Kampanye Trump
Amerika

Mueller Ingin Selidiki Hubungan Kampanye Trump 2016 dengan NRA

Berita Internasional >> Mueller Ingin Selidiki Hubungan Kampanye Trump 2016 dengan NRA

Robert Mueller dan timnya dilaporkan tertarik untuk menyelidiki Kampanye Kepresidenan Donald Trump dengan Asosiasi Senapan Nasional (NRA). NRA telah mendukung pencalonan Trump sebagai presiden dan memberikan dana kampanye sebesar $30 juta–yang dianggap sangat besar. Ada kecurigaan pengaruh Rusia terhadap kampanye Trump disusupi melalui NRA.

Baca juga: Mengaku Bersalah, Mantan Ketua Kampanye Trump Setuju Kerja Sama dengan Mueller

Oleh: Sara Murray (CNN)

Tim penasihat khusus Robert Mueller telah menyatakan ketertarikannya pada hubungan kampanye Trump dengan Asosiasi Senapan Nasional (National Riffle Association/NRA) selama kampanye 2016.

“Ketika saya diwawancarai oleh kantor penasihat khusus, saya ditanya tentang kampanye Trump dan transaksi kami dengan NRA,” Sam Nunberg, mantan ajudan kampanye Trump, mengatakan kepada CNN.

Tim penasihat khusus itu ingin tahu lebih banyak tentang bagaimana Donald Trump dan operasinya pertama kali membentuk hubungan dengan NRA, dan bagaimana Trump akhirnya berbicara pada pertemuan tahunan kelompok itu pada tahun 2015, hanya beberapa bulan sebelum mengumumkan upaya kepresidenannya, kata Nunberg.

Wawancara Nunberg dengan tim Mueller pada Februari 2018 menawarkan indikasi pertama bahwa penasihat khusus itu telah menyelidiki hubungan kampanye Trump dengan kelompok hak-hak senjata yang kuat tersebut. Baru-baru ini sekitar sebulan yang lalu, simpatisan Mueller masih mengajukan pertanyaan tentang hubungan antara kampanye Trump dan kelompok senjata itu, seperti yang diketahui CNN.

Seorang juru bicara untuk kantor penasihat khusus tersebut menolak berkomentar.

NRA tidak menanggapi permintaan komentar.

Presiden Trump tidak ditanya tentang hubungannya dengan NRA dalam pertanyaan tertulis yang diajukan Mueller kepadanya, menurut sebuah sumber yang akrab dengan pertanyaan itu.

NRA sudah berada di bawah pengawasan dari anggota parlemen atas pengeluaran besar-besaran dalam mendukung Trump pada tahun 2016, dan hubungannya dengan warga negara Rusia.

Maria Butina—warga negara Rusia—mengaku bersalah di pengadilan federal DC pada bulan Desember karena terlibat dalam konspirasi melawan Amerika Serikat (AS). Sebagai bagian dari permohonannya, dia mengakui bahwa dia berusaha untuk menyusup ke lingkaran politik Partai Republik dan mempengaruhi hubungan AS dengan Rusia, sebagian dengan membangun hubungan dengan anggota NRA terkemuka.

Dia juga mengakui bahwa dia bekerja atas arahan mantan gubernur bank sentral Rusia, Alexander Torshin, yang disetujui oleh Departemen Keuangan AS tahun lalu karena perannya dalam pemerintah Rusia. Torshin juga merupakan anggota NRA seumur hidup.

Penegak hukum tidak menuduh NRA melakukan kesalahan.

Senator Oregon Ron Wyden—anggota Demokrat teratas di Komite Keuangan Senat—adalah di antara anggota parlemen yang telah menekan NRA untuk informasi lebih lanjut, terutama tentang keuangannya.

