Mohammed bin Salman
Timur Tengah

Mohammed bin Salman dan Jaringan Kebohongan Mematikan

Berita Internasional >> Mohammed bin Salman dan Jaringan Kebohongan Mematikan

Gedung Putih Donald Trump dan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah berjuang mengendalikan kerusakan setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Meskipun demikian, kerusakan reputasi MBS telah berdampak sangat dalam dan sangat tidak dapat diperbaiki. Media Barat, bisnis asing, dan politisi tidak akan lagi dapat menjagokannya sebagai seorang modernis dan visioner besar yang menarik kerajaan gurunnya ke abad 21. 

Baca Juga: Pembunuhan Khashoggi: Arab Saudi Akan Reformasi Badan-Badan Keamanan

Oleh: Bill Law

“Oh, betapa rumitnya jaring yang kita jalin / ketika kita pertama kali mempraktikkan untuk menipu.”

Kalimat itu seringkali dikaitkan dengan Shakespeare, meskipun faktanya ditulis pada tahun 1808 oleh penyair besar Skotlandia Sir Walter Scott. Tapi seberapa baik mereka menggambarkan betapa kusut jaring putra mahkota Arab Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) telah terjalin dan sekarang telah menjerat dirinya sendiri dalam pembunuhan brutal terhadap jurnalis Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul, Turki pada tanggal 2 Oktober 2018?

Tanggal 3 Oktober 2018 dalam wawancara berjangkauan luas dengan Bloomberg, MBS ditanya tentang kehilangan Khashoggi. Jawabannya menjadi narasi Saudi pertama: “Setahu saya dia masuk [ke konsulat] dan keluar setelah beberapa menit atau satu jam.”

Selanjutnya, pihak berwenang Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi telah menghilang. Mereka tidak tahu di mana dia berada.

Ketika Bloomberg bertanya pada MBS apakah dia masih berada di konsulat, putra mahkota menjawab, “Dia tidak ada di dalam.” Hal itu, bagaimanapun juga, sebagaimana kejadian-kejadian yang terungkap, merupakan kebenaran.

Pihak berwenang Saudi berpegang pada narasi tidak tahu di mana Khashoggi, mengungkapkan di pers domestik dan membuat para media Barat yang ramah di Barat untuk melakukan hal yang sama. Namun pihak berwenang Turki memulai kampanye terus-menerus, berdasarkan rekaman diam-diam dan tangkapan layar CCTV yang mereka pegang yang segera merusak narasi awal tersebut.

Jadi, pemerintah Saudi mengejar yang lain: bahwa Khashoggi telah secara tidak sengaja terbunuh setelah pecahnya pertengkaran dan perkelahian di konsulat. Narasi itu juga runtuh di bawah beban pemerintah Turki yang tak henti-hentinya mengeluarkan informasi dengan penuh perhitungan.

Kemudian, narasi ketiga: Khashoggi telah dicekik oleh agen jahat dan tubuhnya diberikan kepada kolaborator Turki misterius untuk dibuang.

Selanjutnya, datanglah narasi lain, bahwa pembunuhan itu telah direncanakan sebelumnya tetapi mereka yang bertanggung jawab akan segera dituntut. Benar saja, 18 orang tersangka pun ditangkap. Tak satu pun dari mereka disebutkan namanya.

Kemudian, tanggal 15 November 2018, jaksa penuntut umum mengumumkan, sekali lagi tanpa menyebutkan nama, bahwa 11 orang dituntut dan jaksa berencana menjatuhkan hukuman mati untuk lima orang yang ditahan. Narasi jahat kembali dibangkitkan. Tapi alih-alih dicekik, klaimnya ialah bahwa Khashoggi telah dibunuh dengan dosis obat penenang yang mematikan.

Dalam beberapa jam, Departemen Keuangan Amerika Serikat merilis daftar 17 warga Saudi yang menghadapi sanksi berdasarkan Undang-undang Magnitsky. Daftar ini termasuk Saud al-Qahtani, penasihat senior dan kepercayaan yang sangat dekat dari MBS, serta Maher Mutreb, seorang perwira senior keamanan yang dikatakan telah memimpin serangan terhadap Khashoggi. Mutreb sering menemani putra mahkota dalam perjalanannya ke luar negeri.

Itu semua adalah bagian yang diatur: Arab Saudi akan menghukum orang-orang yang mereka klaim sebagai pelaku dan AS akan mengikutinya dengan menjatuhkan sanksi, sambil tetap berpegang pada narasi bahwa MBS tidak terlibat. Untuk memastikan semua rencana berjalan lancar, Gedung Putih juga menunjuk duta besar AS untuk Arab Saudi setelah pos itu dibiarkan kosong selama hampir dua tahun.

Tetapi retakan besar dalam pengaturan Trump-Saudi tetap ada. Sebagai contoh, Saud al-Qahtani tampaknya bukan merupakan salah satu dari mereka yang dikejar oleh sistem peradilan Saudi, namun berada dalam daftar Departemen Keuangan AS karena dianggap sebagai salah satu dari komplotan kunci.

