Krisis Venezuela
Amerika

Mike Pence: ‘AS Dukung Rakyat Venezuela Gulingkan Maduro’

Berita Internasional >> Mike Pence: ‘AS Dukung Rakyat Venezuela Gulingkan Maduro’

Amerika Serikat mendukung upaya untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Mike Pence. Maduro balas menyerang beberapa jam kemudian, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan “revisi total dan absolut” hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat.

Baca juga: Venezuela Klaim Telah Gagalkan Pemberontakan Militer

Oleh: Edward Wong (The New York Times)

Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence pada Selasa (22/1) menyatakan “dukungan tak tergoyahkan” Amerika Serikat untuk rencana protes massal di Venezuela terhadap Presiden Nicolás Maduro—dukungan paling tegas sejauh ini dari pemerintahan Trump, seiring para pemimpin oposisi mencoba untuk menggulingkan Maduro.

Deklarasi tersebut—yang pertama di mana Pence menggunakan video untuk secara langsung mendesak rakyat Venezuela untuk mengambil tindakan—muncul setelah berbulan-bulan pernyataan pejabat senior pemerintahan Trump, termasuk beberapa pernyataan keras dari wakil presiden tersebut, yang mengatakan bahwa kepemimpinan Maduro tidak sah.

“Kami bersama Anda,” Pence menulis di Twitter pada Selasa (22/1) dalam bahasa Spanyol dan Inggris, dan menambahkan, “Kami mendukung Anda, dan kami akan tetap bersama Anda sampai Demokrasi dipulihkan dan Anda merebut kembali hak lahir kebebasan Anda.”

Unggahan itu—yang datang seiring para pemimpin oposisi Venezuela menyerukan warga untuk turun ke jalan pada Rabu (23/1), disertai dengan sebuah video di mana Pence mengatakan bahwa dia dan Presiden Trump bersatu dengan mereka dalam “seruan untuk kebebasan”.

“Nicolás Maduro adalah seorang diktator tanpa klaim sah atas kekuasaan,” kata Pence. “Dia tidak pernah memenangkan pemilu presiden dalam pemilihan yang bebas dan adil, dan dia mempertahankan cengkeramannya pada kekuasaan dengan memenjarakan siapa pun yang berani menentangnya.”

Maduro balas menyerang beberapa jam kemudian, mengatakan bahwa dia telah memerintahkan “revisi total dan absolut” hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat. Berbicara di televisi pemerintah, ia bertanya: “Siapa yang memilih Presiden Venezuela? Mike Pence?”

Seruan untuk protes jalanan massal terhadap Maduro berasal dari Ketua Majelis Nasional, Juan Guaido, seorang pemimpin oposisi. Guaido dilantik untuk jabatan tersebut pada 5 Januari, dan segera mengajukan pasal Konstitusi Venezuela yang mentransfer kekuasaan kepada Pemimpin Majelis Nasional—badan legislatif negara—jika sewaktu-waktu posisi kepresidenan kosong. Majelis tersebut telah menyatakan bahwa terpilihnya kembali Maduro tahun lalu tidak sah dan menyerukan pemilihan baru.

Pada 15 Januari, Pence berbicara dengan Guaido melalui telepon untuk menyatakan “dukungan tegas Amerika Serikat untuk Majelis Nasional Venezuela sebagai satu-satunya badan demokrasi yang sah di negara ini.”

John D. Feeley—seorang mantan diplomat untuk negara-negara Amerika Latin yang sekarang menjadi konsultan untuk jaringan televisi Univision—mengatakan bahwa “tweet wakil presiden itu tidak memberikan pengakuan resmi terhadap Guaido sebagai presiden sementara,” pernyataan itu adalah “dorongan untuk Guaido untuk terus mendorong pintu yang terbuka.”

Para anggota Kongres dari Florida bertemu dengan Trump pada Selasa (22/1) dan membahas kebijakan Amerika Latin, termasuk tentang Venezuela.

“Kami mendorong presiden hari ini untuk menindaklanjuti apa yang sudah dia nyatakan, yaitu bahwa Maduro tidak sah,” kata Senator Marco Rubio, seorang anggota Partai Republik. “Langkah logis berikutnya adalah untuk mengakui Presiden Majelis Nasional sebagai presiden yang sah.”

Trump dan para pejabat tinggi Amerika lainnya—termasuk Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo—secara konsisten menggunakan istilah-istilah keras untuk mengkritik Maduro, seorang politisi kiri yang telah menggunakan kekuatan otoriter dan membimbing negaranya ke dalam keruntuhan ekonomi yang telah menyebabkan jutaan rakyat Venezuela mengungsi ke negara-negara tetangga.

The New York Times melaporkan pada bulan September bahwa pemerintahan Trump mengadakan pertemuan rahasia dengan para pejabat militer Venezuela yang memberontak, untuk membahas penggulingan Maduro, meskipun para pejabat Amerika akhirnya memutuskan untuk tidak membantu komplotan itu.

“Semua opsi tersedia,” Trump mengatakan kepada para wartawan pada akhir September di pertemuan Majelis Umum PBB. “Semua orang. Yang kuat, dan yang kurang kuat. Setiap opsi—dan Anda tahu apa yang saya maksud dengan kuat.”

Maduro melakukan kunjungan kejutan ke Majelis Umum dan mencerca Amerika Serikat dalam pidato selama 50 menit, menyebut orang Amerika “imperialis.” Dia dan Trump tidak bertemu.

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa ia bersedia bertemu dengan Maduro jika ada kesempatan. “Kami akan mengurus Venezuela,” katanya.

Banyak warga Amerika Latin mengingat sejarah panjang kudeta yang didukung Amerika Serikat di wilayah ini, oleh para pemimpin militer sayap kanan yang kemudian membatalkan proses demokrasi dan supremasi hukum untuk mempertahankan kekuasaan selama bertahun-tahun dan kadang-kadang berpuluh-puluh tahun.

Baca juga: Amerika Masukkan Venezuela dalam Daftar Negara Pendukung Terorisme

Pada bulan November, Mark Green—Kepala Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat—mengatakan dalam sebuah wawancara, bahwa lembaganya sedang berusaha memberikan bantuan bagi jutaan pengungsi yang melarikan diri dari keruntuhan ekonomi di Venezuela.

Amerika Serikat mengumumkan beberapa kali tahun lalu, bahwa mereka memberikan bantuan jutaan dolar kepada negara-negara tetangga Venezuela, terutama Kolombia, untuk membantu para pengungsi. Setidaknya $96 juta yang ditujukan terutama untuk bantuan makanan dan kesehatan telah didedikasikan untuk upaya ini. Beberapa pengamat berpendapat bahwa Amerika Serikat harus menyediakan lebih banyak bantuan.

Ana Vanessa Herrero berkontribusi melaporkan dari Caracas, Venezuela.

Keterangan foto utama: Pemimpin oposisi Juan Guaido telah menyerukan protes massal terhadap Presiden Venezuela Nicolás Maduro pada Rabu (23/1). (Foto: EPA/Kristen Hernandez via Shutterstock)

Mike Pence: ‘AS Dukung Rakyat Venezuela Gulingkan Maduro’

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top