Militan Indonesia Suryadi Mas'ud bereaksi saat persidangan di pengadilan negeri di Jakarta, Indonesia. Selasa 6 Februari 2018. Mas'ud dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena secara ilegal membeli senjata di Filipina untuk digunakan dalam serangan teror di Indonesia. (Foto: Associated Press/Tatan Syuflana)
Berita Tentang Indonesia

Militan Indonesia Dipenjara 10 Tahun atas Tuduhan Konspirasi

Militan Indonesia Suryadi Mas'ud bereaksi saat persidangan di pengadilan negeri di Jakarta, Indonesia. Selasa 6 Februari 2018. Mas'ud dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena secara ilegal membeli senjata di Filipina untuk digunakan dalam serangan teror di Indonesia. (Foto: Associated Press/Tatan Syuflana)
Home » Berita Tentang Indonesia » Militan Indonesia Dipenjara 10 Tahun atas Tuduhan Konspirasi

Militan Indonesia Suryadi Mas’ud dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena secara ilegal membeli senjata di Filipina untuk digunakan dalam serangan teror di Indonesia. Mas’ud ditangkap pada bulan Maret bersama dengan tiga terduga militan lain yang menurut polisi sedang mencoba membuat kamp pelatihan jihadis di Timur Indonesia.

Oleh: Associated Press/The Washington Post

Pengadilan Indonesia menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada militan Islam pada hari Selasa (6/2) setalah ia terbukti bersalah atas pembelian senjata yang digunakan jaringannya untuk melancarkan serangan.

Sang terdakwa, Suryadi Mas’ud, ditangkap pada bulan Maret bersama dengan tiga terduga militan Indonesia lainnya yang menurut polisi sedang mencoba membuat kamp pelatihan jihadis di Timur Indonesia.

Putusan ketiga anggota dewan juri di Pengadilan Daerah Jakarta Barat mengatakan Suryadi terbukti bersalah atas tududah konspirasi “keji” untuk melancarkan serangan teror. Dewan tersebut juga menetapkan bahwa Suryadi harus membayar denda sebesar $3.700 atau dipenjara enam bulan lebih lama.

Militan Indonesia, Suryadi yang berusia 45 tahun tersebut, yang menggunakan berbagai nama samaran, mengangkat tangannya dan meneriakkan “Allah Akbar.” atau “Tuhan Maha Besar,” setelah putusan pengadilan dibacakan.

    Baca juga: Filipina Tangkap Wanita Indonesia, Istri Pemimpin Militan Pro-ISIS di Marawi

Polisi mengatakan keempat tersangkat tersebut, yang ditangkap di beberapa tempat yang berbeda di Pulau Jawa, memiliki hubungan dengan empat militan lain yang disergap polisi pada hari yang sama di daerah Jakarta, dimana salah satunya mengalami luka tembak fatal.

Polisi mengatakan bahwa kedelapannya merupakan anggota dari Jemaah Anshorut Daulah, sebuah jaringan kelompok ekstremis di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2005 dan dipimpin oleh Ulama radikal di balik penjara Aman Abdurrahman yang mengucapkan sumpah setia kepada salah satu Pemimpin ISIS Abu Bakr Al-Baghdadi.

Suryadi mengatakan pada polisi bahwa ia telah pergi ke Filipina beberapa kali untuk membeli senapan M16 dan M14, serta pistol dari militan yang ada disana.

Paling tidak lima senjata api dikirim dari Filipina, termasuk dua senjata api yang digunakan saat bom bunuh diri dan penembakan di Jakarta pada bulan Januari 2016 yang membunuh delapan orang termasuk empat penyerang, kata polisi.

Suryadi mengatakan pada pengadilan bahwa dia tidak tahu dimana senjata itu digunakan.

Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbanyak, telah mengalami peristiwa mengenaskan yang disebabkan oleh pada jihadis yang kejam sejak bom Bali tahun 2002 oleh seorang radikal yang tergabung dalam Al Qaeda. Peristiwa tersebut menewaskan lebih dari 200 orang, yang sebagian besar merupakan orang asing. Ancaman baru muncul dalam beberapa tahun belakangan dari simpatisan ISIS.

    Baca juga: Indonesia, Malaysia dan Filipina Susun Rencana Perangi Ekstremisme

Polisi mengatakan kelompok tersebut berencana untuk membangun kamp pelatihan jihadis di Halmahera, pulau induk di provinsi Maluku Utara, yang secara relatif dekat dengan para militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan. Hal itu direncanakan setelah militan yang tergabung dengan para simpatisan ISIS di Poso, Sulawesi Tengah, diberantas oleh penyergapan polisi dan militer yang dilaksanakan selama berbulan-bulan, bahkan polisi dan militer juga berhasil membunuh pemimpin mereka, Abu Wardah Santoso.

Para hakim dalam persidangan tersebut mengatakan bahwa uang yang digunakan oleh Suryadi untuk membeli senajata api dari Iwan Darmawan, alias Rois, yang sedang menjalani hukuman penjara di pulau penjara Nusa Kambangan di Jawa Tengah. Mereka mengatakan Suryadi menerima $23.210 melalui saudara laki-laki Iwan, Adi Jihadi.

“Anda harus taubat, karena hari akan kiamat,” kata Suryadi pada para wartawan saat dia meninggalkan ruang pengadilan.

Putusan untuk tiga terdakwa yang lain akan dinyatakan di hari Rabu (7/2).

Keterangan foto utama: Militan Indonesia Suryadi Mas’ud bereaksi saat persidangan di pengadilan negeri di Jakarta, Indonesia. Selasa 6 Februari 2018. Mas’ud dijatuhi hukuman 10 tahun penjara karena secara ilegal membeli senjata di Filipina untuk digunakan dalam serangan teror di Indonesia. (Foto: Associated Press/Tatan Syuflana)

Militan Indonesia Dipenjara 10 Tahun atas Tuduhan Konspirasi
Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top