Menlu Inggris: 'Rohingya Harus Diperbolehkan Kembali ke Rumah Mereka'
Asia

Menlu Inggris: ‘Rohingya Harus Diperbolehkan Kembali ke Rumah Mereka’

Home » Featured » Asia » Menlu Inggris: ‘Rohingya Harus Diperbolehkan Kembali ke Rumah Mereka’

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan dalam kunjungannya ke Myanmar pada Minggu (11/2), bahwa para pengungsi Rohingya  harus diperbolehkan kembali ke rumah mereka di Rakhine secara sukarela, dengan aman, dan penuh hormat, di bawah pengawasan internasional, dan ketika kondisi di Myanmar telah membaik. Dia juga menggambarkan penderitaan pengungsi Rohingya sebagai “salah satu bencana kemanusiaan paling mengerikan saat ini.”

Oleh: Edward Malnick (The Telegraph)

Pengungsi Rohingya harus diperbolehkan untuk kembali ke rumah mereka dengan aman, kata Boris Johnson.

Berbicara dalam sebuah perundingan pada Minggu (11/2) bersama Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi, Menteri Luar Negeri itu mendeskripsikan bagaimana pada Sabtu (10/2), ia menyaksikan kondisi “mengerikan” kehidupan anggota muslim minoritas tersebut yang tinggal di kamp-kamp di dekat Bangladesh.

“Saya menyambut langkah yang dilakukan oleh kedua negara baik Myanmar maupun Bangladesh untuk memastikan bahwa orang-orang ini dapat kembali pulang, namun penting juga diperhatikan bahwa pengungsi Rohingya harus diperbolehkan kembali ke rumah mereka di Rakhine secara sukarela, dengan aman, dan penuh hormat, di bawah pengawasan internasional, dan ketika kondisi di Myanmar telah membaik.” katanya.

    Baca juga: Berkunjung ke Bangladesh, Jokowi Serukan Solusi Damai untuk Krisis Rohingya

Intervensi Johnson tersebut dilakukan setelah dia menghabiskan hari Sabtu untuk berkeliling di kamp pengungsian di Cox’s Bazar, di wilayah tenggara Bangladesh. Pengungsian itu menjadi tempat tinggal bagi 500 ribu pengungsi— jumlah yang sama dengan populasi Leicester.

Dia bertemu dengan keluarga Rohingya dan pemimpin komunitas di kamp tersebut, dan diberi pengarahan oleh pekerja sosial terkait kekerasan gender. Pada Jumat (9/2), dia menggambarkan penderitaan pengungsi Rohingya sebagai “salah satu bencana kemanusiaan paling mengerikan saat ini.”

Menlu Inggris: 'Rohingya Harus Diperbolehkan Kembali ke Rumah Mereka'

Johnson bertemu dengan para pengungsi muda di kamp tersebut, menjelang perundingan diplomatik untuk menyelesaikan krisis itu. (Foto: AFP)

Pada Sabtu (10/2), setelah ia selesai berkeliling kamp, dia menambahkan: “Saya telah melihat dengan mata kepala saya sendiri kondisi kehidupan yang mengerikan yang harus dihadapi orang-orang Rohingya, dan ini semakin memperkuat komitmen saya untuk bekerjasama dengan pihak internasional untuk meningkatkan kehidupan orang-orang Rohingya di tahun 2018.”

“Saya berterima kasih atas keramahtamahan dan belas kasihan yang ditunjukkan oleh pemerintah Bangladesh, yang menghadapi begitu banyak tantangan dalam memberikan bantuan kemanusiaan kepada komunitas Rohingya.”

Lebih dari 600 ribu laki-laki, perempuan, dan anak-anak diperkirakan telah kabur ke Bangladesh—yang merupakan negara tetangga Myanmar—setelah terjadi pembunuhan yang dilakukan oleh militer Myanmar terhadap warga asli Rakhine, yang dimulai semenjak bulan Agustus.

    Baca juga: Walau Kejam pada Rohingya, Popularitas Militer Myanmar Terus Melejit

Johnson bertemu dengan Suu Kyi pada Minggu (11/2) untuk mendiskusikan krisis ini, dan menekan diakhirinya penderitaan yang ada di Rakhine, juga memastikan kembalinya para pengungsi dengan aman.

Pertemuan itu dijadwalkan setelah dia menantang Suu Kyi pada bulan September, untuk menggunakan “otoritas moralnya” untuk mengendalikan militer Myanmar agar menghentikan kekerasan terhadap Rohingya.

Menulis untuk The Telegraph menjelang Konferensi Partai Konservatif, Menteri Luar Negeri itu mengatakan bahwa terdapat “tanda-tanda yang mengganggu”, bahwa tingkat prasangka etnis begitu luas sehingga orang-orang yang melarikan diri ini mungkin tidak akan pernah kembali.

Keterangan foto utama: Myanmar harus menemukan cara yang aman dan bermartabat bagi Muslim Rohingya untuk kembali pulang, kata Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson. (Foto: BBC)

Menlu Inggris: ‘Rohingya Harus Diperbolehkan Kembali ke Rumah Mereka’
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top