Tembok Perbatasan
Amerika

Militer Amerika Bersiap untuk Membayar Tembok Perbatasan Donald Trump

Berita Internasional >> Militer Amerika Bersiap untuk Membayar Tembok Perbatasan Donald Trump

Pentagon berupaya mencari sisa dana jika presiden menyatakan darurat nasional. Departemen Pertahanan AS memiliki dana sisa pembangunan militer mencapai US$3 miliar, dan bisa digunakan oleh presiden secara legal untuk membangun tembok perbatasan. Sebelumnya, Presiden Donald Trump telah meminta Kongres menyediakan US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok.

Baca juga: Trump Tak Sengaja Akui Bahwa Tak Ada Keadaan Darurat di Perbatasan

Oleh: Lara Seligman (Foreign Policy)

Jika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan darurat nasional sebagai cara untuk mengalihkan dana militer untuk membayar tembok perbatasan yang telah lama dijanjikan tanpa persetujuan anggota parlemen, Pentagon akan siap dengan sekitar US$ 3 miliar dana siap pakai, menurut seorang pejabat pertahanan AS kepada Foreign Policy pada hari Kamis (10/1).

Departemen Pertahanan AS memiliki US$ 2 hingga 3 miliar dalam dana sisa pembangunan militer, uang yang telah ditetapkan oleh Kongres tetapi belum dikeluarkan untuk proyek-proyek spesifik, yang dapat dialihkan presiden secara legal untuk membangun dinding perbatasan selatan AS dalam keadaan darurat nasional, kata pejabat itu.

Pentagon telah lebih dulu menelusuri pendanaan yang bisa diarahkan ke tembok dan, jika diminta untuk melakukannya, akan memberikan berbagai tindakan untuk ditinjau presiden, menurut pejabat itu.

Hingga kini belum jelas apakah menggunakan dana militer untuk tembok secara otomatis akan memerlukan pengalihan personel militer, berupa entitas tertentu, seperti Korps Insinyur Angkatan Darat, yang sering menggunakan kontraktor untuk proyek-proyek, kata pejabat pertahanan itu.

Selain itu, Departemen Pertahanan AS memiliki sekitar US$ 700 juta dana yang tersedia yang dapat diberikan oleh Menteri Pertahanan, di bawah undang-undang terpisah, kepada badan-badan penegak hukum federal di perbatasan untuk kegiatan-kegiatan tertentu untuk pencegahan peredaran narkoba, menurut pejabat tersebut.

Trump telah meminta Kongres menyediakan US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok.

Kemungkinan menggunakan militer untuk membayar dinding perbatasan terlihat semakin tinggi. Ketika Trump meninggalkan Gedung Putih untuk melakukan perjalanan ke perbatasan antara Texas dan Meksiko hari Kamis (10/1), Trump memperingatkan bahwa ia “mungkin” mengambil langkah langka menyatakan darurat nasional di perbatasan selatan jika pembicaraan dengan Demokrat Kongres terus gagal.

Kebuntuan yang terus berlanjut telah menyebabkan penutupan sebagian pemerintahan AS yang sekarang telah berlangsung selama 20 hari.

“Kami belum ditugaskan dengan ini, tetapi kami menganggap ini sebagai kemungkinan ‘jika ini terjadi, ini yang akan kami lakukan,’” kata pejabat itu. “Tidak ada penugasan formal, tapi kami siap jika kelak ada.”

Menteri Angkatan Darat Mark Esper pada hari Kamis (10/1) bergabung dengan Trump dan para pejabat tinggi lainnya, termasuk Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen, untuk diskusi meja bundar mengenai imigrasi dan keamanan perbatasan di Stasiun Patroli Perbatasan McAllen AS di McAllen, Texas, menurut laporan Gedung Putih.

Para pakar hukum juga menunjuk opsi lain untuk mengalihkan dana militer ke tembok: sebuah undang-undang yang memungkinkan presiden untuk memprogram ulang dana dari program pekerjaan sipil Angkatan Darat dalam kasus darurat nasional.

Sementara secara hukum beberapa pihak berpendapat Trump berada di posisi yang kuat, langkah itu kemungkinan akan memicu serangan balik dari Kongres dan kemungkinan akan berakhir di pengadilan.

Senat Demokrat Dick Durbin, anggota senior subkomite pertahanan Alokasi Senat, bertemu dengan penjabat Menteri Pertahanan Patrick Shanahan pada tanggal 9 Januari 2019 untuk memperingatkannya agar tidak mematuhi permintaan semacam itu.

Baca juga: 5 Hal yang Perlu Anda Tahu Tentang Perbatasan AS-Meksiko Saat Ini

“Menggunakan dana Departemen Pertahanan untuk membayar tembok, ketika Kongres tidak pernah diminta untuk menyetujui rencana seperti itu, adalah pelanggaran besar hubungan antara Departemen Pertahanan dan komite pengawasan,” kata Durbin dalam sebuah pernyataan. “Dalam pertemuan saya dengan Penjabat Menteri Shanahan, saya memperingatkan dia bahwa jika Presiden Trump mengarahkan Departemen Pertahanan untuk melangkahi Kongres dengan cara yang meragukan secara hukum mengenai masalah besar seperti itu, Kongres harus mengevaluasi kembali hubungannya dengan Departemen dan menilai apakah setiap contoh luas fleksibilitas yang diberikan kepada Departemen sebanding dengan risiko pelanggaran oleh Presiden Trump.”

Lara Seligman adalah koresponden Pentagon untuk Foreign Policy.

Keterangan foto utama: Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama Menteri Keamanan Dalam Negeri Kirstjen Nielsen dan Reggie Singh, saudara seorang perwira polisi yang diduga dibunuh oleh seorang pria yang tengah berada di Amerika Serikat secara ilegal, berbicara selama kunjungan Trump ke Stasiun Patroli Perbatasan AS McAllen di McAllen, Texas, 10 Januari 2019. (Foto: AFP/Getty Images/Jim Watson)

Militer Amerika Bersiap untuk Membayar Tembok Perbatasan Donald Trump

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top