencari akses konsuler ke Whelan, dan Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt mengatakan bahwa para individu tidak boleh digunakan sebagai “pion diplomatik”, dan menambahkan bahwa Amerika Serikat memimpin dalam kasus ini.

Steven Hall—mantan kepala operasi Rusia di CIA—mengatakan bahwa sangat tidak mungkin Whelan bertindak atas nama dinas intelijen AS, dan bahwa penahanannya lebih baik ditandai sebagai penyanderaan.

Hall mencatat bahwa diplomasi mengenai penahanan warga Amerika di luar negeri biasanya ditangani secara tertutup, tetapi dia tidak yakin bahwa ini menjelaskan sikap diam presiden.

“Menurut saya, kehalusan bukanlah keahlian Donald Trump. Dan dia tidak banyak bicara karena dia khawatir tentang hubungan apa pun yang dia miliki dengan Vladimir Putin dan dengan Rusia,” katanya. “Apa yang dikatakan atau tidak dikatakan Trump tentang hal ini akan memberi tahu kita lebih lanjut tentang hubungannya dengan Vladimir Putin.”

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (4/1) atas nama keluarga Whelan, saudara laki-laki Whelan, David, mengatakan, “Kami lega dan sangat senang mengetahui bahwa staf Kedutaan Besar AS di Moskow telah diberi akses konsuler untuk menemui Paul dan memastikan bahwa ia aman.”

“Kami mendesak Kongres AS dan Departemen Luar Negeri untuk membantu atas nama Paul untuk mengamankan pembebasannya dan mengembalikannya segera ke rumah.”

Elias Groll adalah staf penulis di Foreign Policy yang meliput dunia maya.

Amy Mackinnon adalah reporter di Foreign Policy.

Keterangan foto utama: Donald Trump berbicara selama debat presiden di Hempstead, New York, pada 26 September 2016. (Foto: Getty Images/Joe Raedle)

 

Mengapa Trump Tak Bicara Soal Warga AS yang Dipenjara di Rusia?

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top