Dalam surat kepada Wyden, NRA mengungkapkan telah menerima kontribusi dari lebih dari 20 warga negara Rusia di AS, atau orang-orang yang terkait dengan alamat Rusia sejak tahun 2015. Namun sumbangan tersebut hanya berjumlah lebih dari $2.500, menurut surat NRA. Kelompok itu juga bersikeras tidak menggunakan dana asing untuk keperluan terkait pemilu.

Di bawah Komite Intelijen Dewan yang dipimpin oleh Partai Republik tahun lalu, Demokrat mengeluh bahwa Partai Republik menggagalkan upaya mereka untuk menyelidiki apakah Rusia menggunakan NRA sebagai bagian dari operasi pengaruhnya yang lebih luas. Tidak jelas bagaimana Demokrat dapat melanjutkan sekarang, ketika mereka mengendalikan komite tersebut.

Namun, sampai sekarang, masih belum jelas apakah tim Mueller memiliki minat dalam menggali transaksi kampanye Trump dengan NRA.

Trump dan NRA

Trump dengan cepat menjadi kesayangan NRA selama kampanye 2016, terlepas dari sejarah Trump dalam mendukung larangan senjata penyerang.

Trump berbicara pada pertemuan tahunan NRA di Tennessee pada tahun 2015, bersama dengan sejumlah calon presiden Partai Republik lainnya. Pada Mei 2016, NRA mendukung Trump, secara resmi mendukung pencalonannya pada pertemuan tahunan kelompok tersebut di Kentucky.

“Untuk mendapatkan dukungan, percayalah, itu adalah kehormatan yang luar biasa,” kata Trump kepada kerumunan NRA pada tahun 2016. “Saya tidak akan mengecewakan Anda.”

NRA menghabiskan lebih dari $30 juta untuk mendukung pencalonan Trump—jumlah yang menakjubkan bahkan untuk organisasi yang dikenal dengan kekuatan politiknya.

Jumlah itu lebih dari yang NRA habiskan untuk semua pertarungan mereka jika digabungkan—kepresidenan, DPR, dan Senat—dalam siklus pemilu 2008 dan 2012, menurut Center for Responsive Politics.

Putra Trump, Donald Trump Jr. adalah orang luar yang rajin membantu ayahnya membangun ikatan yang lebih dekat dengan NRA.

Baca juga: Bagaimana Konsultan Kampanye Trump Eksploitasi Jutaan Data Facebook

“Mereka mencintai NRA lebih dari siapa pun yang saya kenal,” kata Trump pada pertemuan NRA 2015, saat ia membawa putra-putranya, Trump Jr dan Eric Trump ke atas panggung bersamanya. “Mereka kebetulan adalah putra saya. Mereka anggota seumur hidup.”

“Ini orang-orang kita,” kata Trump Jr. saat dia naik panggung. “Kami penembak, kami pemburu, kami orang luar, kami olahragawan, dan kami menyukai Amandemen Kedua.”

Setahun kemudian, Trump Jr. mengadakan pertemuan singkat dengan Torshin, mantan bankir Rusia, di sela-sela pertemuan NRA 2016.

Torshin berharap untuk menggunakan pertemuan NRA untuk memulai jalur komunikasi saluran belakang antara kandidat Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Walau Torshin gagal melakukan pertemuan dengan Trump, namun dia dan rekannya, Butina, bertemu Trump Jr saat makan malam dengan para pejabat NRA.

Trump Jr bersaksi kepada Komite Intelijen Dewan pada bulan Desember 2017, bahwa ia dan Torshin “bertukar sapa kasual” tetapi tidak membahas pemilihan presiden yang akan datang.

Keterangan foto utama: NRA menghabiskan lebih dari $30 juta untuk mendukung pencalonan Trump—jumlah yang menakjubkan bahkan untuk organisasi yang dikenal dengan kekuatan politiknya. (Foto: Scott Olson/Getty Images)

Mueller Ingin Selidiki Hubungan Kampanye Trump 2016 dengan NRA

BERLANGGANAN

Click to comment

Beri Tanggapan!

To Top