Ahmed al-Assiri, orang kepercayaan yang sangat dekat dengan MBS, tidak ada dalam daftar Departemen Keuangan AS meskipun jaksa penuntut umum Saudi mengklaim bahwa al-Assiri, tanpa sepengetahuan MBS, telah menyetujui rencana untuk membawa Khashoggi ke Riyadh melalui persuasi atau paksaan. Jadi, satu nama berada di daftar sanksi AS dan satu nama lainnya tidak ada, tapi keduanya sangat terlibat dalam pembunuhan.

Pada saat yang sama, pemerintah Turki tidak menunjukkan tanda-tanda untuk mundur. Hanya sehari setelah pengumuman jaksa penuntut umum Saudi, harian Turki Hurriyet menerbitkan kolom yang mengklaim bahwa pihak berwenang memiliki rekaman kedua tentang apa yang terjadi di konsulat Saudi pada tanggal 2 Oktober 2018.

Baca Juga: Tunisia Kecam Kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman

Kemudian, pada hari yang sama, banyak media AS melaporkan bahwa CIA telah menyimpulkan bahwa MBS secara pribadi memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi. Presiden Trump mengumumkan ia akan memikirkan beberapa hal sementara menyebut Arab Saudi sebagai “sekutu yang benar-benar spektakuler.”

Semua upaya ini telah menjauhkan kecurigaan dari MBS karena Presiden Trump benar-benar ingin membuatnya tetap berkuasa. Ada tiga alasan untuk hal ini.

Yang pertama adalah apa yang disebut sebagai “kesepakatan abad ini,” yang dirakit oleh menantu Trump, Jared Kushner, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan MBS. Saudi dipandang penting untuk memberikan persuasi kepada rakyat Palestina agar menerima kesepakatan itu.

Yang kedua adalah aliansi melawan Iran. Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton telah lama mengadvokasi perubahan rezim di Iran, tetapi Amerika tidak ingin mengulangi kegagalan Irak sehingga mereka menginginkan pemain regional, yaitu Israel, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, untuk menyediakan kekuatan militer jika fantasi berbahaya Bolton menjadi ancaman yang berubah nyata.

Faktor ketiga dalam perhitungan Trump adalah keinginannya untuk memastikan bahwa MBS mengelola harga minyak sehingga ekonomi AS tidak menderita konsekuensi negatif dari sanksi minyak terhadap Iran, ketika Trump ia memulai kampanyenya untuk terpilih kembali dalam pilpres AS 2020.

Namun, terdapat konsekuensi yang berpotensi mematikan bagi karier politik Trump jika ia bersikeras untuk mendukung putra mahkota. Pemilu paruh waktu 2018 mengubah kendali Kongres kepada Partai Demokrat yang tidak menginginkan apapun selain membatasi kontrol Presiden Trump atas pembunuhan Khashoggi. Ketika dampak dari hasil pemilu paruh waktu mulai terlihat, yakni Partai Republik kehilangan dukungan kunci di kota-kota pinggiran Amerika, GOP mungkin mulai memikirkan kembali apakah Trump memang mampu memenangkan pemilihan presiden berikutnya.

Sementara itu, tekanan Eropa terhadap Arab Saudi semakin meningkat. Jerman mengumumkan akan menghentikan semua penjualan senjata ke Saudi dan memberlakukan larangan masuk terhadap 18 warga negara Saudi yang dicurigai terlibat langsung dalam pembunuhan.

Namun, apa yang dimainkan dalam mendukung MBS adalah kenyataan bahwa setiap penantang serius, seperti mantan putra mahkota dan mantan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi Mohammed Bin Nayef dan mantan kepala Garda Nasional Miteb Bin Abdullah, telah dikesampingkan dan orang-orang lain seperti pamannya Ahmed Bin Abdulaziz dianggap terlalu lemah dan tidak efektif untuk membawa perubahan dalam keluarga Al Saud.

Meskipun demikian, kerusakan reputasi MBS telah berdampak sangat dalam dan sangat tidak dapat diperbaiki. Media Barat, bisnis asing, dan politisi tidak akan lagi dapat menjagokannya sebagai seorang modernis dan visioner besar yang menarik kerajaan gurunnya ke abad 21. Sekarang, dia akan selamanya dipandang apa adanya: seorang pemimpin otoriter, sembrono, dan kejam yang menggunakan pembunuhan sebagai senjata untuk membungkam mereka yang mengkritiknya.

Jika putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dapat kembali ke masa lalu, kita bertanya-tanya, apakah dia akan mengulangi kesalahannya? Akankah dia menenun jaring yang sama? Sayangnya, jawabannya adalah ya, dia mungkin akan melakukannya lagi.

Bill Law adalah seorang analis untuk urusan Timur Tengah.

Keterangan foto utama: Media Barat, bisnis asing, dan para politisi tidak akan lagi dapat merayakan putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman sebagai modernis dan visioner besar yang menarik kerajaan gurun pasirnya ke abad ke-21. (Foto: Reuters)

Mohammed bin Salman dan Jaringan Kebohongan Mematikan

BERLANGGANAN

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top