Makam di Indonesia Digali untuk Cari Kerangka Pelaut Inggris dan Belanda
Berita Tentang Indonesia

Misteri Hilangnya Kapal Induk Royal Navy: Inggris Bicara dengan Indonesia

Kapal induk Royal Navy HMS Exeter (68) berlayar dari Coco Solo, Zona Terusan Panama, sekitar tahun 1939. (Foto: Wikimedia Commons)
Home » Berita Tentang Indonesia » Misteri Hilangnya Kapal Induk Royal Navy: Inggris Bicara dengan Indonesia

Diplomat Inggris bertemu dengan kementerian kelautan Indonesia di Jakarta untuk membahas bangkai kapal yang hilang minggu lalu, dan sekarang berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam penyelidikan terkait, menurut konfirmasi juru bicara kedutaan di Jakarta.

Oleh: Kate Lamb (The Guardian)

Hilangnya enam kapal Belanda dan Inggris yang tenggelam pada tahun 1942 memicu kecaman internasional.

Pemerintah Inggris sedang dalam pembicaraan dengan Indonesia karena lenyapnya setengah lusin kapal perang yang tenggelam yang secara ilegal diselamatkan hartanya dari Laut Jawa, bersama dengan sisa-sisa tulang ratusan pelaut Belanda dan Inggris.

Diplomat Inggris bertemu dengan kementerian kelautan Indonesia di Jakarta untuk membahas bangkai kapal yang hilang minggu lalu, dan sekarang berkoordinasi dengan pihak berwenang dalam penyelidikan terkait, menurut konfirmasi juru bicara kedutaan di Jakarta.

    Baca Juga : Kasus Keracunan Bekas Mata-Mata Rusia Mengingatkan pada Era Perang Dingin

Penemuan bahwa kapal-kapal tersebut, termasuk enam kapal perang Belanda dan Inggris yang tenggelam dalam Pertempuran Laut Jawa tahun 1942, hilang telah memicu kecaman internasional.

Situs tersebut dianggap sebagai kuburan perang yang suci dan di bawah hukum internasional diakui sebagai milik negara pemilik kapal.

Operasi penyelamatan harta massal di perairan Asia Tenggara dalam tiga tahun terakhir telah mencapai 40 kapal perang dunia kedua yang hilang, dijarah untuk diambil perunggu, tembaga, kuningan, dan baja tuanya yang berharga.

Di Brondong, Jawa Timur, penemuan misi penyelamatan harta yang ilegal tersebut telah ditindaklanjuti karena dugaan yang menyedihkan bahwa tulang-tulang yang ditemukan di kapal-kapal tua itu dibuang begitu saja di sebuah kuburan massal tanpa nama dan tanpa upacara pemakaman.

Pihak berwenang Indonesia telah menggali tiga lokasi di Brondong dalam beberapa pekan terakhir di mana jenazah manusia diyakini berada.

Berkoordinasi dengan perwakilan Kedutaan Besar Belanda dan komisi makam perangnya, kedutaan Inggris mengatakan bahwa saat ini mereka sedang menunggu permintaan akan bantuan teknis dari pihak berwenang Indonesia untuk menyelidiki kapal-kapal yang hilang dan asal-usul dari tulang-tulang tersebut.

Bantuan yang diberikan bisa bersifat forensik, arkeologis, atau ilmiah, kata juru bicara tersebut kepada The Guardian.

Sampel tulang dari kuburan massal di pemakaman Suko, sebuah kuburan yang dekat dengan pelabuhan Brondong dimana misi penyelamatan tersebut diduga dilakukan, telah diambil untuk pengujian forensik.

Pemerintah Belanda, yang telah melobi Indonesia mengenai masalah ini dalam serangkaian pertemuan gabungan selama setahun terakhir, juga mengirim tim ahli militer untuk membantu.

Tim pertahanan menteri Belanda dijadwalkan tiba di Indonesia pada hari Rabu (7/3).

Berita tentang perkembangan penyelidikan tersebut muncul saat Plymouth MP Luke Pollard menyebarkan sebuah petisi online yang meminta pemerintah untuk memastikan bahwa jenazah Angkatan Laut Kerajaan yang terbunuh di kapal-kapal tersebut akan dikubur dengan hormat.

    Baca Juga : Misteri Mata-mata Rusia Kian Rumit, Putrinya Dikonfirmasi Jadi Korban Kedua

Bulan lalu Pollard juga mendesak Dewan Perwakilan untuk mengambil tindakan segera.

Tiga kapal perang Inggris, HMS Electra, HMS Encounter, dan HMS Exeter, yang terlibat dalam Pertempuran Laut Jawa pada 1942, merupakan bagian dari kampanye sekutu melawan Jepang yang menewaskan lebih dari 170 pelaut Inggris.

Kekalahan tersebut menewaskan hampir 900 tentara Belanda dan menyebabkan pengambilalihan Jepang atas koloni mereka, yang dulunya bernama Hindia Belanda.

Belum jelas berapa tulang yang bisa ditemukan oleh tim investigasi, dan apakah mereka pelaut Belanda atau Inggris, atau kombinasi keduanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pengujian DNA tulang dengan menyesuaikannya dengan DNA korban selamat telah membuktikan keberhasilan dari metode identifikasi DNA.

Keterangan foto utama: Kapal induk Royal Navy HMS Exeter (68) berlayar dari Coco Solo, Zona Terusan Panama, sekitar tahun 1939. (Foto: Wikimedia Commons)

Misteri Hilangnya Kapal Induk Royal Navy: Inggris Bicara dengan Indonesia
1 Comment

1 Comment

  1. fery

    March 9, 2018 at 4:49 pm

    Ini sih namanya cari-cari alasan. Rongsokan kapal & tulang belulang aja jadi masalah. Kug kesannya kita dipandang bukan manusia beradab.
    Tarik sejarah, berapa besar kekayaan negri kita yang diambil mereka? Berapa ribu nyawa orang kita yang mereka bantai?

Beri Tanggapan!

To Top